
Minggu kedua musim semi itu, adalah hari pernikahan dari Chie Yuan dan Qian Ren.
Dua orang yang mempunyai banyak kaitan dalam kehidupan masa lalu Raja dan Ratu Yanzhi.
Yang satunya pernah menjadi selir raja dan seorangnya adalah kekasih permaisuri Yi di masa lalu.
Setelah dilepaskan oleh ayah dan ibunya di aula gubernur Shicuan, Chie Yuan menaiki kereta pengantinnya yang di kawal oleh petugas upacara, pengawal dari gubernur Shicuan dan pengawal yang dikirim oleh Qian Ren dari Youwu.
Kereta pengantin itu diiringi dengan suara genderang dan sheng yang dikumandangkan serentak di istana gubernur Chie Weiheng.
Para tamu berdiri menyambutnya dengan berdiri di atas permadani merah.
Suara musik terdengar meriah, pernikahan itu benar-benar diselenggarakan dengan meriah. Rakyat Shicuan berkerumun di sepanjang jalan melepaskan kereta dan iring-iringan pengantin itu menuju kota Youwu, propinsi tetangga mereka yang memakan waktu setengah hari perjalanan.
Di belakangnya ada beberapa kereta lain, pengiring pengantin yang ikut serta.
Jemari Chie Yuan terasa dingin, dia tak bisa menahan ketegangannya.
Ayin duduk di sampingnya dengan sebuah kipas dan sapu tangan menyeka keringat dingin sang pengantin wanita itu.
__ADS_1
Meski ini mungkin adalah pernikahan yang kedua, tetap saja dia gugup dan tegang. Tidak pernah seseorang tenang menghadapi saat hari persandingan.
Waktu berjalan begitu cepat, saat lewat tengah hari mereka sudah masuk di perbatasan Youwu, di gerbang itu mereka di sambut oleh suara genderang pula.
Chie Yuan menarik cadar pengantinnya sedikit dan mengintip keluar. Para pengawal dan sebuah kereta berdiri menyambut mereka.
Itu adalah komandan perbatasan yang di tugaskan untuk menyambut kereta pengantin perempuan Tuan Qian Ren.
Dan tak lama kemudian, setelah melewati kota yang mendadak menjadi begitu ramai di pinggir kiri kanan jalan, mereka terpesona dengan rombongan pengantin yang baru saja tiba itu.
Chie Yuan untuk pertama kalinya merasa detak jantungnya berhenti, ketika kereta itu telah memasuki istana wakil gubernur Youwu.
Dibawah sinar matahari yang telah turun, dia mengintip dari balik cadarnya, Qian Ren berdiri dengan begitu gagahnya, rambutnya di gelung tinggi seperti seorang ksatria paling menawan. Pakaian pengantinnya merah menyala, dia tampan dan luar biasa.
Tangannya terulur pada Chie Yuan, telapak tangannya begitu hangat menggenggam jemari pengantin wanitanya.
Chie Yuan tak pernah menyangka jika akhirnya dia menikahi cinta pertama masa mudanya itu, suatu takdir yang tak pernah terpikirkan olehnya saat dia menyerahkan dirinya ke istana Weiyan.
"Aku menunggumu begitu lama Yu'er...sampai rasanya kakiku sakit berdiri di sini."
__ADS_1
Itulah kalimat pertama yang di dengar Chie Yuan dari bibir laki-laki yang akan menjadi suaminya itu.
...***...
Hari beranjak tak tertahan, di atas kota Youwu yang masih dingin meskipun di daerah lain sudah menghangat.
Malam turun dengan tak sabar, mengusir matahari dengan cepat ke cakrawala barat.
Setelah beberapa ritual pernikahan dan perjamuan pesta yang di laksanakan dengan khidmat, untuk ukuran pernikahan dua orang bangsawan, terasa sangat sederhana.
Tapi, Qian Ren dan Chie Yuan bersepakat mereka tak ingin bersikap begitu tak perduli dengan kesulitan akibat musibah banjir yang baru saja di alami oleh sebagian masyarakat Youwu itu.
Sebagai pemimpin, Qian Ren ikut merasakan apa yang menimpa rakyatnya, meskipun hari itu adalah hari bahagianya, dia tak ingin berlebihan merayakannya.
Malam pengantin itu akan segera tiba, Chie Yuan tetap saja gemetar saat duduk di pinggir tempat tidur dengan pakaian pengantinnya yang masih lengkap, menunggu Qian Ren membuka cadarnya.
Suara langkah Qian Ren yang perlahan menapaki lantai membuat dadanya berdebar-debar. Ini adalah malam pengantinnya dengan Qian Ren, meski mungkin bukan malam pertama bagi mereka berdua, tapi Chie Yuan tetap saja berdebar-debar
__ADS_1
...Terimakasih sudah membaca ekstra part dari novel selir Persembahan, jangan lupa Vote dan dukungannya, yaaa❤️❤️❤️...