
"Fika....!!!" teriak Nadia ketika masuk ke dalam kamar. Fika dan Wisnu dalam keadaan tak mengenakan sehelai benang pun. Fika melempar tubuh Wisnu dan segera menarik selimut kemudian duduk meringkuk.
Nadia terduduk dan menangis sejadi-jadinya. Ia menyadari bahwa ini bukan pemerkosaan. Fika menikmatinya!
Wisnu mengambil handuk dan memunguti pakaiannya. Segera berlalu dari dua sahabat yang sedang saling menyesali waktu.
Perasaan kecewa dan jijik menyeruak di dalam dada. Teman sepermainannya yang ia kenal pandai menjaga diri, sekarang layaknya wanita yang menjual diri!
Nadia sangat dekat dengan Fika. Bahkan saat Fika bersama Azka. Mereka saling menjaga. Fika tak pernah hanya jalan berdua dengan Azka, melainkan selalu ada Nadia dan kekasihnya yang menemani. Mereka selalu double date. Kemanapun akan bersama.
Nadia juga tau, bagaimana Fika berusaha untuk menjaga diri semenjak SMP. Mereka berdua berjanji akan menjaga pergaulan mereka. Tidak ingin terjerat pernikahan usia dini, dan berhasil. Hingga Nadia tidak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya saat ini. Dialah Fika sahabatnya yang dulu?!
Fika turun dari ranjangnya, Membalut pakaiannya dengan selimut dan mendekati Nadia.
"Maafkan aku, Nad...!" Ucap Fika sambil mendekatkan tubuhnya pada Nadia. Namun Nadia menolak.
__ADS_1
"Jangan dekati aku, Fik!, kamu bukan Fika sahabatku!" Ucap Nadia dengan suara berat.
"aku tau kamu pasti kecewa. Tapi, kamu harus dengar penjelasanku dulu, Nad!" Ucap Fika dengan tangis yang mulai pecah.
"Aku terpaksa melakukan ini, Nad...!"
"Gak, kamu gak terpaksa Fik. Aku lihat dengan mata kepala sendiri!, kamu menikmatinya, di kamarmu!!!" Teriak Nadia.
Fika marut dalam tangisnya tertunduk dengan berjuta perasaan bersalah dibenaknya.
Nadia mulai meluapkan emosinya. Bagaimanapun, Nadia sudah seperti kakaknya sendiri. Ia amat menyayangi Fika dan menjaga Fika. Pertemanan yang terjadi semenjak masa kanak-kanak, membuat Nadia memiliki ikatan batin yang sangat kuat dengan Fika.
Seperti hari ini. Nadia ingin libur kerja. Ia rindu dengan Fika yang selalu tidak punya waktu untuk pertemuan mereka. Bahkan ketika mama Nadia berulang tahun, Fika tidak hadir. Nadia sangat mengkhawatirkan Fika. Sehingga ia datang ke rumah Fika untuk memastikan bahwa sahabatnya itu baik-baik saja.
Nadia pulang dengan membawa perasaan kecewa. Meninggalkan Fika yang masih merutuki diri. Nadia pulang tanpa pamit.
__ADS_1
Fika berusaha untuk bangkit sendiri. Diantara remahan hati yang tak berarti lagi. Ia mulai menyadari bahwa terikat dengan kebaikan Wisnu hanya akan membuat dirinya menjadi budak. Belum tentu Wisnu akan menjadikannya pendamping hidup. Wisnu merasa bahwa dirinya telah bisa mendapatkan segalanya tanpa perlu menikahinya.
Namun, Fika tidak tau cara untuk berpisah dengan Wisnu, tidak tau cara menolak ajakan Wisnu. Sebab bujuk rayunya yang begitu kuat. Fika tidak bisa sendiri, ia sangat membutuhkan sosok disampingnya. Fika selalu membutuhkan orang lain untuk menemani dirinya menghadapi kehidupan. Seorang yang berjuang keras demi ibunya. Tanpa ayah disampingnya dan jauh dari sahabatnya.
Disisi lain, meski telah sepekan kejadian, namun Nadia tak bisa untuk melupakan kejadian beberapa waktu lalu. Bayangan Fika selalu hadir. Ia tau, mungkin sahabatnya itu membutuhkan dirinya. Begitu dekat pertemanan mereka, hingga membuat Nadia merasa memiliki tanggung jawab untuk menolong Fika.
Namun, Fika dan Wisnu masih berjalan. Wisnu selalu berhasil meyakinkan Fika, dan Fika membutuhkan kehadiran Wisnu, sebagai candu cintanya.
Suatu hari ketika Fika dan Wisnu tengah menikmati makan malam bersama di sebuah restoran. Wisnu tanpa sengaja meninggalkan tasnya untuk pergi ke toilet. Hal yang tidak pernah Wisnu lakukan sebelumnya.
Fika memberanikan diri merogoh tas Wisnu. Mencari keberadaan dompet, dan ...ia berhasil mendapatkan KTP milik Wisnu .
Ia fokus pada status yang tertera di KTP milik Wisnu. Gemetar hebat tubuh Fika hanya untuk melihat itu...
Bersambung...
__ADS_1
###