
Usia pernikahan genap 1'anniversary. Agam merayakan ulang tahun pernikahan di Raja Ampat, sebuah surga dunia yang terletak di Wilayah Papua. Kepulauan Raja Ampat di Provinsi Papua Barat telah menjadi lokasi selam favorit para penyelam dari seantero jagad.
Agam menyewa sebuah pesawat Twin Otter untuk mencapai wilayah itu. Kemudian menyewa sebuah kapal Boat untuk mengajak istri dan anaknya berjalan-jalan mengitari alam Papua.
Mereka mendapatkan uang dari endors-endors produk traveling yang mereka promosikan.
Agam dan Lestari memiliki hobi yang sama yaitu traveling. Tak heran dalam setahun pernikahan, mereka telah menjelajah Papua, dan bersiap untuk menjelajah banyak tempat di Indonesia. Mereka tidak hanya menjadikan jalan-jalan sebagai hobi. Melainkan juga sebagai travel vloger yang mereka abadikan di akun Instagram dan akun YouTube milik mereka berdua yang bernama, "Family Travel Vloger", yang mengupas perjalanan traveling bagi keluarga bahagia. Oh ya, selama beberapa bulan terakhir, Lestari telah mengadopsi anak asli Papua bernama Mike yang berusia 3 tahun.
Mike adalah anak suku pedalaman yang ditinggal meninggal oleh ibunya ketika berjuang melahirkan Mike. Sebelumnya, Mike asuh oleh ayahnya, namun kehidupan suku dalam yang masih menggantungkan hidup dari hasil berburu, membuat Mike tidak tumbuh secara normal. Mike di rawat di Enarotali oleh seorang kepala suku dan akhirnya tumbuh menjadi bayi sehat. Ketika Agam melakukan pemeriksaan terakhir, ia mengajak Lestari. Tak disangka Lestari jatuh hati pada Mike yang berambut kribo dan sangat dekat dengan Agam. Atas persetujuan kepala suku, Mike diadopsi secara resmi oleh Agam dan menganut agama Islam. Selain Mike, Lestari juga mengadopsi 1 anak lainnya dari Rahma, yaitu Gema, yang berjenis kelamin laki-laki.
Mike dan Gema ikut Agam dan Lestari untuk berpetualang. Mencari destinasi baru yang indah di wilayah Papua. Seperti di aniversary kali ini. Agam menyewa sebuah penginapan berbentuk rumah adat Papua untuk tiga hari lamanya di Papua Paradise Eco Resort. Sebuah lokasi yang menjadi tempat penyelaman terbaik versi Dive Magazine.
Bersama Agam Lestari memiliki kemampuan baru, yaitu diving. Bahkan putra angkatnya, Mike, juga memiliki keahlian yang sama. Maklum, Mike adalah putra asli Papua yang menurunkan bakat menyatu dengan alam seperti orang tuanya. Sedangkan Gema yang masih berusia tiga bulan, menunggu di boat bersama dengan baby sitter mereka.
Selain melakukan diving. Agam juga mengajak Lestari untuk menapaki perbukitan Raja Ampat. Pemandangan alam di permukaan Raja Ampat sama menakjubkannya dengan pemandangan bawah lautnya. Di sana, mereka
menyaksikan laut yang berkilau, pulau-pulau kecil yang tersebar, pepohonan tropis yang rimbun dan laguna yang tersembunyi. Sejauh mata memandang, Raja Ampat adalah keindahan surgawi.
Anniversary yang sempurna bagi Lestari. Ia merasakan kehidupan yang sempurna bersama laki-laki yang tepat. Tak ayal banyak yang pangling melihat penampilan Lestari yang kini pandai merawat diri, menggunakan skin care dan hidup berkecukupan. Sebagai dokter sekaligus travel vloger yang memiliki banyak endorsment, mereka cukup mapan untuk bisa tampil modis. Agam berhasil memperlakukan Lestari menjadi ratu rumah tangga, dengan 2 baby sitter untuk 2 anak angkatnya, dan seorang Pembantu Rumah Tangga yang siap membantu Lestari dengan dunia perdapuran.
Berbeda dengan kehidupannya dulu, dimana Lestari sangat mandiri, sebab memiliki suami yang kurang perhatian, kini Agam justru membuat Lestari tak bisa jauh dari Agam. Sebab, Agam akan selalu membantu Lestari meskipun tidak pernah ia minta.
***
"Mas Agam. Aku tidak kerja hari ini. Aku tidak enak badan".
Keluh Lestari saat pagi hari menjelang jam masuk kerja.
"Kamu sakit lagi sayang?"
Tanya Agam yang memperhatikan Lestari seperti sering mengalami sakit setelah pulang dari liburan kemarin.
"Sepertinya begitu. Mungkin kelelahan, atau masuk angin".
Jawab Lestari yang merebahkan diri diatas ranjang.
"Kalau begitu aku akan memeriksa mu".
Agam kemudian mengambil sebuah stetoskop dan termomer. Ia juga memeriksa tensi istrinya. Hasilnya semua normal. Ia kemudian beralih ke bagian perut. Jika masuk angin, tentu perut akan menjadi kembung. Namun sama, hasilnya normal.
Agam kemudian mengambil sebuah alat tes kehamilan dari ruang praktek kerjanya.
"Cobalah tes ini, sayang. Semua normal. Sebelum aku berikan obat, sebaiknya kamu tes dulu ya..."
__ADS_1
Bujuk Agam. Namun, Lestari mengelak. Ia trauma dengan alat itu. Entah berapa ribu alat yang telah ia buang saat pernikahan ya dengan Lesmana. Dan setiap gagal dalam tes, Lesmana akan langsung memakai Lestari. Itu sebab ia sangat trauma melihat alat itu.
"Tari istriku. Maafkan aku. Aku tidak bermaksud menuntut mu untuk hamil. Alat ini aku berikan kepadamu, hanya karena aku takut memberikan obat-obatan tertentu untukmu, takut bila ternyata ada janin, dan obat-obatan itu membuat janin itu sakit. Jika memang hasilnya negatif. Maka aku akan memberikan obat-obatan yang normal. Itu saja".
Bujuk Agam. Ia sangat memahami perasaan Lestari.
Lestari pun menuruti Agam. Ia juga baru ingat bawa ia belum mendapatkan haid bulan ini.
****
Dia garis merah terang tampak pada alat itu. Tari terdiam beberapa saat tanpa mampu berkata apa-apa. Ia hanya menyerahkan alat itu pada Agam. Lelaki itu kemudian mendekap erat Lestari sambil mengucapkan syukur berkali-kali.
"Maha suci Allah atas segala kehendak-Nya. Alhamdulillah".
Ucap Agam.
Untuk meyakinkan diri, Agam membawa Lestari ke laboratorium puskesmas. Meski dengan peralatan yang tak memadai. Namun, alat yang tersedia cukup akurat untuk mendeteksi kehamilan. Lestari dibantu seorang bidan pun menghitung usia kehamilannya.
Mereka menghitung menggunakan sistem HPHT atau Haid Pertama dan Haid Terakhir. Ternyata usia kehamilan Tari sudah mencapai usia 4 Minggu. Ia pun sangat antusias menyambut kelahiran bayinya.
Meskipun akan menjadi seorang ibu. Tari dan Agam tetap menyayangi dan merawat anak-anak angkatnya, Mike dan Gema yang sedang aktif-aktifnya. Gema yang saat ini tengah berlajar untuk duduk, sedangkan Mike yang mulai memasuki usia Pra-sekolah.
***
"Selamat dr. Agam dan dr. Lestari, anak kalian kembar. Kemungkinan 1 laki-laki dan satu perempuan. Sama seperti genetik ayahnya!"
Ucap dr. Khemal, Sp.OG yang menunjukkan sebuah foto hasil USG berupa menunjukkan janin kembar milik Lestari. Tangis haru tumpah ruah ditempat.
Sebuah do'a yang dipanjatkan sepanjang malam, dapat mematahkan sebuah argumen manusia yang berpegang pada ilmu dunia. Jika Tuhan mu telah berkehendak, maka siapa yang mampu mengubah takdir-Nya?!.
Agam dan Lestari telah menyepakati, bahwa Lestari akan melahirkan di kampung halaman mereka. Selain fasilitas kesehatan lebih memadai, Orang tua Lestari juga ingin menyaksikan kelahiran cucu pertama.
Lestari dan Agam pulang kampung di usia kehamilan Lestari yang sudah mencapai usia tujuh bulan. Perut Lestari sangat besar karena mengandung janin kembar. Berat bayi pun masing-masing telah mencapai 2kg masing-masing. Tari terkadang harus di papah untuk bisa berjalan.
***
Keluarga besar Lestari mengadakan tasyakuran tujuh bulanan atas kehamilan Lestari. Acara tasyakuran yang diadakan besar-besaran sampai mengadakan pengajian dan acara wayang kulit semalam suntuk.
Lestari mengajak Agam untuk Napak tilas kehidupan lestari dimasa yang lalu. Kehamilan telah mengobati trauma yang dialami Lestari secara otomatis. Sepanjang perjalanan, banyak mata menatap kagum pada Lestari. Ia telah membuktikan pada dunia, bahwa dirinya bukan wanita mandul, seperti yang di bicarakan mereka sebelumnya.
Lestari tengah memilah milih sebuah produk di supermarket, ketika seorang pria dengan brewok hampir menutupi wajah menghampirinya. Lestari mencoba mengerjap mata, melihat kembali pria yang menghampirinya.
"Lesmana...".
Gumam Lestari tanpa bisa berkata sepatah katapun.
__ADS_1
"Tari... kamu hamil..."
Ucap Lesmana dengan wajah sendu.
Lestari belum juga bisa menjawab apa-apa. Ia sangat kaget melihat Lesmana yang berani hadir di hadapannya.
"Aku salah menilai mu, Ri ...Aku gagal menjadi seorang suami!"
Ucap Lesmana yang tak bisa membendung air matanya.
"Perempuan itu tak mengandung anakku!, dia mengandung benih selingkuhannya!".
Ucap Lesmana seolah meratap dihadapan Lestari.
"Bagaimana kau bisa yakin fakta itu, mas?!"
Tanya Lestari dengan nada jengkel.
"Tes DNA. Aku melakukannya sendiri, mencocokkan DNA ku dengan DNA bayi itu, ketika ia lahir dan tak mirip denganku. Aku melihat anak ayah itu hadir di acara ulang tahun yang pertama bayi itu. Aku melihat mereka sangat identik!".
Ucap Lesmana dengan nada begitu berat.
"Lantas, apa yang kamu lakukan?!"
Tanya Tari yang seperti puas mendengar penjelasan Lesmana.
"Aku menceraikannya hari itu juga. Ku dengar ayah bayi itu juga menceraikan istrinya. Laila kabur bersama pria itu!"
Lestari rasanya ingin sekali tertawa puas dihadapan Lesmana. Namun, ia melihat Agam yang datang menghampirinya dengan membawa Baby Stroller.
"Sayang, ini bagus ya buat anak kita?!"
Seru Agam dengan semangat.
Lestari tersenyum girang melihat suaminya sangat bersemangat membeli peralatan bayi. Ia pun berlalu begitu saja meninggalkan Lesmana yang terpaku sendiri menyaksikan kebahagiaan Lestari.
Lestari mendengar bahwa keluarga Lesmana menanggung malu dengan terbuktinya anak yang dilahirkan Laila ternyata bukan anak Lesmana.
Lesmana mandul?
Entahlah...hanya Tuhan yang tau...
Selesai...
Hai ...jangan lupa terus simak 100 hari pertama menjadi janda untuk kisah berikutnya ya 🤗
__ADS_1