SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 30 RINDU YANG MEMBATU


__ADS_3

Xiao Yi, belum bisa melepas pandangannya dari sosok Qian Ren, yang berdiri dengan dengan sikap masih membungkuk dengan wajah tertunduk di hadapan Yang Mulia Yan Yue.


Tak terbersit sedikitpun di dalam benaknya akan bertemu dengan Qian Ren dalam waktu secepat ini dan di hadapan Yang Mulia langsung.


"Berdirilah..."


Mendengar kata-kata Yang Mulia, Qian Ren segera berdiri tegak. Dia memiringkan badannya sedikit menghadap Xiao Yi.


Mata mereka berdua sesaat saling bertukar pandang. Pandangan yang tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


Segunung rindu yang mereka simpan rapat di dalam dada, membuncah seketika, namun kesadaran membungkamnya menjadi segumpal batu, mengeras dan kehilangan bentuk.


Betapa canggungnya situasi ini, sepasang kekasih yang saling merindu berdiri dengan kaki terpaku oleh batasan nyali dan keberadaan yang tak mungkin dirobek hanya dengan sedikit keberanian.


Xiao Yi berdiri sebagai seorang selir dari seorang junjungan negara ini, bahkan orang terkuat sekalipun berfikir ribuan kali untuk merebut wanita milik rajanya.


Sementara Qian Ren di sisi yang lain, hanya seorang anak gubernur yang menghamba, menatap kekasih yang di cintainya dimiliki orang lain di depan mata kepalanya sendiri, bahkan dengan suka rela telah di serahkan oleh orang yang paling dihormatinya di dunia ini, ayahnya sendiri.


Qian Ren membungkukkan badannya, memberi hormat kepada Xiao Yi.


Sakit di hati keduanya, seperti tersayat sembilu yang paling tajam. Perih sampai ke jantung. Qian Ren, hampir tak bisa melakukannya, membungkuk pada orang yang pernah berjinjit mendongak kepadanya, hanya untuk meminta sebuah kecupan hangat. Ini benar-benar menyakitkan.


Xiao Yi lebih terluka, menerima penghormatan dari seseorang yang selalu memeluknya dalam setiap situasi perasaannya, di masa lalu.


Sekarang seperti seorang bawahan yang rendah, dia membungkuk pada Xiao Yi.


Sungguh seperti mengolok-olok.


Mereka berdiri begitu dekat, tapi seperti orang asing yang hanya bertemu sekilas di sebuah keramaian, kemudian saling melupakan.


Xiao Yi menggerakkan kepalanya sedikit, membalas salam penghormatan yang diterimanya.


"Kalau aku tidak salah, kalian adalah saudara dari Youwu..." Yang mulia memecah kecanggungan mereka berdua.


Saudara? Xiao Yi terpana sesaat, kemudian menyadari satu hal, gubernur Qian Lie telah mengumumkannya sebagai puteri angkatnya. Tentu saja, siapapun akan memandang mereka sebagai sepasang saudara angkat.


"Benar Yang Mulia" Qian Ren menjawab segera sebelum Xiao Yi mengatakan apa-apa.


"Baguslah...selain kalian bisa saling melepas rindu, kita bisa mendiskusikan beberapa hal malam ini" Yang Mulia Yan Yue mengelus dagunya, dengan jari telunjuk dan jempolnya, seolah sedang memikirkan sesuatu.


"Duduklah..." yang Mulia Yan Yue membuka tangannya sedikit, mempersilahkan mereka duduk di sebuah kursi pada bagian agak bawah tempatnya sekarang duduk.


Qian Ren mundur beberapa langkah dan mengambil tempat di depan sebelah kiri Yang Mulia, sementara Xiao Yi bersiap beranjak, mengambil tempat yang berlawanan dari tempat Qian Ren.


"Selir Yi..." tiba-tiba Yang Mulia memanggil Xiao Yi.

__ADS_1


Xiao Yi mengangkat wajahnya,


"Ya, Yang Mulia..."


"Duduklah di sebelahku!" Yang Mulia memberi kode dengan menoleh pada sebelah kiri tempatnya duduk.


Xiao yi sejenak ragu, tapi mata Yang Mulia tampak menuntut supaya dia mematuhinya.


Dengan langkah kecil dan hati-hati, Xiao Yi menaiki undakan menuju kursi yang Mulia. Dan duduk disebelah Yang Mulia Yan Yue dengan wajah yang tegang.


Dia seperti seorang anak yang baru saja kedapatan mencuri segenggam gula dari dapur ibunya, menunggu sangsi dijatuhkan.


Sementara Qian Ren mengantar langkah pelan gadis itu, dengan perasaan yang campur aduk.


"kamu diutus langsung oleh gubernur Qian ke Yubei?" tanya Yang Mulia yan Yue.


"Benar Yang Mulia."


"Menurut kasim Chen, kamu adalah putera ketiga gubernur Qian Lie..."


"Benar Yang Mulia"


"Selir Yi tidak pernah menyinggung semua keluarganya di Youwu, baru malam ini Selir Yi berbicara tentang kecemasannya" Yang Mulia melirik pada Xiao Yi ang menunduk.


"Orangtua Selir Yi adalah kerabat dekat keluarga Qian, Yang Mulia. Ayah saya mengangkat Selir Yi menjadi puteri angkatnya, mengingat Selir Yi masih mempunyai hubungan keluarga yang tidak terlalu jauh."


Xiao Yi menelan ludahnya yang terasa pahit. Betapa berbedanya, sosok laki-laki yang kini berada di depannya saat ini. Harus berbohong begitu rupa, entah untuk tujuan apa di dalam niatnya. Tapi Xiao Yi merasa kehilangan sebagian dari tempatnya berpegang.


Xiao Yi tahu benar, Keluarga Xiao tidak mempunyai hubungan darah dengan keluarga Qian. Gubernur Qian Lie telah memaksanya secara sepihak untuk menjadi bagian dari keluarganya dibawah intimidasi, demi ambisi gubernur Qian sendiri.


Secuil harapan Xiao Yi, Qian Ren akan mengatakan hal yang jujur tetang keberadaannya, tapi dia tahu itu adalah harapan mustahil.


"Selir Yi, tentunya kalian berdua sudah cukup dekat mengingat hubungan kalian seperti yang dituturkan oleh..." Yang Mulia berhenti di kalimat itu, alisnya mengernyit.


"Hamba Qian Ren yang mulia..." sahut Qian Ren cepat sambil menangkupkan telapak tangan didepan dada.


"Ya, kalau boleh aku memanggilmu saudara Qian" tawar Yang Mulia kemudian.


"Hamba sangat tersanjung dipanggil demikian Yang Mulia" sekali lagi Qian Ren membungkuk dari tempatnya duduk.


"Tentu saja aku pantas memanggilmu saudara Qian, mengingat hubunganmu dengan istriku selir Yi adalah saudara angkat."


"Selir Yi, kamu boleh mengikuti pertemuan ini, siapa tahu setelah mendengarkan kabar yang dibawa langsung oleh saudara Qian kecemasan hatimu bisa sedikit menyusut"


Xiao Yi mengangguk kepada Yang Mulia Yan Yue, dia sekarang kehilangan kata-kata. Di depan dua pria yang punya status tersendiri dihatinya itu.

__ADS_1


"Separah apakah banjir di Youwu tahun ini, menurut pengamatan langsung dari saudara Qian sebagai penduduk yang tinggal di Youwu?" tanya Yang Mulia, sekarang wajahnya menjadi sangat serius.


"Lebih parah dari tahun sebelumnya Yang Mulia, pemukiman penduduk di sekitar sungai Yalu bahkan hanyut ketika sungai itu mencair dan meluap beberapa hari yang lalu. Kerusakannya melanda beberapa desa terdekat sangat parah"


dada Xiao Yi benar-benar berdegup tidak karuan, hampir saja dia melontarkan pertanyaan tentang tempat tinggal orangtuanya yang juga berada cukup dekat dengan sungai itu. Tapi urung dilakukannya, karena dia tidak berhak menyela pembicaraan ketika Raja sedang berdiskusi serius dengan siapapun.


"Bagaimana dengan korban jiwa?"


"Pada saat banjir melanda tidak ada korban jiwa Yang Mulia , semua disekitar bantaran sungai Yalu sudah mengantisipasi dengan mengungsi ketempat yang lebih tinggi, mengingat mencairnya sungai ini adalah sesuatu yang terjadi di setiap tahunnya"


Sekarang, Xiao Yi bisa bernafas dengan lega, setidaknya dia tahu keluarganya baik-baik saja.


"hanya saja tempat tinggal mereka banyak yang hancur" lanjut Qian Ren.


"Apakah bahan makanan masih cukup untuk persediaan bertahan beberapa hari?"


"Persediaan sudah sangat tipis Yang Mulia, bantuan dari propinsi yang berdekatan cukup membantu. Tetapi bantuan dari kota raja, sebagian tidak sampai pada posko terdekat"


"Apakah kamu tahu penyebabnya?"


"Menurut yang selamat, bantuan itu di rampok diperbatasan antara Sichuan dengan Youwu"


Yang Mulia menarik nafasnya berat, ada perasaan geram yang ditahannya.


"Apakah kamu mengenal wilayah tempat kejadian perampokan itu terjadi?"


"Ya, Yang Mulia..."


"Baiklah saudara Qian, kamu boleh beristirahat malam ini, besok kita akan bicarakan hal ini kembali dengan beberapa menteri yang terkait mengurus hal ini" Yang Mulia menyudahi pertemuan itu.


"Besok, kamu boleh bertemu dengan Selir Yi, di wisma tamu. Mungkin Selir Yi ingin mendengarkan kabar lebih banyak tentang keluarganya"


"Terimakasih Yang Mulia"


Qian Ren segera berdiri dan kemudian mengundurkan diri dengan di antar keluar oleh kasim Chen. Sekarang hanya tinggal Xiao Yi duduk dengan jengah di sebelah yang Mulia Yan



Bonus Visualisasi episode ini adalah burung alap-alap yang ada di episode sebelumnya, sesuai request salah satu reader "Selir Persembahan". Semoga suka yaaaaa....🤗❤️


...Terimakasih readers tersayang yang sudah mengikuti kisah Selir Persembahan🙏☺️...


...🤗🤗Nantikan episode berikutnya, ya😊...


...Silahkan komen di bawah, jangan lupa like dan dukungannya 🙏☺️...

__ADS_1


__ADS_2