
Wulan duduk dengan wajah tertunduk dan menangis tersedu- sedu di hadapan komandan security. Nathan hanya sesekali melirik ke arah Wulan dengan tatapan jengkel. Entah mimpi apa semalam. Hingga dia mendapatkan kejadian ini.
" Kenapa anda melakukan perbuatan yang tidak sen*n*h pada wanita ini?" Tanya komandan itu namun lebih terdengar sebagai tuduhan.
" Berkali- kali saya bilang. Saya tidak melakukannya. Dia yang tiba- tiba masuk ke mobil saya. Anda bisa cek cctv." Nathan masih bersikap tenang walaupun emosi dalam dirinya berkecamuk. Meronta seakan ingin dimuntahkan pada wanita yang membuatnya dalam masalah.
" Bisakah anak buah anda berhenti merekam?!" Nathan merasa tidak nyaman karena sejak tadi security yang membawanya merekam sepanjang kejadian itu.
" Anda takut jika ketahuan anda melakukan p*l*cehan sek"ual pada seorang model terkenal?!" Maki Security itu yang memang sejak tadi menyudutkan Nathan.
" Saya kesini ingin bertemu dengan Dokter Anton." Nathan kembali mencoba menjelaskan runtutan kejadiannya. " Saat saya mau turun. Wanita ini masuk begitu saja ke dalam mobil saya dan saya yang merasa dilec*hkan. Bukan dia. Mobil saya bergoyang. Bukan saya sedang menikmati. Tapi saya memberontak." Wajah Nathan mulai terlihat semakin tegas.
" Mana ada laki- laki jadi korban, Pak. Ganteng boleh. Tapi jangan ngarang!" Seloroh security itu seolah mematahkan kembali penjelasan Nathan.
" Wulan! Berhentilah menangis. Jangan kamu sudutkan aku!" bentak Nathan melihat Wulan tidak banyak berbicara.
" Aku mau kamu tanggung jawab." Ujar Wulan disela isak tangisnya.
" Tanggung jawab apa? Aku tidak melakukan apapun padamu!"
Di tengah perdebatan Nathan dan Wulan. Komandan security itu berkoordinasi pada anak buahnya yang lain untuk memanggil Anton.
Nathan mengusap kasar wajahnya. Tidak adanya bukti. Apalagi sikap Wulan serta ucapan security itu seakan menyudutkan Nathan.
" Saya masih banyak urusan!" Nathan bangkit namun segera didudukkan kembali oleh security yang membawanya tadi.
" Maaf. Ada perlu apa mencari saya?" Tanya Anton begitu tiba di kantor security.
" Lho. Wulan. Nathan." Ujarnya sedikit terkejut mendapati kedua temannya berada di kantor itu.
" Mereka teman- teman saya. Saya juga ada janji bertemu dengan Nathan. Kenapa mereka di sini?" Ujar Anton merasa sedikit aneh.
" Begini Dok. Teman anda. Nathan. Ketahuan melec*hkan Nona ini oleh security kami di dalam mobilnya."
Anton mengernyitkan dahinya. Rasanya sangat tidak mungkin jika Nathan melakukan itu. Tetapi dia akan percaya jika kejadiannya di balik.
" Rasanya tidak mungkin, Pak." Sanggah Anton namun terlihat sedikit ragu.
Komandan itu terlihat menarik nafas. " Saya akan tanya dengan Nona Wulan...
__ADS_1
Apa yang anda lakukan di mobil Pak Nathan?"
Wulan kembali memasang wajah Sendu lagi. " Awalnya saya hanya ingin bicara. Tapi entah kenapa dia malah menyerang saya dengan c*umannya dan tangannya mulai menjalar ke tubuh saya...Hikss..hikss.."
" Fitnah!" Sanggah Nathan cepat. Nathan beralih menatap Anton dan menyerahkan selembar cek yang sudah dia siapkan sejak tadi. " Itu untuk pelunasan kebun." Ucap Nathan terlihat marah dan berjalan keluar walaupun di halau oleh beberapa security namun Nathan yang marah terus difitnah. Belum lagi berita ini pasti sudah menyebar karena sejak tadi security yang membawanya sedang melakukan live pada sosial medianya.
" Biar saya bicara dengannya." Ujar Anton seolah mencegah anggota security yang lain ingin menghalau Nathan.
Dengan perasaan kesal. Nathan memukul setir mobilnya. Berkali- kali diusapnya kasar wajahnya.
' Tok Tok Tok.'
" Ada apa?" Tanya Nathan pada Anton yang mengetuk kaca mobilnya.
" Bicara dulu. Biar aku mencoba menjelaskan pada mereka, Nath."
" Percuma. Mereka gak percaya dengan perkataanku." Sahut Nathan malas.
Anton menyandarkan tubuhnya pada mobil Nathan. Sementara Nathan masih duduk dibalik kemudinya dengan membiarkan kaca mobilnya terbuka.
" Seharusnya sore tadi aku jadi ke kantormu, Nath. Kejadian ini tidak akan terjadi." Ujar Anton terlihat menyesal.
" Sabar, Nath. Seharusnya saat reunian kemarin. Kamu tidak datang."
" Ya.. Tapi yaa semua sudah terlanjur. sekarang aku hanya ingin lihat apa reaksi istriku setelah melihat video yang seolah sedang menggerebek aku dan Wulan."
" Hati- hati dengan Wulan, Nath. Dia terkenal dan juga pasti akan banyak sekutunya."
" Iya. Tapi aku masih punya Allah. Apapun yang terjadi. Aku akan jalani."
Anton menepuk bahu Nathan dan mempersilakan Nathan untuk pulang.
*****
Senja hanya diam menatap suaminya yang baru saja pulang dengan wajah datarnya. Senja yang cukup terkejut karena baru saja dia diberitahu oleh Dona jika Nathan digerebek seorang security sedang mel*cehkan seorang model di dalam mobilnya. Senja yang sudah mengenal suaminya tak percaya begitu saja. Dia terus menatap suaminya lekat seolah meminta penjelasan atas video yang sudah beredar luas di dunia maya.
Nathan duduk ditepi ranjang dan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Kemudian dia menghadap istrinya dan melemparkan senyum manisnya pada wanita yang dia cintai.
Senja hanya tersenyum sekilas dan kemudian dia memperlihatkan video yang beredar dari ponselnya pada Nathan.
__ADS_1
Nathan menarik nafas dalam melihat video itu beredar dengan sangat cepat. Bahkan belum hitungan jam. Video itu sudah sampai di tangan istrinya. Bahkan video itu diberi judul ' Seorang pengusaha muda tertangkap basah sedang mel*cehkan seorang model cantik. Bahkan tagar #SaveWulan mulai beredar.
" Bisa kamu jelaskan?" Tanya Senja lembut.
" Ya. Hanya semoga kamu percaya dengan cerita ku." Ujar Nathan dengan wajah murung.
" Aku akan mempercayai apapun yang kamu katakan." Ujar Senja dan mengelus lembut pipi Nathan. Dia yakin. Pasti saat ini pikiran suaminya langsung kalut begitu mengetahui cepatnya video itu beredar.
Nathan menceritakan semua detail kejadian tersebut pada Senja tanpa ada yang dia tutupi sedikitpun. Senja memeluk Nathan dan mengelus lembut punggung suaminya. Nathan butuh sandaran di tengah badai fitnah yang sedang menimpa dirinya.
" Aku yakin. Allah pasti melindungi kita semua." Ucap Senja menenangkan.
" Terima kasih kamu percaya denganku. Aku yakin besok berita ini akan menjadi besar. Itu juga akan mempengaruhi perusahaanku, Senja. Maaf jika suatu saat nanti aku akan jatuh." Ujar Nathan. Dia yakin sedikit banyaknya. Berita ini akan sangat mempengaruhi usahanya.
" Aku akan selalu membantumu agar kamu tidak jatuh. Bersama- sama kita lawan perempuan itu."
" Iya." Nathan mengecup lembut kening Senja.
*****
" Maaf, Pak. Bu. Di luar banyak wartawan mencari Bapak." Ujar Pak Mamat yang datang tergopoh- gopoh menghampiri meja makan.
" Biarkan saja, Pak." Ujar Senja dan melanjutkan sarapannya.
" Ada apa mereka cari kamu, Nath?" Bu Fitri yang memang sangat jarang memegang ponselnya belum mengetahui berita putranya.
" Nathan terkena skandal dengan seorang model, Bu." Jawab Senja mendahului Nathan yang terlihat bingung harus menjawab apa.
" Skandal bagaimana?"
" Ya begitulah. Tapi ibu tenang saja. Itu semua adalah fitnah." Ujar Senja menenangkan.
" Ya, Bu. Hari ini aku akan bertemu dengan pengacaraku untuk membahas masalah ini. Ini sudah mencoreng nama baikku." Ujar Nathan.
" Itu langkah yang bagus."
" Sebaiknya bajuku yang semalam. Jangan dicuci dulu,Sayang. Siapa tau itu bisa jadi bukti penting."
" Iya." Senja langsung bergegas memisahkan pakaian Nathan yang semalam dia kenakan.
__ADS_1