SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 67 MENGUNGKAP KEBENARAN


__ADS_3

Yang Mulia mengangkat tangannya, membuat seketika suasana hening. Mereka tahu, jika tangan itu terangkat, Yang Mulia merasa tidak senang.


"Lanjutkan tabib Guo!" Perintahnya.


"Racun itu berasal dari dalam kelopak bunga lili es, bentuknya seperti jarum kristal, jika masuk ke dalam cairan panas maka akan mencair, larut dan berbaur tanpa terdeteksi. Bunga langka ini hanya tumbuh pada daerah sungai di utara Yanzhi, hanya tumbuh pada musim dingin. Orang yang memakan racun ini akan meninggal karena kerusakan organ jika memakan dengan jumlah cukup banyak."


Wajah cemas gubernur Weiheng bercampur dengan amarah, membuat wajahnya merah padam. Tangannya terkepal seperti siap untuk menghancurkan sesuatu.


"Beruntung selir Yuan mengkonsumsi dalam jumlah sedikit. Selir Yuan sudah melewati masa kritisnya, dia sudah sadar. Hanya saja tubuhnya menjadi lumpuh dan kehilangan suaranya." lanjut tabib Guo dengan hati-hati.


"Yang Mulia, aku mohon ijinkan tanganku sendiri yang akan menghukum orang yang telah membuat penderitaan anakku sedemikian besarnya! Bahkan untuk hidup saja anakku seperti mayat!" Suara geram yang penuh kegetiran dari gubernur Weiheng itu terdengar begitu menyedihkan. Matanya sekarang tertuju tajam pada gadis di sebelah tabib Guo.


Mata Xiao Yi yang menatap lurus kepada singgasana raja itu, berkaca-kaca. Mendengar penderitaan temannya itu membuatnya merasa begitu bersalah, andai orang yang menimpakan kesalahan itu padanya menginginkan kehancuran Xiao Yi, maka sungguh tidak adil meletakkan penderitaan sebesar itu pada selir Yuan yang tak tahu apa-apa.


"Siapakah yang membuatkan sup itu?" tanya perdana menteri Xingguan sambil memicingkan matanya.


"Saya yang membuatnya untuk selir Yuan." Jawab Xiao Yi dengan suara tegas.


Seketika ada sedikit keributan saat mendengar pengakuan gadis itu yang begitu berani.


"Sudah sangat jelas, Yang Mulia...! Selir Yi mengakuinya bahwa dia yang membuat sup itu!" Ibu Suri berdiri dan keluar dari belakang tirai.


Ibu Suri yang masih sangat cantik itu, tampak menunjukkan raut puas.


"Hadirkan saksi pada saat kejadian!" perintah Yang Mulia, tiba-tiba. Mengacuhkan kehadiran ibu suri.


Selir Nuo dan selir Wei keluar dari belakang tirai. Berjalan ke tengah ruangan dan memberi penghormatan kepada Yang Mulia.


"Kami ada di ruang selir Yuan pada saat kejadian itu" selir Wei membuka suara.


"Apakah kalian melihat sendiri kejadian itu?" tanya perdana menteri Xingguan.


"Kami berada di dalam ruangan itu saat selir Yi datang membawa sup yang telah di buatnya untuk selir Yuan." Jawab selir Nuo dengan hati-hati.


"Saya sendiri yang menerima sup itu ketika selir Yi mengantarkannya dan menyaksikan selir Yuan memakannya sebelum kemudian mengalami keracunan!" Tambah selir Wei dengan begitu bersemangat.

__ADS_1


"Memang selir Yi yang membuat dan mengantarkan sendiri sup itu. Tapi...tidak ada bukti bahwa selir Yi memasukkan racun ke sup itu karena kami tidak melihatnya langsung." sahut selir Nuo, begitu lembut dan tenang.


Xiao Yi tak sekalipun menoleh kepada mereka yang berbicara, memperdebatkan dirinya. Matanya hanya memandang lurus kepada Yang Mulia, hatinya bergetar hebat. Mencari kekuatan dari orang yang dicintainya itu, berharap melewati hari ini dengan segera.


"Bukti apa lagi yang harus dicari? Orang yang membuat sup itu lah yang bertanggungjawab. Dia bisa memasukkannya sendiri sebelumnya." Kalimat tuduhan itu terdengar menyakitkan di telinga Xiao Yi, dari mulut ibu suri.


"Hukumlah selir Yi, jika memang buktinya demikian!" gubernur Qian berdiri dari tempat duduknya. Wajahnya yang memerah dan tidak menunjukkan keberatan sama sekali.


"Ayah...!"Qian Ren berdiri mendadak, matanya menatap ayahnya, menantang.


"Yang Mulia, saya yakin selir Yi tidak bersalah. Saya memohon, berikan kesempatan untuk selir Yi membela diri..." Qian Ren maju ke depan Yang Mulia, berlutut dengan wajah penuh permohonan


Sejenak Xiao Yi terpana dengan apa yang dilakukan oleh Qian Ren, pertama kali dia menentang keputusan ayahnya, dan dilakukannya di depan orang banyak.


Sebersit raut aneh berkelebat di wajah Yang Mulia melihat sosok yang dia tahu pernah menjadi kekasih Xiao Yi itu.


"Saya tidak perlu membela diri untuk sesuatu yang tidak saya lakukan. Saya tidak meracuni selir Yuan." Suara Xiao Yi begitu datar.


"Jika saya benar-benar ingin meracuni selir Yuan, maka saya tidak akan begitu bodoh membuat semua orang menuding saya dengan mudah, mengarahkan semua bukti kepada wajah saya sendiri." Kata Xiao Yi dengan berani.


"Ibu Suri, berikan kesempatan untuk selir Yi berbicara!" Yang Mulia berucap tegas, membuat muka ibu suri merona, jarang sekali Yang Mulia menyelanya ketika berbicara.


"Selir Yi, tidak akan melakukan hal seperti itu..."


Qian Ren menjatuhkan kepalanya ke lantai batu itu, dengan penuh keyakinan.


"Berhentilah bersikap bodoh, Qian Ren...!" Dengus gubernur Qian Lie dari tempatnya duduk, tangannya terkepal menahan kemarahan. Matanya mengawasi anaknya itu dengan gigi yang bertangkup geram. Jika bukan karena berada di dalam sidang yang terhormat ini, mungkin dia akan menyeret Qian Ren karena telah mempermalukan diri begitu rupa dan merendahkan harga diri Gubernur Qian Lie dengan memohon pengampunan pada seorang perempuan yang bisa merusak nama baik seluruh kota Youwu.


"Ijinkan saya membawa seorang saksi sekaligus pelaku peracunan selir Yuan, Yang Mulia"


Tiba-tiba seorang lelaki gagah dengan pakaian militernya berjirah besi seperti seekor phoenix yang gagah menawan, masuk ke ruangan itu. Panglima muda Zhao Juren tampak begitu tampan seperti seorang dewa yang baru turun dari langit. Tangannya mencengkeram dengan kuat lengan seorang perempuan pelayan kurus berwajah tirus yang gemetaran ketakutan, pelayan Huanran.


Mata Ibu suri seperti seekor burung hantu, terkesima seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Tatapannya menghujam seperti belati, bukan kepada pelayan yang baru di bawa itu, tetapi kepada Panglima muda Zhao Juren.


Sesungging senyum tipis, sekilas tampak di bibir Yang Mulia, menikmati setiap wajah yang kini melotot kepada dua orang itu.

__ADS_1


Xiao Yi, Tabib Guo, selir Nuo dan Selir Wei memberi jalan untuk dua orang yang baru datang itu.


"Silahkan, Panglima Zhao Juren, aku memberi ijin kepadamu..." Kata Yang Mulia, datar dan puas.


Tadi malam dia telah mempercayakan Huanran di bawah pengawasan langsung Zhao Juren supaya bisa di hadirkan pagi ini di dalam sidang aula Guanli. Agak aneh memang, seorang panglima terlibat dalam urusan dalam istana seperti ini, tapi Zhao Juren dengan sukarela mengajukan diri melindungi satu-satunya saksi kejadian ini.


"Pelayan ini adalah orang yang membantu membawakan rantang tempat sup itu dari dapur istana setelah selir Yi memasaknya. Dia telah mengakui bahwa dia memasukkan racun itu ke dalam sup, saat perjalanan menuju kediaman selir Yuan" Kata Zhao Juren, masih begitu datar tapi sangat lugas.


Suara riuh bersahutan di dalam aula Guanli, ada yang terkejut, banyak yang heran dan marah, tidak menyangka ada orang lain selain selir Yi terlibat dalam masalah ini.


"Kita akan mendengarkan alasan kenapa dia memasukkan racun ke makanan selir Yuan!" Suara Yang Mulia yang begitu lantang dari atas singgasananya membuat semua terdiam di tempatnya.


"Ampuni hamba Yang Mulia, ampuni hamba...tolong ampuni hamba..." Huanran menangis sambil menjatuhkan badannya di lantai.


"Katakan kenapa kamu melakukannya?" Tanya Yang Mulia. Zhao Juren mematung di belakang pelayan itu, wajahnya yang dingin bertatapan dengan ibu suri yang dari tadi menatapnya penuh dengan misteri.


"Hamba melakukannya, karena di suruh oleh seseorang..." Jawab Huanran dengan ketakutan.


Sekarang, suasana yang tegang menjadi hening. Menatap pelayan itu, menunggu.


Huanran mengedarkan pandangannya dengan takut-takut, melihat banyak mata yang berkilat marah kepadanya.


Matanya berhenti pada dua orang wanita yang berdiri di samping kanannya. Kepalanya mendonggak menunjukkan wajah sembab dan mata bengkaknya. Badannya yang ringkih itu gemetar, lalu dengan suara bergetar dia berkata,


"Orang yang memerintah saya melakukannya adalah...selir Nuo!"


...Yang suka dengan novel ini, kasih dong VOTEnya yaaa๐Ÿ™๐Ÿ˜…...


...Jangan lupa KOMEN dan LIKE di bawah, please...please...โค๏ธ...


...Biar author tambah rajin UP๐Ÿ™โ˜บ๏ธ...


...Author sayaaaang banget dengan kalian๐Ÿคญ...


...๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™...

__ADS_1



__ADS_2