
"Menurut kamu, apakah aku seperti orang yang telah menipumu?!" Tanya Wisnu dengan tatapan dingin.
Fika diam sejenak.
"Fika, aku ingin tau seberapa kamu yakin padaku. Seperti aku telah yakin bahwa kamu akan menjadi pendamping hidupku!"
Ucap Wisnu menatap dengan lekat.
Fika menjadi lemah. Ia tidak tau, apakah apa yang Wisnu katakan adalah sebuah kebenaran, ataukah ia telah dilemahkan oleh cinta yang terlalu besar. Hingga Fika tak bisa berkata-kata didepan Wisnu.
"mas Wisnu aku...!"
"Fik, aku telah percaya padamu seratus persen. Bahkan tidak pernah terlintas dibenak ku untuk mencari tau bagaimana kamu!. Semakin kamu mencari tau tentang aku, semakin membuktikan bahwa kamu tidak percaya terhadapku!"
Fika membeku. bibirnya terlalu kelu untuk mengatakan sesuatu yang lebih tegas.
"Fika, jika kamu masih ingin bersama ku, dan aku bertanggungjawab atas keadaanmu, maka stop mencari tau tentang aku. Tapi, jika kamu lakukan lagi, mengejar latar belakang ku, lebih baik kita selesai, dan kamu tanggung sendiri ketidak perawanan mu ini!"
__ADS_1
Ucap Wisnu dengan nada ketus. Sambil berlalu dari hadapan Fika.
Ia nyaris tidak percaya terhadap apa yang ia dengar baru saja. Baginya, ini bukanlah sebuah pilihan, namun pemaksaan.
Fika dipaksa untuk tidak lagi mengusik hidup Wisnu, jika sebab Wisnu tau, Fika takut dengan status keperawanan yang sudah tidak dimilikinya lagi!
Hati Fika hancur. Ia terpaksa memilih diam. Menurut dan menjadi budak cinta untuk Wisnu. Semakin lama hubungan mereka terjalin, semakin Fika ketergantungan akan keberadaan Wisnu. Rasa takut kehilangan membuat Fika pasrah pada apa yang Wisnu mau dan tentukan.
Rayuan maut tak perlu lagi Wisnu gencarkan untuk mendapatkan kepuasan yang diinginkan. Kapan Wisnu mau, Fika harus melayani.
Rayuan Wisnu, bahkan berubah menjadi sebuah ancaman!, sebab jika Fika menolak ajakan Wisnu, maka ancamannya adalah "ditinggalkan!" , dan Wisnu akan mengatakan,
Fika berubah...
Gadis ceria dan penuh semangat ini menjadi gadis pemurung dan enggan bergaul. Ia juga jarang mau bicara dengan orang disekelilingnya. Dalam hal pekerjaan, Fika pun mengalami penurunan kinerja. Hampir dua bulan berturut-turut dia tidak bisa mencapai target penjualan. Hingga mendapat teguran dari Management. Sialnya, Wisnu tidak juga membela Fika.
Wisnu, seperti memanfaatkan kesempatan. Ia hampir setiap hari datang ke rumah Fika untuk bermalam dengan bebas.
__ADS_1
Pernah satu waktu Fika meminta untuk dinikahi segera oleh Wisnu. Namun Wisnu beralasan bahwa mereka harus menabung terlebih dahulu. Wisnu bahkan belum pernah membawa Fika ketempat orang tuanya.
Fika ingin berontak, namun kalah dengan rasa takut untuk ditinggalkan. Sehingga, selama Wisnu masih bersikap lembut, maka ia akan patuh pada Wisnu.
###
Sore itu, Nadia datang untuk menjenguk ibunya yang baru keluar dari Rumah Sakit Jiwa. Tak lupa Nadia membawa bingkisan kue lapis kesukaan Fika.
"Fik... Fika....!!!" Nadia memanggil nama Fika, sebab ketukan pintu beberapa kali tapi tak ada yang membuka.
Nadia yang merasa telah akrab dengan keluarga ini memutuskan untuk masuk ke dalam rumah. Dijumpainya Pina yang tengah terduduk didepan televisi, namun tanpa suster disampingnya. Mungkin karena ini hari libur, sehingga suster pun libur.
Nadia merasa penasaran, ia segera mencari Fika ke penjuru ruang. Hingga tepat ke kamar Fika.
Langkah Nadia terhenti tat kala mendengar suara deru ******* seorang wanita. Meskipun belum pernah melakukannya, namun Nadia telah cukup dewasa untuk menilai, bahwa deru suara yang ia dengar, adalah suara orang yang tengah berhubungan intim!
Nadia tak kuasa menahan tangis, ia takut Fika diperkosa. Segera ia buka kamar yang tidak tertutup rapat itu!
__ADS_1
Bersambung ...