SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 96 MENYEMBUNYIKAN KEHAMILAN


__ADS_3

Wajah tegang hampir murka dari ibu suri seketika berubah pias menjadi sesungging senyum puas.


"Yang Mulia tidak curiga padamu?" Ibu Suri mencondongkan badannya dengan sikap waspada.


"Tidak Yang Mulia ibu suri, Yang Mulia raja mengira selir Yi hanya kurang enak badan." Sahut tabib Li Sung, di sambut seringai ibu suri yang puas.


Dia berbalik ke arah kursinya mengambil sesuatu dari kotak di meja, sekantong tail perak.


Kantong itu di berikannya ke tangan tabib Li Sung yang langsung menyambutnya dengan wajah berbinar.


"Kamu harus tetap memantau perkembangan selir Yi, memastikan bayi itu tidak akan sempat hidup di rahim selir Yi. Jika tugas ini selesai, aku kan memberikanmu lebih banyak tail perak lagi di tambah emas." Janji ibu suri.


Tabib Li Sung tampak girang, menyelipkan kantong tail perak yang di berikan oleh ibu suri.


"Saya mohon diri, Yang Mulia ibu suri tentunya hendak beristirahat. Kecantikan Yang Mulia pasti semakin bersinar dengan tidur yang cukup." Mulut manis tabib Li Sung memang penuh bisa.


Ibu Suri tertawa senang sambil menepuk-nepuk pipinya sendiri. Tawa itu mengantarkan tabib Li Sung sampai di balik pintu.


Suasana hatinya berubah senang, memikirkan kehidupan tragis selir Yi dalam satu minggu ke depan.


"Perempuan sombong itu pasti akan merasakan kesedihan luar biasa yang membuatnya tidak bisa memikirkan apa-apa lagi. Alangkah baiknya dia menjadi kehilangan akalnya setelah ini, sehingga tidak perlu menjadi ancaman lagi untukku"


Ibu Suri membatin dalam hati, seringai licik itu tak lepas dari bibirnya.


...***...


Xiao Yi terbangun ketika cahaya matahari pagi mengenai wajahnya, menembus lubang angin di atas jendela ruangan Yang Mulia.


Begitu dia membuka mata, tatapannya segera bertemu dengan pandangan lembut Yang Mulia.


Mereka berdua masih terbaring di atas tempat tidur saling berpelukan.

__ADS_1


"Chenxing, kau sudah bangun?" Yang Mulia mengusap rambut Xiao Yi. Matanya yang kuyu, mengisyaratkan bahwa dia hampir tak tidur sepanjang malam.


Xiao Yi mengedipkan dua matanya sambil mengembangkan senyum, betapa dia sangat merindukan wajah yang sedang menatapnya ini. Bahkan di mimpinya pun dia bisa melukisnya dengan sempurna.


"Yang Mulia...."Xiao Yi mengangkat jemarinya, memberanikan dirinya menyentuh pipi Yang Mulia.


"Rasanya lama sekali tak melihatmu, Yang Mulia."Xiao Yi mendesah, dadanya terasa berdebar hangat.


Betapa ingin dia mengatakan satu rahasia kepada Yang Mulia tentang dirinya, yang mungkin akan mengubah banyak hal dalam istana ini.


Tapi Xiao Yi berusaha menahan diri, dia ingat pesan ibunya sebelum kereta membawanya ke Yanzhi.


"Ceritakan pada Yang Mulia pada saat yang tepat."


Setelah latihan pedang dengan Xiao Ying, malamnya Xiao Yi mengalami kram di perutnya, badannya terasa sakit, kepalanya pusing.


Dia mengira, itu di akibatkan kelelahan karena telah lama tidak melakukan gerakan-gerakan yang cukup ekstrem saat beradu permainan pedang dengan kakaknya.


Saat ibunya memeriksa keadaannya, menempelkan jemarinya di nadi Xiao Yi. Sejenak mata ibunya tak berkedip. Lalu tangan itu berpindah ke pangkal leher Xiao Yi seperti mencari denyut yang lain.


"Kamu sedang hamil..."


Suara ibunya itu tidak keras tapi seperti bunyi petasan di telinga Xiao Yi.


"Hamil...?" Mulut Xiao Yi ternganga tanpa bisa melanjutkan kata-katanya.


Perasaan bingung dan gugup karena ini pengalaman pertama dalam hidupnya bercampur aduk dengan rona kebahagiaan yang tak bisa di ungkapkannya.


"Kenapa kamu tak menyadari hal sebesar ini?" Bola mata Ibu Xiao Yi sebesar biji gojiberi, seolah akan melompat dari tempatnya. Dia ingat dengan cerobohnya Xiao Yi bergerak begitu banyak saat melakukan latihan bela diri bersama kakaknya, dan itu sangat berbahaya bagi perempuan yang sedang hamil di usia muda seperti ini.


Xiao Yi tidak bisa menjawab, selama ini dia mengalami datang bulan terlambat adalah hal yang biasa, dia tidak terlalu memikirkannya.

__ADS_1


Tapi cukup aneh dia untuk belakangan ini, dia tidak disambangi hal rutin itu hampir dua bulan, hanya saja karena dia begitu fokus dalam pemulihan selir Yuan, dia melupakan masalah itu.


"Janin ini berusia dua bulan lebih, ini adalah saat rawan terjadi keguguran. Kita tidak tahu kondisi bayi di dalam, karena itu kamu harus menjaganya dengan benar dan hati-hati." Sang ibu menatap Xiao Yi dengan pandangan penuh peringatan.


"Jangan pernah lagi bertindak ceroboh dengan berlaku sesukamu, janin ini belum melekat sempurna jika tidak melewati tiga purnama. Apa yang kamu makan dan apa yang kamu minum sangat berpengaruh terhadap kondisi anak di dalam kandunganmu ini." Lanjut ibunya.


"Rahasiakan kamu tahu tentang kehamilanmu ini dari siapapun sampai janin ini melewati tiga bulan. Biarkan Tabib Guo saja yang memeriksamu dan memberikanmu obat jika di perlukan."


"Kenapa begitu ibu? Bukankah Yang Mulia harus segera tahu?" Wajah Xiao Yi yang tadinya begitu riang tampak menjadi bingung.


"Ibu merasakan denyut lemah bayi ini, ibu takut terjadi sesuatu pada bayi di dalam kandunganmu. Orang yang iri padamu akan banyak jika mendengarkan hal sebesar ini, mereka bisa saja melakukan apa saja padamu. Ibu telah banyak mendengar tentang cerita-cerita seperti ini di dalam lingkungan istana." Ibu Xiao Yi menghela nafasnya dengan wajah cemas yang tak bisa di sembunyikan.


"Ibu harap, kamu bisa menjaga bayi ini sampai melewati tiga bulan pertama. Dan ceritakan kehamilanmu ini pada saat yang tepat pada Yang Mulia, jika kamu menceritakan terlalu cepat ibu takut euforia Yang Mulia akan membuatnya mengumumkan kehamilanmu dengan cepat. Itu bisa mengundang bencana bagimu, karena tidak semua orang senang dengan berita ini. Ibu akan membekalimu dengan beberapa ramuan obat untuk kandunganmu, sampai tabib Guo memeriksamu."


"Ibu, apakah bayiku tidak apa-apa?" Xiao Yi memegang tangan ibunya dengan kuatir.


"Bayi dalam kandunganmu, denyutnya lemah dan tak beraturan. Kondisinya tak biasa dari seharusnya. Tapi ibu akan berusaha membantumu dengan beberapa ramuan penguat kandungan. Tabib Guo akan lebih mengerti ibu rasa. Tapi, kamu tidak perlu kuatir, selama kamu berhati-hati Yi'er dan lebih memperhatikan dirimu, bayi ini pasti akan baik-baik saja."Ibu Xiao Yi tersenyum menenangkan Xiao Yi.


"Ingatlah, jangan pernah memakan ramuan apapun, kecuali yang ibu berikan. Ibu percaya Yi'er, kamu adalah puteri ibu yang pintar, kamu akan bisa menjaga dirimu dengan baik."


Suara ibunya itu, masih terngiang jelas di kepalanya. Dan terus membuat dirinya mengingat untuk tidak bersikap ceroboh dalam melindungi diri dan janin yang di kandungnya itu.


Apapun yang terjadi keselamatan bayi dalam kandungannya adalah yang utama baginya.


"Chenxing...."Yang Mulia menepuk lembut pipi Xiao Yi, menyadarkan lamunannya.


"Kamu memikirkan apa?"Tanya Yang Mulia.


"Aku memikirkan Yang Mulia...."Xiao Yi tersenyum lebar dan di detik berikutnya dia merapatkan tubuhnya pada Yang Mulia dan menyusup di balik dada bidang sang raja tampan itu.


...Dukungan dan VOTEnya author tunggu😅...

__ADS_1


...Jangan lupa KOMEN dan LIKE di bawah, please...please...❤️...


...Biar author tambah rajin UP...


__ADS_2