SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 60 RACUN BUNGA LILI ES


__ADS_3

Xiao Yi memeluk tubuh selir Yuan dengan takut dan bingung.


Bagaimana mungkin, selir Yuan keracunan oleh sup yang dibuat oleh tangannya sendiri.


Selir Yuan menggenggam lengan Xiao Yi begitu kuat,


"Adik Yi...adik Yi, ini sakit..." Selir Yuan masih memegang tenggorokannya.


"Kamu menaruh racun dalam sup selir Yuan...!" tuding selir Wei dengan mata yang membeliak.


"Aku tidak meracuni supnya...aku sungguh tidak meracuninya..." sahut Xiao Yi dengan panik.


"Kamu jahat sekali, selir Yi..! sangat jahat." Selir Wei mundur dengan wajah yang merah padam.


"Hentikan selir Wei! kamu tidak boleh menuduh sembarangan!" Selir Nuo menengahi dengan suara tajam. Dia duduk di pinggir tempat tidur, di belakang Selir Yuan yang menjorong tubuhnya ke pelukan Xiao Yi.


Sementara selir Yuan tampak mulai kesulitan bernafas, dia seperti tersiksa sekali memegang lehernya. Lengan Xiao Yi memerah dalam cengkeraman jemari selir Yuan.


Dalam sekejap Wisma Yangjie menjadi ramai, beberapa orang selir menghambur masuk dengan raut penasaran.


Tidak lama tabib Guo yang berusia lebih dari setengah abad itu datang tergopoh-gopoh bersama dengan tabib muda bawahannya yang membawa kotak obat besar dari kayu. Di belakangnya Ibu suri menyusul bersama seorang kasim dan pengawal pribadinya.


"Mohon nyonya mundur..." pinta tabib Guo kepada Xiao Yi.


Xiao Yi hendak berdiri tapi cengkeraman tangan selir Yuan begitu kuat.


Tiba-tiba muka selir Yuan memerah seperti kepiting, matanya melotot dengan mulut menggembung. Di detik berikutnya selir Yuan muntah, dan sebagian mengenai bawah gaun Xiao Yi. Muntahan itu berwarna hijau.


Xiao Yi berdiri dan mundur. Dan dengan sigap Tabib Guo memeriksa nadi dan nafas selir Yuan.


"Nyonya Yuan mengalami gejala keracunan..." Kata tabib Guo.


"Keracunan? Bagaimana bisa di istana harem terjadi kejahatan besar seperti ini?" Suara Ibu Suri terdengar keras dan tajam di sertai nada geram.


Xiao Yi menoleh kepada ibu suri dengan tubuh gemetar. Dia bingung tidak tahu harus bagaimana, semua sepertinya sedang menuding padanya.


"Saya harus memeriksa apa yang dimakan oleh nyonya Yuan sebelumnya..." Tabib Guo mengeluarkan sebuah pil bulat berwarna putih keperakan dan memasukkan ke dalam segelas air, lalu terdengar bunyi desis halus saat larut di dalam air.


Air itu dalam sekejap berwarna putih beras.

__ADS_1


Lalu diminumkan kepada selir Yuan yang lemas bersandar pada selir Nuo.


Tak berapa lama Selir Yuan muntah kembali, berwarna hijau bercampur darah hitam, lalu terkulai tak sadarkan diri.


"Kita menunggu perkembangan dari selir Yuan, jika racun yang termakan hanya sedikit mungkin tidak berbahaya dalam setengah jam dia akan sadarkan diri." Kata tabib Guo sambil mengeluarkan beberapa pil berwarna putih perak tadi dari dalam kotak obatnya.


Tubuh Xiao Yi , bergetar tegang dengan keringat dingin yang mengucur dari dahinya.


Kepalanya terasa pusing, benar-benar bingung dan tidak percaya dengan apa yang dialami oleh selir Yuan.


Sementara Ibu Suri memandang tajam pada Xiao Yi dan selir Yuan bergantian. Mata itu begitu marah.


Dua orang pelayan di bawah perintah selir Nuo membersihkan wajah Selir Yuan dan membaringkan selir itu di tempat tidur. Nafasnya tampak perlahan dan tidak secepat tadi.


"Ibu Suri, nyonya Yuan sepertinya keracunan salah satu jenis racun bunga..." kata tabib Guo.


"Apakah racun ini berbahaya?" tanya ibu suri tajam.


"Saya masih belum yakin dengan jenis bunga ini, tapi sepertinya sejenis bunga langka dari utara. Bunga lili es. Tapi saya akan memeriksanya kembali Yang Mulia ibu suri, sebelum benar-benar memastikannya. Setahu saya, jika racun ini termakan dalam jumlah besar bisa merusak organ dan mengakibatkan kematian dalam dua belas jam"


Seluruh tubuh Xiao Yi merinding mendengar penjelasan dari tabib Guo. Betapa menakutkan apa yang mungkin terjadi pada selir Yuan, andai itu benar.


"Selir Nuo, siapa yang bertanggungjawab dengan semua ini?" Tanya Ibu Suri dengan suara keras.


Selir Nuo tergeragap, tak bisa menjawab. Dengan wajah bingung dan tidak yakin, matanya terarah kepada Xiao Yi yang berdiri dengan wajah tegang di belakang tabib Guo.


"Selir Yi! Selir Yi yang bertanggungjawab ibu suri!"


Teriakan itu datang dari mulut selir Wei.


"Aku yang menyaksikan sendiri, selir Yi yang membawa sup itu kepada selir Yuan." lanjutnya sambil menunjuk ke arah Xiao Yi.


Xiao Yi meremas ujung lengan gaunnya yang lebar.


"Aku tidak melakukannya, ibu Suri...aku bersumpah! Aku tidak meracuni selir Yuan." Jawab Xiao Yi.


Semua yang ada di ruangan itu sekarang nengarahkan pandangan kepada Xiao Yi, seakan-akan mendakwa gadis itu sebagai penjahat keji.


"Jika sampai terjadi sesuatu kepada selir Yuan, maka kamu akan di hukum dengan sangat berat selir Yi." Desis ibu suri dengan suara tinggi.

__ADS_1


"Bahkan andai kata dia selamat, jika benar kamu melalukan hal sekeji ini, maka tidak akan ada yang bisa menolongmu!" Ibu Suri mengatakan itu dengan nada ancaman yang sangat menakutkan.


"Nyonya...Nyonya...!" dari arah pintu tiba-tiba Chu Cu datang dengan wajah merah padam, nafasnya tidak teratur, sepertinya dia baru saja berlari untuk mencapai tempat itu.


Xiao Yi tersentak, memandang terpana kepada Chu Cu yang berdiri gemetaran di belakang ibu suri. Wajah itu tak kalah bingungnya.


"Chu Cu!"


Tiba-tiba Xiao Yi teringat kepada Yang Mulia.


Bukankah Yang Mulia juga di kirimnya sup yang sama? Apakah Yang Mulia telah memakannya? Apakah terjadi sesuatu dengan Yang Mulia?


Xiao Yi seperti tersedak dalam kepanikan dan kecemasan yang sangat besar, tanpa sadar dia menyingsingkan gaun panjangnya dan kemudian berlari melewati ibu suri tanpa ingat lagi dengan tata krama dan rasa hormat, menerobos beberapa orang lain yang berdiri di dalam ruangan itu, menuju pintu tanpa ada yang bisa menahannya.


Dia berlari dengan sekencangnya menuju wisma Xingwu. Kekuatiran yang lebih dari apa yang pernah di rasakannya.


Xiao Yi ketakutan setengah mati jika Yang Mulia memakan sup yang telah di kirimkannya. Bukan karena takut karena akan menerima hukuman tapi rasa takut yang lebih dari itu, takut jika Yang Mulia bernasib sama dengan selir Yuan.


Degup jantungnya melebihi debur ombak yang menghantam karang. Keringat dingin membanjiri tubuhnya seperti orang yang baru saja keluar dari tempat permandian.


Air matanya meleleh karena ketakutan dan ketegangan yang mendera, bulir itu di bawa angin seperti butiran embun.


"Yang Mulia, tolong jangan memakannya...Yang Mulia tolong jangan memakan sup itu." Xiao Yi meracau sambil menangis.


"Nyonya...berhentilah nyonya..." teriak Chu Cu, dengan nafas yang ngos-ngosan, dia berlari mengikuti Xiao Yi, di ikuti jauh di belakang dua orang pengawal ibu suri, yang berusaha menahannya, mengira Xiao Yi hendak melarikan diri.


Xiao Yi berlari begitu cepat tanpa perduli kakinya menjejak kerikil dan batuan. Yang ada di kepalanya hanyalah wajah Yang Mulia Yan Yue.


Begitu sampai, Xiao Yi mendobrak pintu wisma Xingwu dengan tubuhnya, di iringi tatapan terkejut dan keheranan dua pengawal gerbang dan Pengawal Jian beserta tiga pengawal pribadi Yang Mulia, yang sedang berdiri di depan pintu.


Kasim Chen terpekik di tempatnya berdiri karena terkejut, sementara Yang Mulia yang duduk berpakaian kebesaran brokat hitam dengan gambar naga itu menghadap mangkok porselen berisi sup yang dikirim Xiao Yi, menjatuhkan sendok ditangannya dengan wajah merah merona memandang ke arah Xiao Yi yang seperti dikejar hantu.


(Author crazy up dua episode nih🤭🤭)


...Yang suka dengan novel ini, kasih dong VOTE, KOMEN dan LIKE di bawah, please...please...❤️...


...Biar author tambah rajin UP🙏☺️...


...Author sayaaaang banget dengan kalian🤭...

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


__ADS_2