
Jiu Fei benar-benar menolak kembali ke Niangxi.
Dia berjanji akan menyerahkan dirinya untuk di hukum oleh Zhao Juren, jika dia telah mengantarkan Yan Yue dengan selamat kembali ke kota raja Yubei.
Tak ada yang tahu, kecemburuan dan kemarahan macam apa yang di simpan Zhao Juren, ketika Jiu Fei mengatakan siap mati di tangannya, setelah dia meyakini Yan Yue baik-baik saja.
Betapa berharganya Yan Yue di banding dirinya di mata perempuan yang membuatnya tergila-gila itu.
Dan langit sungguh aneh, memperlakukan takdir manusia....
Pada hari kesembilan di bulan sembilan sebelas tahun yang lalu, sekelompok pasukan Niangxi mengepung mereka, sekitar 500 orang.
Dan Mereka bertempur matian dengan jumlah yang tidak sampai 50 orang, pasukan mereka yang tersisa selain kalah jumlah juga lelah secara fisik dan mental dalam pelarian.
Perkelahian itu, berlangsung hampir setengah hari. Mereka bertempur seperti orang kehausan darah, setiap ayunan pedang mereka haruslah memakan satu nyawa. Dengan begitu mereka bisa bertahan hidup.
Dan di saat-saat terakhir, pasukan Yanzhi yang tersisa hanya 10 orang termasuk Yan Yue muda, Zhao Juren dan Jiu Fei.
Tiba-tiba sebuah anak panah dilepaskan oleh pasukan Niangxi dan dengan begitu beraninya Jiu Fei menghadang sebuah anak panah dengan punggungnya yang tertuju pada jantung Yan Yue. Dia memeluk erat leher Yan Yue dengan panah yang tertancap di punggung sebelah kirinya. Darah mengalir seperti aliran air dari sana. Tepat di depan mata Zhao Juren.
"Jaga dia untukku." Kalimat itulah yang di ucapkan Jiu Fei padanya, sebelum gadis itu tak sadarkan diri.
Dan pada saat yang tepat, bala bantuan datang dari Yanzhi, memukul mundur sisa pasukan Niangxi yang mengepung mereka.
Yang Mulia seperti orang gila membopong Jiu Fei yang sekarat. Membawanya pada sebuah kuil di perjalanan mereka pulang. Disana Jiu Fei di rawat hampir sepekan. Ketika Jiu Fei cukup kuat, Yan Yue membawanya ke istana, memberikan pengobatan dengan tabib terbaik.
Hingga Jiu Fei selamat.
Yan Yue yang masih berusia 17 tahun, seusia dengan Zhao Juren kala itu. Menginginkan Jiu Fei menjadi istrinya. Tak ada yang benar-benar menentang rencana itu. Mereka membiarkan Yan Yue tergila-gila kepada Jiu Fei sampai-sampai mendirikan istana kecil di belakang kediamannya yang diberinya nama istana Chue Lian (Istana cinta pertama) untuk menjadi tempat Jiu Fei tinggal.
Kala itu Raja Yan Houcun tua, ayahanda Yan Yue, sedang sakit-sakitan.
Kecemburuan Zhao Juren tak lagi bisa di bendungnya melihat bagaimana Jiu Fei dengan begitu mudah melupakannya.
Pada Ibu Suri Zhao Li Sui, bibinya yang sudah di anggapnya seperti ibunya sendiri itu, dia menceritakan jati diri Jiu Fei dan bagaimana dia menjalin hubungan gelap dengan Jiu Fei selama perang di perbatasan itu.
Satu hal yang tak pernah di ungkapnya, bahwa karena Jiu Fei lah beratus-ratus pasukan Yanzhi mati dalam satu malam.
Sang bibi murka, tapi Zhao Juren memohon supaya ibu suri mengampuninya.
Jati diri Jiu Fei di ungkapkannya di persidangan dewan istana, tapi karena jasanya melindungi putra mahkota dia tidak di hukum. Hanya saja Yan Yue tak di ijinkan menikahinya secara resmi.
__ADS_1
Saat Raja Yan Houcun mangkat, putra Mahkota Yan Yue di nobatkan menjadi raja menggantikan ayahnya.
Pada hari dia kembali dari penobatan di aula Guangli, Jiu Fei telah di kirim ibu suri ke kuil Sunyen.
Kenapa Jiu Fei akhirnya suka rela meninggalkan istana Chue Lian dan tinggal di kuil itu sebagai bikshu?
Zhao Juren mengetahui dengan pasti, bibinya itu mengancam Jiu Fei dengan kisah hubungan gelapnya dengan Zhao Juren kemudian jika dia bersikukuh tinggal di sisi raja, maka tak bisa di bayangkan kehancuran hati raja muda itu nanti jika mengetahui kekasihnya menipu cintanya dengan berselingkuh dengan sahabatnya sendiri.
Dan lagi tersiarnya hubungannya dengan perempuan dari negara musuh akan di jadikan intrik untuk membuat rakyat tidak mempercayainya. Sakit hati dari rakyat yang kehilangan keluarga sanak saudara dalam peperangan itu, cukup untuk membuat raja muda kehilangan mahkotanya, jika ternyata memperisteri seorang perempuan yang mengkhianati dua negara sekaligus.
Jiu Fei yang tak lagi punya rumah, di kirim ibu suri ke kuil Sunyen sebagai Biksu jika dia ingin melihat Raja Yan Yue tetap berada di tempatnya sekarang.
Tapi tetap saja Yang Mulia Yan Yue merasa patah hati bertahun-tahun karena kepergian Jiu Fei.
Sebelas tahun yang lalu....
Dua laki-laki patah hati bersamaan dan menutup diri bertahun-tahun hanya karena seorang wanita yang sama.
Yang Mulia yang patah hati di dalam istana di kelilingi para selir yang dikawinkan padanya.
Dan Zhao Juren yang patah hati dengan melemparkan dirinya ke setiap medan perang, melepaskan dendam rindunya dengan seribu ayunan pedang.
Desah nafas Zhao Juren di balik ketopong besi yang menutup kepalanya itu, seperti seribu sesal yang tak bisa berpulang pada muaranya.
Kenapa cinta bisa begitu manis dan kejam dalam waktu bersamaan?
Kenangan masa lalu itu, seperti hantu yang mengikuti kemanapun dia pergi.
Jiwa muda yang tak mampu dikendalikan membuat perasaan cinta tak lagi menemukan kemurniannya.
Cinta telah membuatnya menjadi pecundang yang hina, berdiri di tempat gelap sebagai pengkhianat berwajah malaikat.
Pohon-pohon ginkgo ini tetap pohon yang sama dari masa bertahun-tahun yang lalu, pegunungan Yanshan pun tak berubah sama sekali. Mereka adalah saksi bisu, kisah cinta segitiga Putra mahkota Yan Yue, Jiu Fei dan Zhao Juren.
"Tuan Panglima...." seorang prajurit bawahan kepercayaannya tiba-tiba muncul, membuyarkan lamunan panjang Zhao Juren.
Prajurit itu menyerahkan sebuah gulungan kertas kecil.
"Merpati membawa pesan untuk Tuan Panglima."
Zhao Juren menerima gulungan itu. Prajurit itu mundur dari hadapannya dan kembali ke tempat kamp sementara mereka setelah memukul mundur pasukan Niangxi yang beberapa bulan ini dengan berani menduduki sebuah wilayah kecil di perbatasan ini.
__ADS_1
Sejak dulu, perbatasan Yanshan selalu menjadi sengketa abadi dua negara itu.
Di tempat ini, darah tertumpah begitu banyak untuk peperangan karena memuaskan nafsu para penguasa.
Zhao Juren membuka gulungan kertas itu,
Peony merah di ujung jurang,
kuncup muda dalam bahaya.
Elang perak kembali pulang segera.
Tiga kalimat itu membuat Zhao Juren terhenyak. Bahaya apakah yang di maksud sehingga Xiao Yi begitu terancamnya?
Peony merah adalah nama rahasia yang di buat oleh Zhao Juren untuk Xiao Yi.
Jantungnya tiba-tiba berdebar tak karuan, saat membaca kuncup muda dalam bahaya, sekarang dia tak tahu perasaan apa yang menggambar jiwanya membayangkan wanita yang di cintainya itu sedang hamil anak dari laki-laki lain meskipun itu suami sahnya.
Zhao Juren berbalik tergesa menuju kuda coklat tuanya yang tertambat di bawah salah satu pohon Ginkgo, melompat dengan tergesa.
Dalam detik berikutnya, badan gagah itu sudah memacu kudanya dengan cepat menuju kamp sementara pasukannya yang berada tak jauh dari situ.
Xiao Yi, perempuan kedua yang membuatnya tak bisa memalingkan wajahnya sejak pertama berjumpa. Perasaan yang aneh menghampirinya saat melihat Xiao Yi dalam balutan kain sederhana berjalan anggun keluar sebuah kedai teh. Perasaan itu hampir sama ketika dia melihat Jiu Fei pertama kali.
Tapi, Jiu Fei dan Xiao Yi adalah orang yang berbeda. Xiao Yi mempunyai pribadi kuat yang tak tergoyahkan dan kesetiaan cinta yang tak bisa dirobohkan begitu saja. Dia tidak akan menyerahkan dirinya pada sembarang orang dan berani mempertahankan pendiriannya tanpa rasa takut.
Yang sama adalah dua perempuan itu, di cintai oleh Yang Mulia Yan Yue dan mencintai raja itu dengan segenap hidup mereka!
Zhao Juren menggebah kudanya dengan tak sabar, dia telah berjanji pada dirinya melindungi Xiao Yi apapun yang terjadi. Meskipun cintanya tak berbalas.
Dia ingin perempuan yang dicintainya ini bahagia, tidak menjalani jalan yang tragis seperti Jiu Fei, kekasihnya di masa lalu.
Melihatnya baik-baik saja, cukup menjadi alasan untuk Zhao Juren hidup.
Cinta mungkin telah mempermainkan takdir dan nasibnya, tapi tidak mengulang kesalahan yang sama, membuatnya mempunyai harga diri untuk hidup dengan terhormat.
Langit memberikan banyak jalan dalam hidup, manusia lah yang memilih yang mana yang harus di lalui.
...Dukungan dan VOTEnya author tunggu😅...
__ADS_1
...Jangan lupa KOMEN dan LIKE di bawah, please...please...❤️...
...Biar author tambah rajin UP...