100 Hari Pertama Menjadi Janda

100 Hari Pertama Menjadi Janda
Bagian 92 : Karma untuk Nyonya Haris!


__ADS_3

Part Spesial Request dari salah satu pembaca setiaku : Fitria Arifianto. Terimakasih sudah request sehingga bisa menginspirasi saya dalam membuat part. Untuk readers lainnya, boleh ya request part, nanti author buatkan spesial part seperti ini🤗


Mayang Silvia namanya. Ia kelahiran Bandung, 21 tahun yang lalu. Ia anak seorang pengrajin gerabah di sebuah desa di pinggiran kota Bandung. Setelah menuntaskan pendidikan jenjang SMA, ia kemudian memutuskan merantau ke Bandung kota. Awalnya, ia bekerja sebagai Sales Promotion Girl atau SPG di konter handphone milik pengusaha bernama Haris, sambil melanjutkan pendidikan kelas karyawan di sebuah universitas swasta di Bandung. Namun belakangan ia resign dari tempatnya bekerja, dan memilih untuk menjadi model.


Selama menjadi karyawan Haris. Mayang adalah satu-satunya karyawan yang memiliki akses langsung ke keluarga Haris. Ia menjadi orang kepercayaan Weli, istri Haris.


Saat Weli melahirkan, Mayang berada disampingnya, bersama Haris. Bahkan Weli dengan percayanya mengajak Mayang ikut dalam liburan keluarga di Bali.


Persahabatan Weli-Mayang sangat erat. Hingga perlahan, Mayang mulai memantaskan diri untuk setara dengan Weli. Mayang banyak melakukan perawatan tubuh dan wajah. Bahkan, ia keluar dari pekerjaannya hanya untuk mencari pekerjaan lain yang berpenghasilan tinggi, dan...menyamakan kedudukan secara finansial dengan Weli.


Perlahan...Weli menyadari persaingan diantara mereka. Persaingan untuk memperebutkan perhatian Haris. Mayang tidak sungkan untuk meminta Haris mengantar dan menjemputnya di kampus. Bahkan mengantar hingga kamar kosan.


Weli yang memergoki suaminya sedang dekat dengan Mayang, segera menghardik Mayang dari circle kehidupannya. Weli menganggap bahwa Mayang adalah tipe perebut suami orang yang tidak pantas diberi label sahabat. Bahkan ia baru menyadari bahwa ternyata, saat Weli sedang berjuang melahirkan putrinya, Mayang tengah asik memadu kasih, menebar rayu di kamar rumah sakit bersama Haris.


Demi mempertahankan rumah tangga, Weli meminta Haris menjauhi Mayang, dengan ancaman perceraian. Sayang , rupanya bukan hanya Mayang satu-satunya perempuan yang Haris dekati. Ada banyak karyawan perempuan yang cantik dan muda yang menjadi korban keganasan Haris. Bukan hanya soal perempuan, Haris juga terkenal temperamental dan suka main tangan. Jika Weli menanyakan perihal perempuan-perempuan yang dekat dengannya, tak segan ia menutupi kebusukannya dengan memaki, memukul hingga sumpah serapah yang tak pantas diucapkan seorang suami. Belakangan, Haris juga tidak bisa mengontrol limit kartu kreditnya. Ia hampir selalu gagal bayar, membeli sesuatu yang bukan untuk kebutuhan keluarga. Hutangnya cukup banyak, hingga Weli dipaksa untuk menjual perhiasan hasil tabungannya untuk membayar hutang.


Dalam kondisi seperti itu, sulit bagi Weli mempertahankan rumah tangga. Meskipun Weli tak memiliki pekerjaan da. hanya sebagai ibu rumah tangga biasa, ia memutuskan mengambil langkah perceraian.


Perceraian pun diputuskan pengadilan. Meskipun Weli kalah dalam memenangkan hak asuh atas putri mereka, karena Haris menggunakan jasa pengacara dan memfitnah Weli.


Weli terpaksa pulang ke rumah orang tuanya di Lampung, karena di Bandung ia hanya ikut hidup bersama suami.


Keberadaan anak ditangan Haris, membuatnya merasa menang. Ia menggunakan tameng anak untuk mendekati perempuan, dengan dalih mencari sosok ibu untuk anaknya. Begitu seterusnya, hingga ia bisa mencicipi satu per satu perempuan untuk memenuhi hasrat biologisnya.


Ada banyak perempuan yang telah menjadi korban, dan ia sudah merasa nyaman dengan hubungan tanpa status.


***


Dinda adalah korban kesekian, perempuan seperti Dinda ia rasa mudah untuk menjadi targetnya. Sudah terlanjur tidak perawan lagi. Akan sama baginya untuk digunakan saat ini atau nanti ketika. telah menikah.


Namun, tak semua perempuan sesuai dengan ekspektasi nya. Dinda bukanlah perempuan murahan yang mudah dijamah kapanpun ia mau. Ilmu agama yang cukup dan pengalaman pahit berumah tangga, membuatnya selektif dalam memilih pasangan hidup. Ia juga sangat berhati-hati dalam bersikap.


Haris sangat emosi dan merasa harga dirinya diinjak oleh Dinda. Ia kemudian dendam dan menyebarkan aib lewat Mayang.

__ADS_1


Mayang yang sempat cemburu buta terhadap kehadiran Dinda, tentu mengambil kesempatan ini untuk menjatuhkan lawannya.


***


Kini, Mayang menjadi sangat dekat dengan Haris. Bisa dikatakan bahwa Haris telah menjadi sugar Daddy bagi Mayang. Semua biaya hidup dan kuliah ditanggung oleh Haris. Meski, Haris tengah diambang kebangkrutan.


Wajar jika bangkrut. Laba penjualan handphone tak sebesar gaya hidup hedonis milik Mayang. Demi menjaga pesonanya, ia harus menjaga agar jerawatnya tidak tumbuh seperti dulu, dan wajahnya terjaga glowing.


Masih dengan Credit card Haris mulai diincar para dept Colector dari sebuah bank yang menyediakan credit card.


Sebenarnya, Haris lebih menyukai Dinda daripada Mayang, bukan tanpa alasan, ia rela merogoh kocek untuk membelikan Dinda sebuah mobil, dengan harapan, ketika sudah menikah nanti, Dinda akan membantu Haris untuk melunasi hutang-hutangnya. Sedangkan dengan Mayang, Ia hanya menghabiskan uang saja.


***


"Mas, aku hamil!"


Ucap Mayang sambil menyerahkan e buah alat testpack. Terlihat disana dua garis merah pada masing-masing alat. Menandakan si pemilik testpack tengah berbadan dua.


"Jangan ngaco kamu!"


"Ini buktinya. Kita harus segera menikah!"


Ucap Mayang sambil menunjuk ke arah testpack.


"Mayang, kamu yakin itu anak ku?, apakah hanya aku sugar Daddy mu?!".


Ucap Haris setengah membentak.


"Aku pastikan hanya kamu yang menanam benih di rahimku, mas!"


Ucap Mayang setengah teriak.


"Aku tidak yakin, kita baru berhubungan beberapa kali saja, itu pasti anak hasil hubunganmu dengan laki-laki lain!!!"

__ADS_1


Haris beranjak pergi dengan mobil Pajero nya. Mengabaikan Mayang yang sedang meluapkan emosi kepadanya. Sebuah vas bunga nyaris mengenai kaca mobil Haris.


***


Mayang berusaha mencari keberadaan Haris, baik di rumah maupun di tokonya. Namun, Haris tidak ada di kedua tempat itu. Mayang juga baru mengetahui bahwa yang mencari Haris bukan hanya dirinya saja, melainkan para penagih hutang yang bernada besar.


Mayang melihat daftar hutang Haris dari para penagih hutang, selain kartu kredit dengan limit 50 juta sebanyak 2 buah, hutang Kredit Tanpa Agunan, dan sebuah hutang dengan jaminan, yang jika ditotal secara keseluruhannya mencapai 2 milyar. Sebuah jumlah yang cukup fantastis.


***


Dua bulan sejak kejadian itu, Mayang mulai merasakan stres. Haris belum juga diketahui rimbanya. Sedangkan perut Mayang semakin membuncit. Bahkan ia takut untuk pulang ke kampungnya. Apa kata orang nanti tentang kehamilan ya yang tanpa kehadiran seorang ayah?!


Mayang terus mencari keberadaan Haris melalui teman-teman dekat dan rekan bisnisnya. Sampai suatu hari, Haris menghubunginya. Ia menawarkan diri untuk bertanggung jawab atas kehamilan Mayang. Hal itu tentu diterima oleh Mayang. Dia sangat membutuhkan sosok laki-laki yang bertanggung jawab.


Namun, cerita tentang Mayang dan Haris, bukanlah menjadi cerita yang happy ending. Nyatanya, ditempat persembunyian, Haris hanya mencari nafkah sebagai tukang service Handphone dan melakukan jual beli handphone produk black market. Ruang geraknya terbatasi karena ia menjadi buronan dept Colector Bank tempatnya berhutang.


Mimpi hidup bahagia bersama Haris memudar. Mayang yang dalam kondisi hamil muda perasaannya menjadi sangat sensitif, sehingga mudah timbul pertengkaran diantara mereka. Haris yang terkenal temperamental, tak jarang melakukan kekerasan fisik maupun verbal terhadap Mayang. Keadaan bertambah parah, karena tekanan ekonomi yang mulai menghimpit Haris, sehingga ia mudah marah, terutama ketika tidak memiliki penghasilan.


Berharap untung malah buntung, mungkin begitu kondisi yang dirasakan Mayang. Berharap hidup mewah, ternyata malah hidup susah. Tabungannya selama menjadi model, malah terkuras tanpa sisa. Sedangkan aset-aset milik Haris sebelumnya disita oleh Bank, kemudian dilelang. Hasil lelang digunakan untuk menutupi hutang yang telah berbunga-bunga.


Pada saat yang sama, Weli telah berhasil membangun karirnya. Ia kembali bekerja pada sebuah perusahaan sawit di Lampung. Bersama orang tuanya, Weli kemudian menjemput paksa putri mereka dan membawanya ke Lampung.


Begitulah karma,


Balasannya nyata,


Kamu tak kan tau kapan ia membalasnya


Ketika do'a mulai terkabul,


maka kedholimanmu akan berbalik padamu


Percayalah, karma itu seperti benih yang kita tabur. Seperti itulah yang kita petik hasilnya

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2