100 Hari Pertama Menjadi Janda

100 Hari Pertama Menjadi Janda
Status Wisnu 2


__ADS_3

Fika menunduk dalam kebekuan hati yang tidak bisa ditawar lagi. Benak terasa ditusuk sembilu.


Melihat sebuah kenyataan yang tidak mudah. Fika harus menerima bahwa status Wisnu adalah "menikah!". Napsu makannya hilang seketika. Rasanya ingin kabur dari dunia yang menuntutnya selalu kuat dengan terpaan masalah yang tak ada habisnya.


Fika memilih pergi meninggalkan bangku restoran. Ia memilih menjauh dari Wisnu saat ini. Ia tidak ingin bertanya pada pria itu. Jika jawabannya selalu dusta dan amarah.


Meninggalkannya di ruang publik, menghindari drama pemberontakan yang sudah lama ingin Fika lakukan. Ia sadar bahwa ini tak sepenuhnya salah Wisnu. Fika mempunyai andil dalam cerita deritanya sendiri.


Beberapa hari Fika mengurung diri. mengutuk kelakuannya sendiri, dan bingung harus berbuat apa. Wisnu berkali-kali mencoba menghubunginya, namun selalu Fika abaikan. Baginya, ia tidak ingin melihat serigala berbulu domba.


###


Nadia tidak bisa memisahkan diri dari Fika. Begitu lama ia mencoba untuk acuh terhadap sahabatnya itu, tapi tidak bisa. Hingga ia memberanikan diri untuk menemui Azka. Ia yakin bahwa Azka masih peduli pada Fika. Beberapa kali Azka datang pada Nadia bukan untuk menanyakan bagaimana pekerjaannya, melainkan bagaimana keadaan Fika.


Pertanyaan yang begitu tulis dari seorang kakak pada adiknya. Sebab, Azka pernah bercerita pada Nadia, bahwa ia telah berusaha untuk menerima Fika sebagai adiknya. Usaha yang amat keras, sebab ia pernah memiliki harapan yang begitu besar untuk menikahi gadis itu.

__ADS_1


Azka terlihat santai menikmati kopinya di balkon kantor. Sebuah gawai dibaca dengan seksama. Azka sangat hobi membaca dan saat ini dia tengah melanjutkan studi jarak jauh. Sehingga, dimanapun ia dapat belajar dan mengerjakan tugas-tugasnya. Aktivitas Azka dapat terlihat dengan jelas, sebab balkon itu berada bersebrangan dengan ruang tempat Nadia bekerja, yaitu bagian keuangan.


"Pak Azka, bolehkan saya berbicara sebentar?".


Sapa Nadia setelah diijinkan masuk oleh sekretarisnya.


Azka menoleh kemudian memberikan senyuman ramahnya, begitulah Azka yang selalu bisa menerima siapapun, meskipun itu bawahannya.


"ya, tentu Nadia, silahkan masuk dan duduk". Ucap Azka sambil meletakkan gawainya. Nadia masuk dan duduk disebuah sofa. Sofa yang sangat legendaris. Sebab menurut cerita ayah Jean, di sofa itu pertama kali Jean bertemu dengan Rania dan merasa iba padanya. Sebab, di sofa itu, mama Rania tertidur karena kelelahan setelah berjalan kaki dari Pengadilan Agama.


Azka terdiam sejenak.


"silahkan Nadia..." Ucap Azka menyetujui meskipun masih berada di jam kantor.


"ini soal Fika pak!"

__ADS_1


Cerita Nadia mengalir. Cerita tentang sahabatnya yang terjerumus pergaulan bebas. Cerita tentang adik Azka yang terjerat cinta buta.


###


Azka terdiam tanpa kata setelah mendengar cerita Nadia. Ia tak bisa memahami tentang nasib yang harus dijalani.


Azka memikirkan hingga berhari-hari, untuk dapat melepas egonya sebagai laki-laki.


###


Fika melihat kalender di dinding kamarnya. Ia terduduk lemas, ketika menyadari telah terlambat menstruasi, bahkan ia lupa bahwa bulan lalu dia pun tidak mengalami menstruasi.


Fika bergegas menuju sebuah apotik yang berada tak jauh dari rumahnya. Dengan gugup ia membeli sebuah test pack yang dijual bebas. Kemudian segera mengecek melalui air seninya...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2