SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 132 MENJAGA DARI KEGELAPAN


__ADS_3

Xiao Yi dan Yan Yue berada di dalam makam itu beberapa lama, yang mulia menceritakan beberapa sejarah kerajaan Yanzhi untuknya sekedar untuk memberikan pengetahuan mengenai leluhur para raja.


Xiao Yi tidak terfokus pada semua cerita Yang Mulia, yang ada dikepalanya, beberapa kali muncul adalah isi surat dari tuan Zhao Juren.


Dia sangat penasaran dari maksud panglima muda itu mengirim surat itu untuknya, kata Mu Dan yang berarti bunga peony itu merujuk pada sebutan bagi dirinya sedangkan pelindung itu tentulah dia menyebut diri Zhao Juren sendiri. Dulu saat dia menjadi korban penculikan di Youwu dan tuan Zhao Juren menyelamatkannya, berjanji menjadi pelindung bagi Xiao Yi, dia telah membuat satu perjanjian sepihak, meskipun sebenarnya Xiao Yi tak pernah mengiyakannya.


Jika menilik dari kata pelindung itu, zhao Juren mungkin sedang ingin mengatakan sesuatu yang berkaitan tentang keamanan dirinya.


Itu hanyalah sebuah tebakan Xiao Yi sendiri, meskipun dia tidak mempunyai perasaan apa-apa pada laki-laki itu tapi dia tidak tahu kenapa dia merasa percaya padanya.


Saat keluar dari ruang makam para raja itu, Xiao Yi mengawasi sekelilingnya dengan diam-diam, dia sedikit berharap menemukan tuan Zhao Juren di antara para pengawal yang jumlahnya hampir ratusan orang itu.


Sampai mereka keluar dari kuil utama itu, tak ada hal yang menunjukkan kehadiran panglima muda itu.


Sekarang Xiao Yi berfikir, mungkin Zhao Juren hanya sedang membuat lelucon dengannya.


Hari sudah gelap saat mereka keluar dari dalam kuil Zuihou, Yang Mulia tampak puas telah membawa Xiao Yi, calom permaisurinya itu bertemu dengan orang-orang yang menyayanginya, yaitu mendiang raja dan ratu yang kini terbaring di dalam makam mereka yang dingin, mereka telah tenang bersama para leluhur karena pernah hidup sebagai orang-orang terhormat, memimpin negara Yanzhi sampai denganakhir hidup mereka.


"Yang Mulia setelah ini kita harus mengunjungi kuil para saudara raja."Kata Kasim chen. Yang Mulia menganggukkan kepalanya, mengunjungi kuil makam para saudara raja sebuah keharusan setelah mengunjungi makam raja, sebagai bentuk penghormatan pada saudara sedarah raja. Tapi mengunjungi kuil Para istri raja bukan suatu kewajiban dan boleh di abaikan, jika bukan anak atau kerabat dekat dari salah satu istri raja yang dimakamkan di sana.


"Chenxing, apakah kamu ikut denganku?"Tanya Yang Mulia ragu-ragu, melihat wajh Xiao Yi yang nampak sedikit tegang dan letih.


"Apakah aku boleh tidak ikut ke sana?"Tanya Xiao Yi, sedikit gugup.

__ADS_1


"Kamu boleh menunggu di dalam tandu sampai aku kembali jika memang kamu terlalu lelah."Yang Mulia menatap ke arah perut Xiao Yi, seorang perempuan hamil dengan perut yang cukup besar itu tentu tidak mudah untuk mengikuti ritual-ritual seperti ini dan Yang Mulia sangat memakluminya.


"Pengawal Cun, tolong jaga dan awasi selir Yi sampai aku kembali, aku hanya membakar dupa pada makam para saudara raja."


Pengawal Cun membungkukkan badannya dengan patuh.


"Baik Yang Mulia..." Jawab pengawal Cun.


Tidak lama rombongan Yang Mulia menghilang di balik pintu kuil sebelah kanan.


"Pengawal Cun, antarkan aku ke dalam tandu saja, aku merasa sangat lelah." kata Xiao Yi pada pengawal Cun. Pengawal itu memberi perintah pada enam pengawal lain untuk mengikutinya menuju tandu besar milik raja, yang dipikul oleh sepuluh orang sekaligus itu.


Tandu itu biasanya dinaiki oleh raja saja, tapi Yang Mulia tak ingin Xiao Yi berada pada tandu yang terpisah dengannya.


Xiao Yi di bantu oleh Chu Cu masuk ke dalam tandu. Lalu dengan rasa lega Xiao Yi duduk di dalam tandu yang cukup luas itu.


Tiba-tiba Chu Cu masuk sambil membungkukkan badannya, dengan gemetar dia menyerahkan sebuah kantung beludru berwarna ungu, yang di dalamnya terdapat Chai kumala berwarna biru, sebuah surat yang terlipat kecil, bersama surat lain yang begitu lusuh karena mungkin telah dibuka dan dilipat ratusan kali dan sebuah tusuk rambut dari kayu dengan ukiran bunga lotus di pinggirnya.


"Seorang pengawal yang mirip tuan Zhao tadi menyuruhku mengantarkannya kepada Nyonya, katanya dia mengembalikan barang-barang ini kepada pemiliknya."kata Chu Cu setengah berbisik dengan sedikit ketakutan. Dia takut para pengawal yang tidak jauh dari tandu itu mendengar apa yang dikatakannya.


Xiao Yi menganggukkan kepalanya tanpa suara, tanda dia mengerti. Lalu dengan sedikit isyarat disuruhnya Chu Cu segera keluar, dia tidak ingin Yang Mulia kembali dan mendapati Chu Cu di dalam tandu itu.


Chu Cu segera keluar, Xiao Yi memasukkah semua barang-arang itu kesaku lengan jubahnya dengan seribu tanya di dalam hati, bagaimana bisa semua barang-barangnya itu bisa datang dari orang yang sama yaitu Tua Zhao.

__ADS_1


Chai itu pernah di hilangkannya di depan rumah obat tabib Guo, Surat itu di jatuhkannya dalam perjalanan ke istana Chue Lian sementara tusuk rambut lotus itu seingatnya diambil oleh Jiu Fei dari kepalanya.


Sekarang ketiga barang itudi kembalikan o;eh orang yang sama, yaitu Tuan Zhao Juren. XIao Yi sungguh tak habis fikir tentang semua itu.


***


Malam turun begitu cepat merayap tanpa bisa ditahan, bumi diliputi kegelapan. Tak ada bulan yang biasanya terbitengan acuh tak acuh hanya para gemintang yang tiba-tiba muncul, seolah menghapus jejak hujan sepanjang siang tadi.


Sseorang laki-laki dalam pakaian seorang pengawal termangu diatas kudanya, memandang ke arah langit di atasnya.Angin bertiup kencang, meniup rumput-rumput liar yang menguning sejajar dengan perut kudanya. Rumput-rumput musimgugur itu berkilatan dalam gelap, warnanya yang keemasan jika tertimpa matahari biasanya akan nampak seperti ombak berwarna emas di gulung angin dari utara.


Betapa kesedihan merayap tak bisa ditepisnya, karena tak bisa menyerahkan dengan tangannya sendiri semua barang milik Xiao Yi. Tapi hatinya tetap merasa lega, setidaknya dia bahagia melihat perempuan yang dicintainya itu dalam keadaan yang baik-baik saja.


Dalam kantong beludru itu, dia sudah menuliskan tentang rencana peracunan pada Xiao Yi. Zhao Juren tahu Xiao Yi adalah wanita yang sangat cerdas. Dia akan bisa melindungi dirinya sendiri dengan caranya. Sebuah peringatan sudah cukup, dan Zhao Juren hanya perlu mengawasi dari jauh.


Kehidupannya memang tragis tapi dia sungguh tak menyesalinya, setidaknya dia bisa tetap melindungi Xiao Yi dari dalam sudut gelapnya.


Perasaan simpatiknya pada ibu suri, perlahan-lahan sedikit demi sedikit menghilang, hatinya menjadi sedingin es, betapa jiwanya menjadi bimbang. Kesalahan bibinya itu berkembang menjadi begitu jauh dan dia harus segera menghentikannya.


Dia menggebah kudanya menuruni bukit ketika dari jauh dia melihat rombongan raja bergerak menjauhi kuil Zuihou.


"Xiao Yi jaga dirimu baik-baik..."


(Hari ke dua crazy UP, terimakasih sudah setia dengan novel ini. Jangan lupa Vote, like dan komennya biar besok akak kuat menunaikan Crazy UP lagi🙏😊)

__ADS_1



__ADS_2