Senja Untuk Nathan 2

Senja Untuk Nathan 2
128


__ADS_3

Nathan berjalan cepat ke arah pintu keluar. Sesekali dia menoleh kebelakang memastikan tidak ada yang mengikutinya. Beberapa wanita yang tertarik dengan ketampanan Nathan berusaha mencegah langkah Nathan dengan menggodanya. Namun dengan cuek Nathan segera berlalu dari hadapan mereka.


" Tuan Nathan!" Teriak Mark yang telah berlari cepat ke arahnya.


Nathan segera mengambil langkah seribu menghindari Mark. Tidak pernah menyangka jika klien yang dia temui hari ini sedikit gila. Nathan segera memasuki mobilnya dan langsung menancap gas tepat ketika Mark sudah dekat dengan mobilnya. Nafas Nathan sedikit tersengal- sengal karena berlari. Sedikit kekacauan yang dia buat karena berlari dari kejaran Mark. Menabrak seorang waitrees hingga minuman yang dibawanya tumpah juga terkena baju Nathan. Dan beberapa pengunjung juga pegawai yang dia tabrak.


Entah mimpi apa semalam. Bisa bertemu dengan klien seperti itu. Berkali- kali Nathan beristighfar. Ternyata seperti itu glamornya dunia malam yang selama ini sebatas dia dengar.


Nathan segera masuk ke kamarnya begitu sampai rumah. Senja yang sejak tadi menunggunya di ruang keluarga hanya menatap Nathan heran. Tak biasanya dia tidak memberi salam dan tidak menyapa. Senja segera menyusul Nathan.


" Kamu bau alkohol sayang. Apa kamu minum?" Ujar Senja karena mencium aroma kamarnya sungguh tidak sedap.


Nathan membuka jas, kemeja serta kaosnya yang basah karena tumpahan minuman tadi. Tak dihiraukannya pertanyaan istrinya. Nathan segera membawa pakaiannya yang basah ke kamar mandi dan mencucinya agar baunya hilang.


" Bajuku yang di sana. Dibuang saja sayang. Aku tidak suka baunya." Ujar Nathan setelah selesai mengucek pakaiannya dengan shampo yang ada di kamar mandi.


" Kenapa?" Senja merasa aneh. " Kamu habis minum dengan klienmu?" Selidik Senja lagi melihat Nathan yang sedang berpakaian.


" Tidak. Baju itu kena tumpahan minuman ketika aku tidak sengaja menabrak waitrees." Jawab Nathan.


" Tidak biasanya. Apa ada yang mengejarmu?"


" Ya."


" Tapi kamu bilang makan malam dengan klien? Kenapa bau alkohol? Apa kalian makan malam di club malam?" Selidik Senja.


" Ya. Aku baru tau ketika sampai di sana." Jawab Nathan jujur.


" Apa kamu main perempuan?" Selidik Senja lagi yang tahu betul bagaimana sisi gelap club malam tersebut yang rata- rata menyediakan wanita penghibur.


" Aku lari dari itu sayang dan juga alkohol. Aku lelah. Biarkan aku istirahat." Ucap Nathan enggan menjawab pertanyaan istrinya lagi dan segera memejamkan matanya.


Senja menarik nafas dalam dan mendekatkan wajahnya pada wajah Nathan. Nafas teratur dari suaminya mulai terdengar. Namun, Senja langsung terpaku pada leher Nathan yang ada tanda merah.


" Apa ini sayang?" Selidik Senja kembali sambil memegang tanda merah yang ada dileher Nathan.


Nathan segera membuka matanya dan berjalan menuju cermin. " Si*l." Gumam Nathan kesal. Karena ternyata perempuan itu sengaja mengecup lehernya sampai memerah seperti ini.


" Kamu main dengan wanita lain?" Tanya Senja kini intonasi suaranya sedikit meninggi.


" Aku bisa jelaskan."

__ADS_1


" Kamu selingkuh?!"


" Kamu salah paham sayang."


" Kamu selingkuh dariku! Kurang apa aku dimatamu?!" Maki Senja.


Nathan mendekati istrinya yang sedang marah karena kesalahpahaman. Tetapi Nathan merasa wajar saja jika Senja marah dan salah paham. Tetapi situasi yang sebenarnya tidak seperti yang Senja bayangkan. Senja menjauh dari Nathan seolah enggan disentuh.


" Jauhi tangan kotormu dariku!" Bentak Senja dengan isak tangisnya.


" Senja. Ini tidak seperti yang kamu bayangkan." Nathan masih mencoba menjelaskan.


" Jangan sentuh aku!" Teriak Senja lagi dan membuat Nathan menghentikan langkahnya.


Istrinya sedang dalam emosi. Nathan menatap sendu istrinya yang menangis hingga terisak. Sakit rasanya hatinya melihat Senja menangis seperti itu. Ingin rasanya merengkuh Senja yang terisak.


" Aku tidak akan menyentuhmu, Senja. Tapi yang perlu kamu tau. Ini semua tidak seperti yang kamu bayangkan."


" Jika tidak seperti yang aku bayangkan. Bagaimana kecupan itu mendarat di lehermu!" teriak Senja seolah tak ingin mendengar penjelasan apapun dari Nathan.


" Aku mohon. Percayalah." Pinta Nathan.


" Percaya apa Nathan?! Percaya jika kamu baru saja menghabiskan malammu dengan wanita penghibur?" Tuduh Senja lagi.


Bu Fitri yang mendengar teriakan Senja yang keras segera keluar kamar dan melihat putranya yang berjalan lesu menuju ruang keluarga.


" Apa ada masalah lagi?" Tanya Bu Fitri dan duduk di samping Nathan.


" Ya."


" Wanita?"


" Ya."


" Sabarlah. Semakin tinggi pohon akan semakin kencang angin yang berhembus. Begitupun dengan kehidupan."


" Iya, Bu."


" Biarkan istrimu tenang."


" Aku lelah, Bu." Keluh Nathan dan menyandarkan kepalanya pada bahu ibunya.

__ADS_1


" Istirahatlah."


" Kenapa permasalahan yang sama selalu datang menghampiri. Sejak dulu aku tidak pernah mempermainkan wanita manapun. Tetapi kenapa sekarang seolah banyak wanita yang mempermainkan hidupku. Mengusik rumah tanggaku."


Bu Fitri menarik nafas dalam mendengar keluh kesah putranya. Sejak dulu memang Nathan tidak pernah terdengar punya pacar seperti teman- temannya yang lain. Hanya Senja wanita yang pernah dijadikan pacar oleh Nathan. Bu Fitri mengusap kepala Nathan yang kini tidur di pangkuannya. Anak yang dilahirkannya kini sudah besar.


" Jika mereka menganggapku sempurna. Kenapa mereka tidak membiarkan aku bahagia dengan hidupku."


" Terkadang kebaikan seorang lelaki membuat wanita tersentuh perasaannya hingga dia berharap lebih dari lelaki tersebut." Ujar Bu Fitri. " Apa lagi kamu itu tampan. Hemm.. Ibu yakin jika banyak yang menjadi pengagum rahasiamu." Ledek Bu Fitri.


Nathan hanya menarik nafas dalam mendengar gurauan Ibunya.


" Sekarang wanita mana yang menjadi pengacau?"


" Wanita dari club malam."


" Apa?!" Teriak Bu fitri kaget mendengar ucapan putranya.


" Kamu dari club?"


" Iya. ada klien dari Australia. Dia mengajakku untuk makan malam sekalian membahas proyek kami. Aku tidak tau jika tempat yang dia pilih adalah sebuah club malam. Saat aku datang. Aku terus mencoba berpikir positif dan memutuskan tetap menemuinya. Ternyata. Di dalam ruangan yang dia pesan sudah ada beberapa botol anggur dan ada dua wanita seksi." Nathan menjelaskan.


" Lalu?"


" Klien itu meminta dua wanita itu menggodaku. Tapi aku terus menolak, Bu. Dan aku tidak menyadari jika salah satu kecupan mereka meninggalkan bekas.."


" Senja melihat itu?" Terka Bu Fitri.


" Iya."


Bu Fitri kembali menarik nafas. " Wajar jika istrimu salah paham. Kamu lelaki normal Nathan. Istrimu sudah banyak melawan rasa cemburunya karena mempercayaimu. Tapi kini mungkin kepercayaannya telah patah oleh tanda itu."


" Iya, Bu. Senja begitu marah sampai enggan aku sentuh."


" Besok ibu coba bicarakan dengan Senja." Ujar Bu Fitri menenangkan Nathan.


" Terima kasih, Bu." Nathan mencium punggung tangan ibunya yang sejak tadi mengelus lembut kepalanya.


" Kamu jangan berbalik marah ya jika istrimu sedang seperti itu."


" Iya, Bu."

__ADS_1


" Ya sudah. Kamu istirahat. Ibu juga mau tidur." Ujar Bu Fitri sambil menguap.


__ADS_2