
Kereta yang membawaku pergi meninggalkan Lumajang, telah berhenti di stasiun Pasar Senen. Sebuah baliho milik PT KAI menunjukkan bahwa kereta yang aku tumpangi telah sampai di stasiun tujuan.
Aku menenteng koper kecil dan sebuah tas ransel dipunggung. Seorang yang ku kenal sebagai Om Ardi.
"Azka....!"
Suara om Ardi menyambutku. Memeluk dan membantu mengangkat koper. Menuntun jalan menuju sebuah mobil Avanza silver yang terparkir tak jauh dari stasiun.
Setelah sekian waktu berbincang, tibalah kami di sebuah rumah yang cukup luas. Beberapa bangunan nampak kosong. Ada sebuah monumen yang tampak usang. "Latifaa Bakery" yang kini tinggal nama.
"kamu bisa tinggal disini sampai kapanpun, Ka. Ini tempat tinggal mama Rania dulu". Ucap Om Ardi. Agh...ingatanku melayang pada kejadian saat mama harus berjuang mendapatkan tempat tinggal saat terusir dari rumah nenek. Beberapa kali mama harus berpindah tempat, hingga pada akhirnya ditampung di paviliun ini.
#satu bulan berlalu.
Seperti yang telah ku putuskan sebelumnya. Aku memutuskan untuk menunda kuliahku. Aku memilih jalanku untuk bekerja, sambil mencari keberadaan ayah kandung. Ya ayah Dani!
Dari keahlianku sebagai mahasiswa SMK pertanian, aku diterima disebuah pabrik nutrisi makanan ternak yang terletak di Kabupaten Bogor. Meskipun hanya sebagai staf produksi, namun aku bersyukur karena aku diberikan tugas tambahan sebagai penerjemah bahasa Inggris. Sebab, pemilik pabrik adalah orang berkebangsaan Jepang yang hanya bisa bahasa Jepang - Inggris. Tak ayal hanya dalam waktu satu tahun saja, aku telah berhasil naik jabatan menjadi supervisor produksi.
Seperti yang direncanakan sebelumnya, Azka berniat mencari keberadaan ayah kandungnya. Awalnya ia mencoba mencari melalui sosial media, namun nihil. Facebook yang dimiliki sang ayah tidak di update selama 8 tahun silam. Ia pun mencoba mencari tau keberadaan sang ayah melalui rekan kerja sang ayah. Namun jawabannya sama. Tak ada satupun yang mengetahui keberadaan Dani.
Dani terakhir berkomunikasi dengan adiknya 8 tahun silam. Selain mengalami kebangkrutan, Dani pun terlibat kasus sidang tuntutan dari seorang perempuan yang telah dihamilinya beberapa tahun silam. Perempuan itu menuntut hak dari ayah biologisnya.
Semenjak kejadian itu, Dani seperti menghilang, dan tidak meninggalkan jejak. Sempat sang adik mencari keberadaan Dani, namun sama, nihil. Dani pun mulai dilupakan. Mungkin, karena om dan Tante (adik Dani) telah memiliki kesibukan masing-masing.
__ADS_1
Rasa marah dan dendam kini berubah menjadi perasaan khawatir. Bagaimanapun kejamnya sang ayah, dia adalah orang tua. Tentu maaf itu mudah bagi seorang Azka. Dia hanya ingin sang ayah melihat bahwa ia telah tumbuh dewasa. Apa salahnya melihat dan memberi pujian atas keberhasilannya menjadi sosok anak yang tumbuh dewasa diantara keluarga yang porak poranda?!
Bagaimanapun sakitnya, ia ingin menyatukan ayah dan mamanya memiliki hubungan baik. Tak mengapa jika tak bisa bersatu kembali, karena mungkin masing-masing telah berkeluarga. Sang mama pun telah bahagia dengan keluarga barunya. Namun, Azka sangat berharap, silaturahmi mereka tetap baik dan tidak bermusuhan. Sebab, perceraian saja telah menghancurkan jiwa anak, apalagi perselisihan yang tak berkesudahan?!!
###
3 tahun berlalu, namun tak kunjung ia menemukan sang ayah. Perlahan ia mulai melupakan sang ayah. Ia sibuk dengan dunia bisnis. Latifaa Bakery kembali hidup ditangan Azka. Kemampuan bisnis yang terlatih sejak dini ditangan Jean, berkembang pesat ketika menemukan tempat yang tepat.
Latifaa Bakery yang sempat bangkrut ditangan Meta, adik Jean yang amat rakus, dan lepas tangan ketika perusahaan pailit. Kini, di remake ulang oleh Azka dengan nama New Latifaa Bakery. Ini bukan melanjutkan perusahaan, melainkan merintis kembali. Modalnya hanya tempat yang masih bisa diselamatkan dari jeratan Bank. Sedangkan aset bergerak perusahaan, karyawan dan modal awal lenyap tak tersisa.
New Latifaa Bakery memiliki wajah baru. Darah seni membuat kue diturunkan dari sang mama. Membuat kue tradisional modifikasi yang digemari kaum generasi gen-z yang terkontaminasi ke barat-selatan.
Pisang panggang with toping saus caramel menjadi favorit di toko roti berdesain cafe milik Azka.
###
Fika gadis kurang beruntung, ia putus sekolah ketika duduk di bangku SMP, dan terpaksa bekerja yg untuk menghidupi keluarganya. Sang ayah lama terbaring karena stroke yang dialaminya, sedangkan ibunya baru saja di PHK dari perusahaan properti.
Azka tertarik pada Fika karena kesederhanaannya dan sikap kerja keras selama menjadi waithres di cafe milik Azka. Baginya, istri dari anak-anaknya nanti tak perlu pendidikan tinggi, melainkan harus memiliki karakter yang bisa digunakan untuk mendidik anak-anaknya nanti. Oleh sebab itu, Azka memilih gadis baik dan pekerja keras seperti Fika.
"Ya". Azka la menjawab singkat. Jawab Azka lesu
Berbagai cara telah dilakukan hingga menelusuri ke rumah lama dan menghubungi adik kandung Ayah Dani. Namun, tak ada yang mengetahui keberadaan Dani. Dani menghilang. Seperti ditelan bumi.
__ADS_1
"boleh aku membantu mencari keberadaan ayah kamu, Kak?
Ucap Fika lirih.
Azka terdiam dan menghela nafas.
"Sudahlah. Aku tak ingin menambah beban pikiran. Bukankah kita akan merencanakan pernikahan kita!" Ucap Azka tanpa menatap wajah Fika. Ia tidak ingin melibatkan banyak orang untuk mencari tau keberadaan ayahnya. Azka seorang introver yang kurang mampu mengutarakan apa yang ia rasakan pada orang lain. Rasa gelisah akan keberadaan sang ayah, hanya ia yang mampu menanggungnya. Tak seorang pun ia bagi rasa itu. Begitu juga kepada Fika.
Azka dan Fika telah sepakat untuk menikah diusia muda. Saat usia Fika baru beranjak 17 tahun. Azka bukan tipikal yang suka berlama-lama berpacaran. Hubungan sepasang kekasih tak ada artinya tanpa ikatan pernikahan. Itu sebab mereka sepakat untuk menikah muda.
Acara lamaran telah Fika siapkan. Keluarganya siap menyambut kedatangan keluarga Azka. Ini kali pertama Azka akan datang ke rumah Fika. Maklum, selama ini Fika tinggal di paviliun karyawan, sehingga Azka tak pernah punya kesempatan untuk datang ke rumah Fika.
###
Sebuah mobil Avanza silver berhenti didepan sebuah rumah yang terlihat tak begitu besar, dengan cara berwarna putih yang telah usang.
Beberapa orang menyambut kedatangan mobil Avanza itu. Azka turun didampingi Mama Rania, ayah Jean, dan juga om Ardi beserta keluarga besar. Beberapa seserahan sederhana dibawa masuk oleh keluarga mempelai wanita.
Fika terlihat cantik dengan kebaya warna biru. Sebuah both bertuliskan happy engagement tertata begitu indahnya. Seluruh keluarga telah duduk siap, menanti acara lamaran sekaligus pertunangan.
Seorang pria keluar dengan didorong kursi roda. Pria itu adalah ayah Fika.
Mata Rania terbelalak. Membulat dan tersorot tajam. Ia beberapa kali mencoba mengedipkan mata, berharap yang dilihatnya itu salah. Nun, nyatanya tidak...!!!
__ADS_1
Sosok yang duduk dikursi roda itu, dialah Dani Mahendra. Orang yang dicari selama ini!!!!
Bersambung....