SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 139 WASIAT RAJA TUA


__ADS_3

"Tidak ada yang akan memanggilkan tabib untukmu, Yan Yue. Semua orang sudah berpaling darimu."


Gaun ibu suri dari sutra keemasaan begitu kemilau menyilaukan. Wajahnya yang puas itu tujuh kali lebih muda dari usianya.


Seringai aneh itu tampak berkembang di wajahnya.


Kakinya berhenti saat sampai di sebelah Zhao Juren yang masih dalam posisi bersimpuh, matanya sekali lagi mencuri pandang pada keadaan keponakannya ini, seolah memastikan Zhao Juren baik-baik saja.


Mata Zhao Juren begitu merah seperti arang yang dibakar, dia terlihat begitu marah dalam ketidak berdayaannya. Pedang yang dipegangnya terlihat begitu erat dalam genggamannya yang kaku.


"Istana ini telah dikepung bala tentara yang tidak menginginkan dirimu, karena itu sebaiknya kamu menyerahkan tahtamu dengan baik-baik untuk menghindari pertumpahan darah yang tidak perlu." Kata ibu suri melihat pada Yang Mulia, yang rahangnya mengeras seketika.


"Keparat kamu ibu suri...kamu tidak pantas hidup untuk kejahatanmu sebesar ini! Aku sungguh tak menyangka kamu akan melakukan kejahatan sekejam ini..."Yang Mulia mengepalkan tangannya, menahan diri untuk tidak menarik belati yang ada di dalam saku lengan jubahnya.


Sekarang belum saatnya, sekarang belum saatnya...


Kata-kata itu didengungkannya di kepalanya, ketika dia melirik pada pengawal Jian yang berdiri dengan wajah tanpa ekspresi. Dia dan pengawal Cun seperti pagar untuk Yang Mulia dan Xiao Yi yang terkulai dalam pelukannya seperti orang yang sedang sekarat.


Pengawal Cun hanya mengatakan, Jika terjadi sesuatu pada saat upacara penobatannya, jangan melakukan apapun, Xiao Yi telah berpesan hanya ingin Yang Mulia memeluknya saja, sampai waktunya tiba. Biarlah semua ular dan serigala itu menunjukkan taringnya, semua kejahatan tipu muslihat akan mengambang seperti daun kering diatas air, bersabarlah, percayalah pada Xiao Yi, tunggulah sebuah isyarat darinya, maka bertindaklah!


Dua hari sebelum penobatan itu, Xiao Yi mengurung dirinya di dalam wisma Xingwu tanpa ingin ditemui siapapun, bahkan oleh Yang Mulia. Tidak ada yang tahu apa yang dilakukannya kecuali Chu Cu dan pengawal Cun.


Dia dikabarkan mempersiapkan mental dan fisiknya mengikuti upacara penobatan, karena keadannya yang sedang hamil cukup besar itu.


Yang Mulia sangat begitu ingin bangkit dan melompat mencekik perempuan yang berdiri tidak jauh dari hadapannya itu. Tapi tubuh Xiao Yi tak bisa dilepaskannya begitu saja, biar bagaimanapun Xiao Yi telah memberikan pesan yang begitu meyakinkan melalui pengawal Cun, dia tetap mencemaskan istrinya melebihi apapun.


Hatinya sedikit tenang melihat dada Xiao Yi yang masih naik turun dengan halus meskipun tidak kentara. Tapi, entah sampai kapan dia bisa menahan keadaan ini lebih lama. Xiao Yi begitu misterius, bahkan Yang Mulia tak diberitahu apapun padanya, kecuali satu kata "Percayalah padaku"Yang ditulisnya di sebuah saputangan lewat Chu Cu tadi pagi.

__ADS_1


"Kenapa ibu suri melakukan semua ini?" Yang Mulia bertanya sambil memandang sekelilingnya yang nampak berubah menjadi penuh kekacauan, wajah-wajah ketakutan terlihat di sana-sini, di beberapa tempat ada beberapa tubuh yang terkapar saat melakukan perlawanan. Mungkin mereka ada yang terluka, sekarat, bahkan mati.


Pasukan dalam pakaian pemberontak itu benar-benar tangguh, mereka sangat terlatih dalam ilmu bela diri dan penguasaan senjata.


Semua sudah direncanakan oleh ibu suri dengan matang, bersama para pendukungnya yang rela menjilat-jilat padanya untuk bisa mendapatkan jaminan kekayaan dan kekuasaan jika ibu Suri kemudian memegang tampuk kekuasaan secara penuh, seperti yang telah di janjikannya.


"Aku hanya ingin mengembalikan kejayaan Yanzhi dan menyerahkan tahtanya kepada orang yang sungguh berhak." Suara Ibu suri terdengar penuh dengan penekanan. Dia berdiri dengan wajah pongahnya, menatap pada seorang anak yang telah menghancurkan mimpinya, mimpi seorang ibu puluhan tahun yang lalu.


Yan Chyou dan Yan Yaoshan saling memandang dalam ketakutan, mereka sama-sama mengira bahwa ibu suri akan menyebutkan salah satu dari mereka setelah ini. Mereka sangat takut berada di tengah situasi seperti ini.


Tak ada lagi ambisi dari dua pangeran muda itu untuk mengggantikan raja, mereka hanya ingin hidup di dalam ketenangan.


Hari ini mereka menyaksikan sendiri bagaimana sebuah kekuasaan bisa membinasakan banyak orang.


"Siapakah yang berhak atas tahta ini selain Yang Mulia Yan Yue putra sulung dari raja terdahulu, anak dari permaisuri Xu Jiao?" Perdana menteri Xingguan tua akhirnya mengeluarkan suara. Dia sebagai sahabat mendiang raja tua Yan Houcun, dia tahu benar yang menjadi pewaris tahta itu satu-satunya adalah putra pertama raja dari permaisuri utama yaitu Yan Yue.


Dengan wajah tanpa ekspresi di bukanya surat itu, dan terlihat jelas stempel resmi kerajaan di bawah nama raja Yan Houcun.


Lalu di tunjukkannya ke depan mata perdana menteri Xingguan selaku penasihat raja.


Hari kelimabelas bulan ketiga


Saya, Raja Yan Houcun berjanji akan memberikan hak putra mahkota pada anak selir furen Zhao Li Sui, sebagai anak pertama saya saat dilahirkan. Dan berhak menjadi raja Yanzhi selanjutnya.


Raja Yan Houcun.


Perdana Menteri Xingguan tercengang dan menatap dengan mata terbelalak kepada ibu Suri.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin Yang Mulia Yan Houcun menuliskan sebuah perjanjian seperti ini?"


"Dia telah menjanjikan padaku saat mengetahui pertama kali kehamilanku, Xingguan..."Ibu suri menjawab dengan penuh kemenangan.


"Tapi meskipun Yang Mulia telah menuliskan wasiat semacam itu kepadamu, tetap saja kamu tak bisa mendudukkan anakmu sebagai raja."Tukas Perdana Menteri Xingguan.


"Kenapa? Kenapa tidak?" Ibu suri berteriak dengan raut merah padam.


"Apakah anda sudah gila? anakmu meninggal pada saat kamu melahirkannya! Kamu sendiri yang mengumumkannya. Dan lagi permaisuri Xu Jiao seminggu lebih dulu melahirkan putra sebelum anda melahirkan bayi yang sudah meninggal."


"Anakku adalah anak yang pertama Yang Mulia, aku yang lebih dulu hamil dari Xu Jiao, semua orang tahu itu! Hanya saja si keparat Xu Jiao itu melahirkan terlalu awal. Dialah yang licik, dia membuat skenario supaya anaknya tetap menjadi putra pertama!" Tidak pernah ibu Suri begitu berapi-api, selaksa luka masa lalunya seperti muncul kepermukaan dalam sekejap.


"Tapi anakmu sudah mati Li Sui...anakmu sudah mati." Perdana menteri tua menggeleng-gelengkan kepalanya seolah begitu iba dengan perempuan yang dianggapnya bersikap tidak waras itu.


"Bagaimana kalau dia masih hidup...?" tiba-tiba Gubernur Qian Lie maju dengan seringai jahatnya.


Semua orang sekarang sedang melihat kepada Gubernur berwajah pongah itu.


"Berhentilah menjadi jahat, ibu suri..." Tiba-tiba terdengar sebuah suara yang begitu jernih dan tegas. Dari dalam pelukan Yang Mulia.


(Terimakasih tetap bersama novel akak ini dalam rngkaian crazy UP. nantikan episode selanjutnya sebentar lagi, ya...otewe UP malam ini)



...Terimakasih sudah VOTE, LIKE, KOMEN dan memberikan HADIAH sebagai bentuk dukungan....


...I LOVE YOU ALL❤️...

__ADS_1


__ADS_2