SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 152 KEJAHATAN KARENA CEMBURU


__ADS_3

"Apakah aku boleh tahu bagaimana rasanya? Apakah kalian mempunyai perasaan yang sama seperti yang dirasakan oleh Selir Mei, mari katakan dengan jujur. Karena sebuah hukuman tidak pantas diberikan pada orang yang ternyata adalah korban. Katakan padaku, untuk membuatku tahu, tindakan seperti apa yang membuat kalian semua akan merasa adil." Suara Xiao Yi yang lugas dan tenang itu menggema di dalam aula Qing Ren.


Semua yang tertunduk, saling diam tak menyahut, mereka semua tak berani angkat bicara.


"Aku bersedia menanggung semua dosa ayahku, demi melihat kita bernasib sama, selir Yi, menjadi hidup tapi mati." Selir Mei kembali meletakkan lututnya di lantai, dia kembali ke posisi semula tapi tidak menundukkan wajah seperti sebelumnya.


"Selir Qin, bolehkah aku tahu perasaanmu? " Tanya Xiao Yi. Selir Qin yang bermata bulat cerah itu terdiam, dia tidak menjawab apapun.


"Selir Niang, apakah kamu memiliki perasaan yang sama seperti yang dirasakan oleh selir Mei?" Tanya Xiao Yi.


"Jangan takut, aku tidak akan mengambil hati apapun yang kalian katakan dengan jujur, aku berdiri di sini, untuk memperjuangkan perasaan adil kalian." Lanjut Xiao Yi, dengan senyum yang terlihat begitu manis.


"Yang Mulia permaisuri..." Tiba-tiba selir Feyang yang terkenal sedikit pendiam dari yang lain itu bersuara.


Xiao Yi mengalihkan pandangannya pada selir Feyang.


"Apakah Yang Mulia permaisuri mau meminta kepada Yang Mulia untuk bermalam dengan kami?" Pertanyaan Selir Feyang yang begitu sederhana itu membuat Xiao Yi terdiam sesaat


"Katakan, padanya kami juga istrinya..." Lanjut selir Feyang, lirih.


Selir Yi menatap selir itu untuk beberapa lama, sebagai seorang perempuan dia tak akan bisa berkata bahwa dia suka rela menyuruh Yang Mulia untuk meniduri semua perempuan yang merupakan istri Yang Mulia juga. Tidak ada yang salah sebenarnya tentang permintaan itu, mereka juga adalah istri dari Yang Mulia, sudah sepantasnya mendapatkan perlakuan sebagai seorang istri.


Xiao Yi menghela nafasnya.

__ADS_1


"Kalian berhak mendapatkan perhatian dari raja, tidak ada yang salah soal itu. Dengan alasan bahwa kalian adalah istri, maka suami seharusnya melakukan kewajibannya sebagai seorang suami." Ucapnya lamat-lamat.


"Tapi dasar pernikahan tanpa cinta, tidak bisa membuat kita benar-benar mendapatkan apa yang kita mau. Perasaan tidaklah hal yang bisa di paksakan. Jikapun Yang Mulia ingin berada bersama kalian, meskipun mungkin hatiku sakit, aku tak akan bisa melarangnya. Itu adalah sah, karena kalian adalah istrinya. Tapi, pernahkah kalian tahu perasaan Yang Mulia?" Xiao Yi bertanya, sambil menatap mereka satu persatu.


"Pernahkah kalian berani bertanya, kenapa dia menerima pernikahan dengan kalian? Apakah dia pernah memintanya? Siapakah yang mengirim kalian dengan suka rela? Pernahkah kalian sebentar saja tidak menyalahkannya, kenapa harus mengikuti semua tradisi yang tak sehati dengannya? Tanyakan juga, apa yang di inginkan Yang Mulia? Apakah Yang Mulia bahagia saat bersama dengan salah satu kalian? Apakah kalian berani menerima kenyataan ketika dia mengatakan, melakukan semuanya karena terpaksa, hanya karena sebuah kewajiban, bukan karena atas dasar cinta?"


Xiao Yi terdiam sesaat, ruangan besar itu menjadi hening.


"Selir Feyang, saat kamu tanyakan, bersediakah aku meminta Yang Mulia bermalam dengan kalian? Sebagai seorang permaisuri yang terikat aturan dan kewajiban, aku katakan ya, aku bersedia. Karena kewajibanku, menjadi kepala Harem, memastikan hak dan kewajiban semua orang di dalamnya terpenuhi tapi jika aku menjawab pertanyaanmu itu, sebagai seorang istri yang mencintai suamiku, maka aku katakan, aku tidak akan mau melakukannya. Kenapa?" Xiao Yi berdiri dengan wajah tenangnya.


"Karena di kolong langit manapun, tidak ada perempuan yang sanggup menerima berbagi suami dengan perempuan lain, ibarat menyesap madu dari cangkir yang sama, tak pernah bisa membagi rata manisnya.


Serela apapun bibir berkata, tetap terselip cemburu di dalam lubuk hati terdalam.


Cinta bukan barang yang bisa di bagi rata, cinta bukan buah yang bisa di iris seadil-adilnya. Cinta adalah soal rasa, dimana tidak semua orang bisa membuat puas orang yang menerimanya.


"Sekarang, bolehkah aku bertanya padamu selir Feyang?" Xiao Yi turun dari tangga kumala yang membuat Kursi singgasana permaisuri itu lebih tinggi. Berdiri di hadapan selir Mei yang masih berlutut di lantai dengan selir Wei, karena memang mereka sesuai aturan harus melakukannya, mengingat mereka sedang di sidang.


Selir Feyang mengangkat wajahnya, menunggu Xiao Yi melanjutkan kalimatnya.


"Bersediakah kamu menerima kehangatan hanya karena n*fsu bahkan rasa terpaksa sepanjang hidupmu, ataukah kamu menerima cinta dari orang yang benar-benar mencintaimu?" Pertanyaan itu sangat lembut, begitu lembut tapi membuat selir Feyang benar-benar kehilangan kata-katanya.


"Selir Mei tidak bersalah soal perasaannya, cemburu sangat manusiawi, apalagi dengan apa yang diterimanya. Tapi, kecemburuan yang sanggup melihat orang lain mati untuk memuaskan rasa cemburunya adalah hal yang tidak benar. Itu adalah kejahatan. Dan setiap kejahatan harus menerima hukumannya.

__ADS_1


Kita mempunyai hati, jangan kecemburuan yang mengendalikan kita sehingga kehilangan kemanusiaan tapi hati kitalah yang mengendalikan kecemburuan sehingga kita tetap menjadi manusia, bukan binatang."


Xiao Yi menatap tajam kepada Selir Mei.


"Karena dirimu tak mempunyai rasa sesal atas perbuatanmu, maka aku akan menyampaikan pada Yang Mulia, dia berhak tetap menceraikanmu dengan tidak hormat, mengasingkanmu untuk membuatmu merenungi setiap kesalahanmu untuk jangka waktu tertentu, hingga kamu menyadari bagaimana cara mengendalikan perasaan." Suara Xiao Yi yang lembut itu menjadi tegas.


Selir Mei tidak menjawab apapun, dia menatap lurus ke arah singgasana permaisuri, dia tidak lagi mengerti perasaannya seperti apa. Entah marah, kecewa, sakit hati, dendam atau malah lega. Berada di dalam istana ini sekian lama, mengubah dirinya perlahan-lahan menjadi seorang monster yang penuh kebencian.


"Selir Wei, berbohong adalah hal yang tidak benar, menipu orang lain dengan berbicara lain di bibir lain di hati, lebih rendah dari ular, yang jika dia ingin mematukpun dia tidak berbohong dengan niatnya. Orang yang demikian terlalu berbahaya berada di dalam kumpulan orang banyak. Karena sewaktu-waktu kepalanya yang banyak bisa membuat pertikaian.


Untuk apa yang kamu lakukan, aku akan mengatakan kepada Yang Mulia, dia berhak memberikan hukuman perceraian dengan tidak hormat, dan mungkin mengembalikanmu pada klan Xian dan menjauhkanmu dari tempat ramai selamanya. Lidahmu yang bercabang lebih berbahaya dari bisa. Karena lidah yang penuh tipu muslihat menuai perpecahan, lebih berbahaya dari sekedar membunuh satu orang."


Selir Wei mengepalkan tangannya dengan wajah yang merah padam. Hukuman yang diterimanya lebih besar dari Selir Mei yang terang-terangan menunjukkan kebenciannya.


Tentu saja, karena yang tidak terlihat lebih berbahaya dari apa yang di tunjukkan dengan nyata.


(Bagaimana nasib selir yang lain, akan di tuntaskan pada episode selanjutnya yaaa🙏😊 Bisakah Xiao Yi yang bijak memberikan keadilan pada para selir yang cantik-cantik dan haus cinta ini🤭🤭🤭 )




__ADS_1



Jangan lupa Vote dan likenya untuk semangat crazy up🤭🤭


__ADS_2