SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 37 HATI YANG CEMBURU


__ADS_3

Semua orang sekarang mengarahkan pandangan kepada sang Raja.


Pembelaan dari Yang Mulia Yan Yue seperti angin segar bagi Selir Mei, matanya berbinar-binar, senyumnya mekar sumringah.


Betapa tersanjungnya, ketika Yang Mulia Yan Yue menyebut namanya dan membela dirinya di depan orang banyak. Bahkan ibu suri, yang biasanya lebih menyayanginya di banding selir yang lain tidak melakukan itu.


Dan yang paling membuat selir Mei merasa begitu luar biasa, Yang Mulia membela kebijakannya di depan perempuan yang paling di bencinya di istana ini, yaitu selir Yi.


"Yang Mulia..." Ibu Suri menatap tajam pada Yang Mulia Yan Yue.


"Ini adalah tradisi istana harem, peraturan yang sudah ada sejak lama, tidak boleh di ubah begitu saja!" suara ibu Suri sangat tidak senang.


"Saya rasa selir Mei sebagai penanggungjawab upacara Chusi sudah memikirkan hal ini dengan matang." Ujar yang Mulia dengan suara tegas tak kalah tajamnya.


"Benar Yang Mulia..." Selir Mei merasa berada di atas angin, mendengar pernyataan Yang Mulia yang begitu memihak padanya.


Sungguh menyenangkan menjadi seorang yang merasa menang dari yang lain.


"Dalam pandangan saya, selir Mei melakukan ini demi berjalan lancarnya upacara Chushi ini.


Acara ini akan menjadi kacau jika salah satu peserta tidak mengerti tata aturan dalam pelaksanaannya." kalimat Yang Mulia terdengar tenang.


"Dan tentu saja ini demi kebaikan selir Yi sendiri, dia akan banyak belajar dari kejadian hari ini!" lanjut Yang Mulia dengan pandangan yang begitu tajam dan menusuk kepada Xiao Yi, sementara gadis yang ditatap itu hanya terdiam, bingung dengan ketegangan yang terjadi dikarenakan dirinya itu.


"Tradisi bahwa semua selir mengikuti, sudah menjadi peraturan sejak lama, tidak pernah di rubah oleh generasi keluarga Yan." sergah ibu Suri.


"Tapi, peraturan bisa di sesuaikan untuk kebaikan bersama." sahut Yang Mulia dan kembali duduk di kursinya, seolah mengisyaratkan dia akan menyudahi pembahasan.


"Saya memutuskan, selir Mei dan selir Yi tidak membuat kesalahan sama sekali." lanjutnya kemudian.


Semua orang terheran-heran dengan pernyataan Yang Mulia Yan Yue yang sepertinya berusaha menyelamatkan situasi sampai mengabaikan apa yang menjadi prinsip yang dipegang oleh istana harem sejak dulu.


"Sebaiknya kita segera laksanakan upacara ini sebelum makanan yang di buat oleh semua selirku ini menjadi dingin" Yang Mulia Yan Yue telah memutuskan.

__ADS_1


Ibu suri kembali ke tempatnya duduk, dengan raut wajah yang masih tidak puas.


Suasana kembali tenang, semua selir kembali duduk di tempat masing-masing. Mereka menghela nafas dengan lega. Perdebatan ini tidak menjadi panjang.


"Silahkan dimulai dari selir Nuo..." perintah ibu Suri, kepada selir paling ujung di depan.


"Sebentar...!" tiba-tiba Yang Mulia menghentikan Selir Nuo yang sudah bersiap beranjak dari tempatnya. Dan pelayannya pun terdiam seperti patung, memegang baki yang berisi sebuah mangkok porselen bertutup itu.


Aula sesaat menjadi hening, menunggu apa yang akan di katakan sang raja selanjutnya.


Beberapa kejutan menarik terjadi di aula Qing Ren malam ini dan nampaknya kejutan belum berakhir.


"Karena selir Yi, tidak ikut dalam kompetisi ini sebagai peserta, maka aku mengundang selir Yi untuk duduk di kursi selir kehormatan malam ini..." kalimat Yang Mulia selanjutnya itu tentu saja membuat yang hadir dalam ruangan itu tercengang, terlebih selir Mei, dia merasa seperti di tampar wajahnya.


Dia sudah berusaha sangat keras untuk menyingkirkan selir Yi dari hadapan Yang Mulia, tetapi sekarang wanita itu malah akan duduk mendampingi Yang Mulia sebagai selir kehormatan untuk malam ini.


"Kursi selir utama hanya akan di duduki oleh selir yang dinyatakan memenangkan kompetisi ini, selama belum ada yang terpilih maka kursi itu tetap kosong!" Ibu suri berucap seperti menggeram, wajahnya merah padam.


"Bukankah tidak bagus membiarkan seorang selir duduk menonton saja? sementara yang lain sedang menunjukkan bakti, dia sama sekali tidak melakukan apa-apa, tidak akan membuat suaminya merasa diberkati?"


"Karena selir Yi sangat menguasai tentang mengolah menu hidangan dengan baik, aku rasa tidak ada salahnya selir Yi membantu menjadi juri dalam kompetisi ini." lanjut Yang Mulia.


"Malam ini, saya merasa tidak terlalu enak badan akibat sedikit lelah, khawatir hal ini mempengaruhi indra pengecapku.


Supaya tidak ada yang merasa dirugikan dalam penilaian, akan menjadi sangat baik jika ada yang bisa memberi pendapat untuk pertimbangan yang adil"


Tentu saja, keputusan Yang Mulia ini di sambut dengan tatapan tidak terima oleh para selir yang membenci Xiao Yi, kecuali selir Yuan yang terlihat begitu gembira untuk Xiao Yi.


Sementara Xiao Yi sendiri masih terlihat seperti orang linglung. Hanya bisa mendengarkan, karena jikapun dia memberi pendapat akan menjadi sia-sia.


Sikap Yang Mulia malam ini sedikit berbeda dan keras, seperti menyatakan diri tidak ingin yang dikatakannya di tentang oleh siapapun, bahkan ibu Suri sendiri.


"Dan Yang dipilih tetap akan mendapatkan hadiah seperti yang sudah di atur oleh ibu suri, bukankah itu adil?" Yang Mulia menarik sudut bibirnya sedikit sambil melirik kepada ibu Suri yang tak bisa menyembunyikan kegusarannya.

__ADS_1


Ibu Suri tidak lagi membantah Yang Mulia Yan Yue, dia membiarkan saja raja mengambil keputusan sesuai keinginan hatinya, meskipun dia tidak sepenuhnya setuju dengan apa yang diperintahkan Yang Mulia.


Tapi memperpanjang masalah hanya akan menunda upacara ini menjadi semakin lama.


"Selir Yi, kamu telah mendengarkan dengan jelas apa yang diperintahkan oleh Yang Mulia. Lebih baik, segeralah menempati tempatmu" nada memerintah dari ibu Suri, segera membuat Xiao Yi berdiri. Dia berjalan ke depan dengan ragu, melewati berpasang-pasang mata yang menatapnya dengan iri.


Dan sepasang mata sehitam giok yang juga menatapnya dari sudut, diam-diam terbakar cemburu tanpa di dasari alasan untuk memiliki perasaan itu.


Setelah membungkuk memberi hormat kepada Yang Mulia dan ibu suri, Xiao Yi duduk di kursi yang berada tepat di sebelah Yang Mulia.


Dia tidak bisa menebak sama sekali perasaan pria yang kini tampak begitu acuh dengan tatapan dingin lurus ke depan.


Ibu Suri memberi isyarat kepada selir Nuo untuk maju. Selir berwajah tenang itu berjalan di ikuti oleh pelayannya membawa baki hidangan.


Baki itu diletakkan di depan yang mulia, tutup mangkok porselen itu di buka dan sup yang yang begitu menggiurkan dengan kuah kuning keemasan.


"Saya mempersembahkan sup bashong untuk yang mulia, semoga yang mulia panjang umur..." ucap selir Nuo, selir pertama Yang Mulia ini berusia sekitar 23 tahun, dia memang lebih tua dari semua selir raja. Di kawinkan pada raja setelah Yang Mulia empat tahun dinobatkan menjadi raja oleh provinsi Liangsu, provinsi paling barat negara Yanzhi.


Kemudian selir Xiang Mei, mempersembahkan sebuah masakan berbahan dasar daging yang dibungkus dalam kulit dimsum berbentuk seperti tail perak berwarna coklat keemasan yang sangat mengunggah selera.


Begitupun yang selir yang lain secara bergantian menghantarkan hidangan yang telah mereka siapkan untuk acara ini, berharap menjadi yang dipilih oleh raja.


Kasim Chen, mencicipi setiap masakan lebih dulu memastikan semuanya tidak beracun.


Ketika tiba giliran Yang Mulia mencicipinya, wajahnya tidak menunjukkan reaksi apapun yang akan menunjukkan dia menyukai salah satu dari masakan itu.


"Selir Yi, tolong nilai untukku, hidangan mana yang terbaik, maka aku akan memilihnya menjadi selir yang akan menemaniku malam ini. Aku mempercayakan pilihanmu untukku"


Sekarang, wajah Selir Yi yang bersemu merah, dia merasa dalam dilema, bagaimana mungkin dia yang memilihkan seorang gadis yang akan ditiduri oleh Yang Mulia, sementara hatinya merasa sakit membayangkan Yang Mulia akan memeluk gadis lain selain dirinya.


Selir Yi menyadari, dia merasa sangat tidak rela Yang Mulia melakukannya, diam-diam hatinya menyimpan cemburu dan itu karena dia mungkin telah jatuh cinta pada Yang Mulia!


...Terimakasih readers tersayang yang sudah mengikuti kisah Selir Persembahan🙏☺️...

__ADS_1


...🤗🤗Nantikan episode berikutnya, ya😊...


...Silahkan komen di bawah, jangan lupa like dan dukungannya 🙏☺️...


__ADS_2