SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 92 SELIR DARI IBU SURI


__ADS_3

*Istana Rongyu*


Yang Mulia Yan Yue menunggu dengan tak sabar, jubahnya yang berwarna putih beras itu tampak begitu elegan membalut tubuh gagahnya.


Sebentar-sebentar dia melihat ke pintu sambil mematut-matut dirinya, rasanya begitu gugup dan sangat cemas ada yang kurang dengan penampilannya.


Dia telah mendengar Xiao Yi tiba di wisma Xingwu sejak tadi sore, rasa rindunya membuncah seperti teh di dalam gelas yang di tumpahkan sampai ruah.


Merindu itu sungguh menyiksa, menahan hampir sebulan dalam perpisahan tak terkatakan rasanya. Sekarang, saat yang di tunggu datang, lebih tak sabar lagi ingin bersua.


"Kenapa Yang Mulia begitu gelisah?" Kasim Chen menegur sambil menaikkan alisnya, bingung melihat junjungannya yang benar-benar terlihat resah.


"Apakah sudah di kirim pesan ke Xingwu bahwa aku ingin bertemu dengan selir Yi?" Yang Mulia bertanya tanpa bisa menyembunyikan ketidak sabarannya.


"Saya sudah mengirimkan seorang kasim untuk menyampaikan pesan Yang Mulia." Jawab Kasim Chen sambil melirik kepada Yang Mulia, sedari tadi dia berdiri di tengah ruangan itu, tanpa diijinkan untuk keluar.


Dia harus membantu Yang Mulia berpakaian dan malam ini dia benar-benar cerewet dengan penampilannya. Selalu bertanya,


"Apakah pakaian ini pantas untukku malam ini?"


"Apakah Selir Yi akan menyukaiku jika mengenakan ini?"


"Jika aku mengenakan ban sewarna begini apakah selir Yi akan senang melihatnya?"


Kasim Chen sampai kewalahan menjawabnya.


Seseorang yang jatuh cinta, bisa menjadi konyol dan kekanakan.


Dalam usia setua ini, kasim Chen selalu saja di buat bingung dengan reaksi orang-orang yang kasmaran. Kadang aneh dan berlebihan sampai-sampai membuatnya geleng-geleng kepala.


"Kenapa dia begitu lama?"Yang Mulia nampak gusar.


"Selir Yi baru saja tiba, mungkin saja dia kelelahan dan beristirahat sebentar sebelum menemui Yang Mulia."Kasim Chen mengingatkan.


Yang Mulia mengetuk-ngetuk meja di depannya sambil mengangguk-angguk kepalanya, berusaha menerima kata-kata Kasim Chen.


Sejenak dia berusaha bersabar tapi kemudian tiba-tiba berdiri dengan pias tak puas.


"Jika dia tidak ke sini, aku yang akan datang ke Xingwu." Dia beranjak dari tempatnya dan berjalan ke arah pintu.

__ADS_1


"Yang Mulia...aku akan menyuruh pengawal menyiapkan tandu untuk Yang Mulia." Kasim Chen mendahului ke arah pintu, membukakannya.


Betapa terkejut kasim Chen, saat melihat di depan pintu berdiri ibu Suri.


"Aku ingin bertemu dengan Yang Mulia..." Ibu suri berucap, memberi isyarat untuk Kasim Chen berbalik memberitahukan Yang Mulia akan kedatangannya.


Kasim Chen membungkuk kepada ibu suri dan berbalik, memberitahukan Yang Mulia bahwa ibu suri ingin bertemu.


"Persilahkan masuk."Yang Mulia sedikit menampakkan raut agak tak senang, dia baru saja akan berangkat ke wisma Xingwu dan tiba-tiba saja Ibu suri muncul ingin bertemu.


Tentu saja dia harus menunda rencana pentingnya itu sebentar.


Ibu Suri membungkuk sedikit dan Yang Mulia memberi Salam kepadanya.


"Ada apa ibu suri menemui saya, malam-malam begini?"Tanya Yang Mulia sambil mengerutkan keningnya.


"Ibu Suri bisa memanggilku besok pagi ke istana harem jika memang ada yang penting." Lanjut Yang Mulia.


"Hal ini, sepertinya lebih bagus jika di lakukan malam ini." Ibu Suri menyahut sambil tersenyum misterius.


"Melakukan apa?"Yang Mulia Yan Yue balik bertanya.


"Kenapa hal ini menjadi penting untuk dipermasalahkan?"Yang Mulia sekarang nampak gusar.


"Yang Mulia telah cukup lama bersikap seperti tidak perduli dengan semua istri Yang Mulia, hal ini membuat pergunjingan tidak hanya di dalam istana tetapi juga meluas sampai luar istana. Bagaimana Yanzhi akan mendapatkan penerus jika hal ini terus berlanjut."Seloroh ibu suri.


"Aku rasa, aku belum terlalu tua untuk segera harus menunjuk pewaris tahta." Yang Mulia berkelit.


"Tapi rakyat kadang kala perlu figur yang membuat mereka percaya dan tenang. Pilihan Yang Mulia yang tidak ingin memiliki permaisuri utama cukup membuat rakyat merasa raja mereka berbeda dari raja negara lain tapi setidaknya memiliki calon putra mahkota akan menenangkan." Kata Ibu Suri sambil menyeringai.


"Ayahmu, Yang Mulia Yan Houcun menunjukku sebagai ibu suri tentu menghendaki aku tetap menjadi penasihatmu untuk hal-hal yang berkaitan dengan kehormatan keluarga kerajaan."Lanjut ibu suri mempertegas.


"Dan apa yang bisa ku lakukan sekarang menurut hemat ibu Suri?"Yang Mulia memicingkan matanya dengan curiga.


"Selama ini, tidak ada selir yang cukup membuatmu tertarik. Karena itu, aku telah memilihkan salah satu puteri dari menteri kerajaan, dari keluarga bangsawan terhormat untuk menjadi selirmu yang baru."Jawab ibu suri dengan enteng.


Yang Mulia Yan Yue terperangah mendengarnya, dan di detik selanjutnya ibu suri menepukkan tangannya dua kali.


Seorang gadis muda masuk dengan langkah anggun, menggunakan gaun sutera berwarna merah, Wajahnya yang cantik tampak merona bersinar, sementara rambutnya yang panjang terurai di biarkan lepas. Hanya bagian atas di tarik sedikit membentuk cepol kecil untuk menyisipkan sebuah Buyao warna emas.

__ADS_1


Gadis ini benar-benar cantik dengan kulit putih menggoda dan tubuh padat berisi.


Yang Mulia benar-benar masih belum percaya dengan apa yang ada di hadapannya.


"Ibu Suri, ini sudah melewati batas. Peraturan selama ini, Ibu suri tidak berhak memilihkan raja seorang selir baru yang bukan dari wilayah, kecuali raja sendiri menginginkannya." Suara Yang Mulia bergetar karena amarah.


"Yang Mulia, ini Wen Qiao, puteri Tuan Wen Tianlu, menteri keuangan kita. Akan menemani Yang Mulia malam ini..." Tanpa memperdulikan wajah Yang Mulia bersemu merah padam, Ibu Suri menganggukkan wajahnya sedikit kepada Gadis bernama Wen Qiao itu.


Lalu dengam langkah tanpa dosa, Ibu Suri mundur dua langkah dan berbalik keluar dan menutup pintu.


Yang Mulia berdiri seperti patung, giginya bergemeretak. Dia benar-benar merasa sangat murka dengan tindakan arogansi ibu suri yang menurutnya sangat melewati batas itu.


"Yang Mulia, Wen Qiao memberi hormat kepada Yang Mulia..."Suara gadis itu terdengar halus.


Dia membungkuk dalam-dalam di depan Yang Mulia Yan Yue, sehingga gaunnya jatuh di atas lantai.


"Aku tak memintamu datang kemari!" Yang Mulia berucap dengan suara yang tertahan, berusaha supaya terdengar tidak membentak.


"Ibu Suri meminta saya untuk menemani Yang Mulia malam ini." Gadis ini menjawab dengan berani meskipun kepalanya masih tertunduk.


"Aku tidak ingin di temani oleh siapapun. Jadi sebaiknya kamu segera pergi dari ruanganku."Yang Mulia berusaha menguasai emosinya, dia tahu gadis ini di bawah perintah ibu suri, melempatkan semua amarahnya pada gadis ini tentu saja tidak bijak.


"Ampuni hamba Yang Mulia, saya tidak berani keluar dari ruangan Yang Mulia jika belum menemani Yang Mulia. Ibu Suri akan marah besar kepadaku, jika keluar dari ruangan Yang Mulia sekarang." Wen Qiao menjatuhkan lututnya di lantai dan bersimpuh di sana.


"Jika demikian, kamu boleh tinggal di dalam ruangan ini sampai besok pagi." Yang Mulia membungkukkan tubuhnya, menunjukkan jemari telunjuknya ke arah wajah Wen Qiao.


"Kasim Chen!"


Yang Mulia berteriak dari tempatnya berdiri,


Pintu terbuka dan Kasim Chen muncul dengan raut begitu tegang. Di belakangnya berdiri seorang perempuan dengan gaun warna ungu lembut. Matanya berkilau seperti kejora, memandang lurus ke tempat di mana Yang Mulia berdiri dan Wen Qiao masih bersimpuh di depannya.


"Chenxing...!"


...Dukungan dan VOTEnya author tunggu😅...


...Jangan lupa KOMEN dan LIKE di bawah, please...please...❤️...


...Biar author tambah rajin UP...

__ADS_1


__ADS_2