
(AULA GUANLI)
Suasana aula Guanli menjadi sedikit riuh dan tegang. Dewan Kerajaan yang terdiri dari menteri-menteri tampak hadir bersama beberapa bangsawan penting. Beberapa gubernur dan kepaka suku yang di undang untuk puncak festival musim semi pun hadir dalam pertemuan pagi ini.
Begitupun Gubernur Chie Weiheng dari provinsi Sichuan, ayah dari Selir Chie Yuan yang sedang terbaring dalam keadaan koma karena memakan racun berada di tempat duduknya dengan murka. Wajah itu dari pagi di liputi amarah dan dendam. Seolah haus untuk membunuh orang. Pandangannya sedari tadi hanya ke arah tempat duduk gubernur Qian Lie dan anaknya Qian Ren.
Di tempat yang sama gubernur propinsi Liangsu, Su Zhue ayah Selir Su Nuo dan pemimpin Klan Xian, Xian Bing ayah Selir Xian Wei, Shi Sheng dari wilayah klan Shi je, dimana puetrinya Shi Niang juga merupakan selir ke-4 raja Yanzhi, juga tampak duduk dengan santai, memandang ketegangan yang sedang melanda aula Guanli.
Semua seperti menyimpan fikiran masing-masing atas kejadian ini, duduk diam dan tidak terlibat dalam pusaran masalah adalah pilihan yang bagus saat ini.
Mereka menyembunyikan perasaannya masing-masing untuk mengamankan diri. Jikapun akan terjadi pertikaian maka mereka akan berdiri pada tempat dimana kubu yang mungkin menang.
Melihat dan mengamati perkembangan masalah tentu saja adalah hal yang paling bijak di lakukan.
Gubernur Qian Lie, raut wajahnya begitu masam, semua sepertinya sedang menyudutkan Selir Yi, anak angkatnya.
Bukan karena dia begitu menyayangi Xiao Yi, sesungguhnya nyawa gadis itu tidaklah penting, tetapi setiap orang sepertinya menyebutkan Youwu sebagai asal usul kejahatan membuatnya benar-benar jengkel.
Spekulasi tentang motif peracunan itu seolah-olah Youwu ingin menyingkirkan selir di dalam istana yang merupakan salah satu kekuatan tiap wilayah itu, untuk melemahkan wilayah lain.
Andai itu dilakukan selir Yi, maka seharusnya atas perintahnya, dan di dalam hatinya sana, betapa bodohnya Selir persembahannya itu memilih seorang selir lain untuk menjadi korban dan di lakukan begitu secara terbuka.
Seharusnya dia mengincar orang yang lebih penting dan di lakukan dengan cara yang tidak mengaitkan telunjuk ke arah dahi sendiri.
Gubernur Qian Lie benar-benar merasa kesal dengan kejadian ini.
Kemungkinan terburuk, selir Yi akan dihukum, maka gubernur Qian sudah memikirkan dengan baik, dia akan cuci tangan terhadap masalah ini. Dia akan sukarela menyerahkan gadis itu untuk di hukum mati, sebagai ganjarannya. Tak ada niatnya sama sekali untuk membela.
Dia sudah cukup berani mengeluarkan taring kecilnya di depan gubernur Qian beberapa hari yang lalu, kehilangan gadis itu cukup pantas. Suatu saat dia akan mencari gadis lain untuk di kirim sebagai selir persembahan, yang lebih penurut.
Gejolak rumor itu tidak tertahankan, benar-benar bisa membuat kekacauan dan perpecahan jika tidak segera di redam.
__ADS_1
Selir-selir raja di undang di tempat khusus di belakang tirai, bersama ibu suri, berada di bagian depan sebelah kanan singgasana raja.
Mereka di undang ke aula Guangli sehubungan dengan kejadian yang menimpa salah satu anggota harem mereka.
Semua telah hadir setelah di undang oleh raja Yanzhi sendiri karena menurutnya pada sidang hari ini mereka harus mengungkapkan kejahatan ini dengan benar demi keadilan untuk semua fihak.
Sudah jelas bukti dan fakta, mengarah kepada selir baru Yang Mulia, dan hari ini nasibnya di tentukan oleh dewan sidang ini.
Yang Mulia tiba, dengan baju kebesarannya, baju hitam dengan sulaman naga emas di bagian punggung lengan dan dada.
Di ikuti oleh kasim Chen, dua orang kasim muda, pengawal Jian dan pengawal Cun dengan seragam pakaian pengawal pribadi yang khas beserta pedang di pinggang.
Dia begitu agung dan gagah, wajahnya yang kaku dengan dagu terangkat, membuat ruangan itu seketika hening.
Semua yang hadir berdiri memberi salam dan penghormatan. Mengantarkan Yang Mulia Yan Yue ke singgasananya yang mewah dan megah.
"Hari ini, kita berkumpul secara khusus untuk mengikuti sidang yang berhubungan dengan peristiwa peracunan pada selir Chi Yuan." Ucap Yang Mulia dengan suara yang sedikit lantang tetapi berwibawa.
"Saya menyesalkan kejadian ini, terjadi di dalam istana. Karena kejahatan seperti ini sungguh tidak bisa di toleransi, apapun alasannya" Lanjutnya.
"Puteri saya sedang sekarat, maka saya menuntut keadilan untuk ini." Mata gubernur Chie Weiheng merah membara tertuju kepada gubernur Qian Lie yang mematung dengan rahang mengeras.
"Yang Mulia, apapun yang terjadi kepada puteri saya, dengan ini saya mengajukan permohonan hukuman yang setimpal untuk membayar penderitaan yang di alaminya kepada pelaku kejahatan ini. Saya tidak bisa menerima begitu saja kejadian ini!"
"Saya berjanji, gubernur Weiheng...anda dan selir Yuan akan menerima keadilan! Saya sendiri yang akan memimpin sidang ini." Jawab Yang Mulia tegas.
"Hadirkan tersangka utama dan Tabib Guo ke ruangan ini." Kasim Chen memberi perintah kepada pengawal.
Beberapa saat kemudian, Xiao Yi muncul dengan langkah tegap dalam gaun yang warna cokelat muda sederhana, Yang Mulia telah mengirimnya baju ganti, Chu Cu pun telah membantunya membersihkan diri sebelum di bawa ke aula Guanli.
Yang Mulia sungguh tidak tega, Xiao Yi diperlakukan seperti pesakitan dengan penampilan awut-awutan dan jadi bahan cemoohan meskipun hari ini dia berdiri sebagai seorang tersangka kejahatan.
__ADS_1
Wajah Xiao Yi lurus mengarah ke depan, tidak ada pias takut ataupun gelisah lagi. Seperti mengatakan, andaipun langit runtuh padanya, dia tidak akan gentar.
Sesaat gubernur Qian Lie terpesona dengan penampilan keras Xiao Yi, gadis ini benar-benar berbeda dari yang di lihatnya di Youwu. gadis itu telah menjadi begitu tenang dan kuat.
Yang Mulia dan Qian Ren memandang dengan pandangan yang sama, hanya saja ada terselip perasaan berbeda. Mereka orang-orang yang menyimpan rasa cinta pada gadis itu.
Tabib Guo dan Xiao Yi membungkuk memberi hormat ke singgasana raja. Dan berdiri di tengah-tengah ruangan itu, menjadi sentral perhatian semua yang hadir.
Para selir berbisik-bisik di balik tirai, seolah selir baru itu sebentar lagi akan menemui nasib yang tragis.
"Tabib Guo, ceritakan tentang apa yang dialami selir Yuan." kata Yang Mulia, tangannya mencengkeram bahu singgasananya yang berukir, sungguh tak sabar.
"Yang Mulia, Saya telah memeriksa makanan terakhir dari selir Yuan. Sup yang di makan oleh selir Yuan mengandung racun." Kalimat yang di ucapkan tabib tua itu tentu saja membuat ruangan itu menjadi riuh rendah.
"Pelakunya tentu saja adalah orang yang membuatkan sup itu." Gubernur Xiang, ayah dari Selir Mei menyergah. Dia adalah gubernur Handong yang memang diketahui tidak terlalu baik hubungannya dengan gubernur Qian.
Gubernur Qian melayangkan pandangannya ke arah gubernur Xiang, tatapan tidak suka yang kentara.
Ruangan aula sidang kerajaan itu benar-benar tegang!
(Hari ini author crazy UP ya, lgsg dua episode, maafkan author baru bisa nulis lanjutannya karena baru kembali ke dunia halu dari dunia nyata🙏🤣
Part selanjutnya malam ini, sekaligus membuka siapa tokoh dibalik peracunannya, mohon sabar, lagi author tulis yaaaah😅
Boleh tebak-tebakan yuk, kira-kira siapa dalangnya, tulis di komen yah sambil nemani author nulis episode lanjutannya, yang jawabannya benar otor cium deh🤣 🤭🤭🤭 )
...Yang suka dengan novel ini, kasih dong VOTEnya yaaa🙏😅...
...Jangan lupa KOMEN dan LIKE di bawah, please...please...❤️...
...Biar author tambah rajin UP🙏☺️...
__ADS_1
...Author sayaaaang banget dengan kalian🤭...
...🙏🙏🙏...