
...Spesial Request moment untuk readers @Melodi dan @fitria Arifianto thanks buat saran kelanjutan ceritanya. Author sangat terbantuš¤ yuks yang lain juga ikut kasih author saran cerita. Bisa juga berbagi kisah melalui DM @bungakering86. Biar cuzzz author buatin cerbugnyaš¤...
Sari menatap pilu dua buah hatinya yang semakin tidak terawat dengan baik. Beban masalah yang terlalu berat, rupanya membuat Sari mengalami gejala stres.
Ia kesulitan mencari teman untuk curhat. Profesinya sebagai seorang psikolog justru membuatnya dibully ketika ia membutuhkan teman untuk bercerita. Tekanan dari pihak keluarga mantan suami yang menuntut pengembalian harta Gono gini, turut membuat daftar stresor yang dirasakannya.
"Mami...mami...aku lapar, mi"
Rengek si kecil yang sedari pagi hanya memakan biskuit yang tersisa di kulkas. Anak pertamanya tengah demam tinggi dan tak kunjung mendapatkan obat.
Lastri merasa curiga, mengapa sahabatnya tak berperilaku seperti biasanya.
Ia lupa bahwa Sari tengah menghadapi kehidupan pasca perceraian.
Lastri yang sangat membutuhkan Sari untuk korespondensi berikutnya, memutuskan untuk ke rumahnya. Sudah hampir dua pekan mereka tidak saling bersua untuk berkomunikasi mengenai penelitian sosialnya ini.
***
Ketukan pintu tak kunjung mendapat respon dari sang tuan rumah. Namun Lastri mampu mendengar suara rengekan dari anak bungsu Sari.
Sari mulai merasa curiga dengan apa yang terjadi didalam rumah. Ia baru saja menyadari bahwa Sari hidup sendiri di kota ini. Keluarganya berasal dari Brebes.
Lastri semakin panik karena akses rumah itu hanya pintu depan dan jendela yang terhalang teralis besi. Lastri segera berlari mencari seorang security di kompleks perumahan itu.
Bersama security, ia berusaha mendobrak pintu rumah yang terkunci dari dalam.
Pintu terbuka. Lastri langsung mencari keberadaan Sari.
"Sariiii....!!!"
Lastri melihat Sari yang terbaring di lantai kamar mandi. Dua anaknya berada di dekatnya tengah mendekap.
Sari masih bernafas. Namun tubuhnya mulai memburu karena dinginnya air yang mengalir dari kran kamar mandi.
Sari dan anak-anak segera dilarikan ke Rumah Sakit dan mendapatkan perawatan.
"Aku nyaris depresi!"
Ucap Sari dengan suara nyaris tak terdengar. Sangat terlihat raut yang sangat layu.
"kamu bisa berbagi cerita sama aku, Sar".
Ucap Lastri sambil sesekali menyuapi Sari.
Apakah setiap yang bercerai mengalami hal seperti ini?
Jawabannya, tentu tidak. Tidak semua mengalami efek trauma pasca perceraian. Ada sebagian yang merasa lebih baik setelah perceraian, ada pula yang tidak kuat.
Lastri mendatangi LSM Sehati di kotanya. Ia berkonsultasi mengenai sahabatnya ini. Kebetulan Lastri memiliki rekan Psikolog yang bekerja untuk LSM ini.
...Beragam gejala stres yang muncul, membuat kita sebagai orang yang ada di lingkup kehidupan mereka harus lebih care dan waspada. Tidak peduli dia siapa dan status pekerjaan apa. Stres tetap bisa muncul tanpa bisa dipastikan. Tugas kita sebagai orang terdekat mereka adalah membantu korban untuk dapat melalui masa kritis mereka. Membangun mental secara perlahan dan menjadikan mereka manusia mandiri, manusia baru yang siap menyambut statusnya yang baru menjadi janda....
Sebuah penjelasan panjang diberikan oleh Rania, yang saat ini bertugas menjadi konselor senior. Rania banyak memberikan bimbingan pasca perceraian melalui media zoom. Buku dan novelnya sangat fenomenal sehingga Rania memiliki banyak klien di seluruh Indonesia.
Curhat, diskusi dengan orang yang tepat akan melahirkan solusi. Namun jika curhat dan diskusi tidak dilakukan bersama orang tepat, maka akan menyebabkan bully.
Selama perawatan Sari, Lastri dan Ellen menemaninya. Seorang psikolog juga manusia. Seperti berbicara apakah dokter bisa terkena penyakit?
Sari dibantu oleh dua rekannya mencoba untuk menata kembali kehidupannya. Sari memutuskan untuk mengganti nomer ponselnya agar memutuskan akses dengan keluarga mantan suami. Ia juga memutuskan untuk menjual hasil Gono gini dan menginvestasikan dana hasil penjualan dalam bentuk lainnya.
Memutuskan akses dengan mantan suami dan keluarganya bisa jadi cara terbaik untuk menghindari konflik berkepanjangan. Sebab konflik ini disadari atau tidak dapat menimbulkan beban yang memicu stres!
Jauhi sementara waktu. Hingga dirasa siap untuk menghadapinya kembali. Karena biasanya seiring berjalannya waktu, konflik ini akan mereda, dan baik pihak mantan istri ataupun mantan suami, mulai move on pada kehidupannya dimasa yang akan datang.
Mengubur hal-hal yang berkaitan dengan mantan suami dan memulai sesuatu yang baru adalah poin yang Sari ambil untuk
***
"Kamu harus segera bangkit, Sar. Ingat sebentar lagi kita akan segera merilis penelitian kita!"
Ucap Ellen yang setelah kejadian itu akhirnya memutuskan untuk tinggal di rumah Sari. Sari sendiri yang memintanya untuk menemani dirinya, agar tidak kesepian. Toh jarak kantor Ellen lebih dengan dengan rumah Sari saat ini.
"Well...aku siap untuk merilis hasil penelitian kita".
Ucap Sari yang masih asik menata barang-barang di rumah barunya.
"Serius, Sar?!"
Imbuh Lastri yang membantu Sari menata figura di ruang tengah.
Sari mengangguk.
Kebahagiaan terpancar dari ketiganya.
"Aku senang kamu bisa ceria lagi, Sar!"
Ucap Lastri.
"Aku takut sendirian. Aku butuh kalian!"
Teman, sahabat, keluarga adalah sosok yang sangat dibutuhkan di situasi yang dihadapi Sari. Sangat mustahil seorang yang baru menghadapi perceraian berjalan sendirian.
Sari mulai mau membuka dirinya kembali. Bergaul dengan teman-teman yang berpendidikan membuat jiwanya sehat. Ia meminta bantuan ibunya untuk membantunya menjaga anak-anaknya. Beruntungnya, ayah dan ibu Sari mendukung pemikiran putrinya itu. Ayah dan ibu Sari mau ikut pindah ke rumahnya. Peran ayah digantikan sementara oleh sosok kakek.
****
__ADS_1
Karma untuk Nyonya Arkan!
Lima bulan berlalu sejak perceraian Sari dan Arkan.
Sari mendengar dari kerabat dekat, bahwa Arkan dan Defi telah menikah. Defi bahkan tengah hamil anak Arkan.
Sari tersenyum kecut mendengar berita itu.
"Aku tidak peduli kehidupan Arkan saat ini. Jika ia bahagia ataupun susah, itu adalah takdirnya, dan aku menjalani apa yang sudah Tuhan tetapkan untuk aku!".
Sari benar-benar bertekad mengubur Arkan.
***
Suatu ketika, saat Sari tengah bekerja, ia dihubungi oleh sang pembeli rumah lamanya. Pembeli rumah itu didatangi oleh 4 orang yang mengaku keluarga Maya. Sari kebingungan karena ia tidak begitu mengenal Maya yang dimaksud.
Sari bergegas menuju rumah lamanya dan menemui Maya dan keluarganya.
Sosok perempuan bertubuh ramping, namun dengan perut buncit. Perempuan itu mengaku bahwa dirinya tengah hamil anak Arkan, dan bermaksud untuk mencari Arkan di rumah itu.
"Maaf, Arkan telah pindah dari rumah ini sejak 5 bulan yang lalu. Saat ini Arkan telah menikah kembali"
Ucap Sari. Entah mengapa jiwa nakalnya puas mendengar bahwa perempuan itu adalah pacar Arkan yang tengah menuntut tanggung jawab Arkan.
Drama sinetron yang wajib Sari ketahui kelanjutannya!
Sari tanpa ragu dan dengan senang hati memberikan alamat rumah Defi. Biar kebusukan Arkan dibuka oleh perempuan bernama Maya ini. Permainan cantik akan segera dimulai!
Sari dengan senang hati mengantar Maya menuju kediaman Defi. Disana terlihat ada acara yang tengah dilangsungkan. Ia melihat ke arah banner yang terpasang di depan rumah. "Acara pengajian syukuran kehamilan Defita Anggraini".
Sari juga melihat mobil Arkan terparkir disana. Sungguh sinetron yang sempurna!
Tak berselang lama, hadir Ellen dan Lastri yang sebelumnya dikabari oleh Sari.
***
Maya memasuki rumah itu. Nyaris tanpa permisi, meringsek masuk diantara para tamu pengajian. Mencari batang hidung Arkan yang tak kunjung muncul.
Maya mencoba tenang. Ia duduk diantara tamu perempuan yang berjejer.
Tak ada yang menyadari kehadirannya. Hingga Arkan sendiri yang melihatnya dengan sangat terkejut. Raut wajah ketakutan sangat tampak.
Pengajian segera dimulai, ketika Master Ceremony mempersilahkan Arkan sebagai calon ayah untuk membuka acara. Tampak diwajahnya seperti menolak dan tak mampu berkata apa-apa.
Maya berdiri ketika MC memanggil Arkan. Sari dan kawan-kawan maju lebih dekat dengan pintu utama rumah itu. Defi menyadari kehadiran Sari. Iya terlihat ketakutan juga, ekspresi mereka sama.
Sari tak bisa berhenti tertawa geli melihat sinetron pertama kali tampil live di kehidupan nyata.
Defi tiba-tiba pingsan. Saat Arkan hendak menolong Defi. Maya menghampiri Arkan.
"Rupanya kau tengah menanam diisi mas Arkan!"
Belum selesai berbicara, Maya sudah menampar pipi Arkan.
Mertua Arkan berteriak histeris menyaksikan Arkan ditampar. Ia tentu tidak mengerti alur cerita episode sebelumnya.
Maya tak berhenti sampai disitu. Ia kemudian mencoba menjambak dan mengucapkan kata-kata kasar.
"Ku kira kau akan menepati janjimu setelah menceraikan istrimu!, kau malah menanam ditempat lain!, dasar bajixxxx!!!"
Ucap Maya bertubi-tubi. Banyak yang berusaha melerai, namun dihalangi keluarga besar Maya yang turut serta membela sang anak.
Perkelahian tak terhindarkan. Para jama'ah berhamburan membubarkan diri. Keadaan kondusif ketika kantibmas datang melerai. Pak RT dan kepala desa sampai turun tangan.
Setelah semua bisa ditenangkan, barulah pak RT memimpin mediasi antara Arkan, Maya dan keluarga Defi.
"Laki-laki bernama Arkan ini adalah kekasih anak saya, Maya. Arkan hilir mudik ke rumah saya, bawa anak saya pergi, lalu pulang dalam keadaan begini. Dia gak jujur kalau sudah punya istri. Lah kami sebagai keluarga Maya juga gak mau rugi. Saya minta Arkan menceraikan istrinya. Saya tunggu pertanggungjawaban, malam hilang begitu saja. Sekalinya ketemu, malah sama perempuan lain!"
Ucap Pak Furqon, ayah kandung Maya dengan penuh emosi. Arkan tertunduk tanpa kata. Sepertinya dia pasrah dengan apa yang akan diputuskan pada mediasi ini.
"Saya sungguh kecewa nak Arkan. Kecewa untuk kedua kalinya. Perlu Pak Furqon ketahui, bahwa Arkan datang menemui saya untuk melamar Defi. Saya kira dia laki-laki pada umumnya, rupanya dia duda cerai beranak dua. Belum lama bercerai, sedangkan dia mengaku telah memacari anak saya 3 tahun lamanya. Lah berarti dia ini menjadikan anak saya selingkuhan selama ini?!. Sakit hati saya. Tp saya coba untuk bisa ikhlas menerima. Karena rupanya, anak saya sudah tidak gadis lagi. Itu yang say dengar ketika mantan istri Arkan bertandang ke rumah ini. Saya berusaha tetap tenang, pura-pura tidak tau selama ini. Demi menjaga kondisi ibunda Defi"
Maya dan Defi sama-sama dalam keadaan hamil. Defi hamil muda sedangkan Maya hamil tua.
Pak RT dibuat kebingungan dengan kondisi seperti ini. Diminta memilih salah satu apa adil, lah kan dua-duanya sama-sama butuh bapak?!
"Duh ..saya ini bingung memutuskannya. Gak bisa saya minta mas Arkan ini memilih, karena tentu dua-duanya minta pertanggungjawaban, sama-sama butuh Bapak".
Hening sesaat. Pak RT dan pak Kelapa Desa saling berpandangan. Ini kasus yang berat yang pertama kali mereka selesaikan secara musyawarah. Rumah Defi sudah seperti panggung layar tancap. Karena berita kericuhan di rumah Defi telah menyebar ke penjuru kampung. Banyak orang yang datang hanya untuk menyaksikan jalannya mediasi, atau bahkan menunggu keputusan Abang Arkan ini mau memilih siapa nantinya?
Hebatnya, suasana seperti itu dimanfaatkan oleh abang-abang penjual sosis bakar, pop ice dan Balon, untuk menjajakan dagangannya. Seperti layaknya lomba Agustusan. Tak ada yang bisa menghalau para kaum ghibah untuk datang dan menyaksikan. Beberapa diantara mereka berkumpul untuk berlomba menjadi komentator, kayaknya sebuah pertandingan.
Pak wartawan dari sebuah media massa lokal yang kurang terkenal juga turut mengais rejeki di lapak pameran film dadakan ini. Suasana seperti sedang syuting sinetron berlangsung.
Defi dimana?
Jangan tanya, dia yang siuman dari pingsannya merasa malu berat dan memutuskan untuk pingsan kembali, setidaknya sampai kondisi rumahnya steril dari para netizen.
Sementara Maya, masih sesenggukan dalam tangis. Ia sangat sakit hati dan dendam pada Arkan.
"Sebagai orang yang dipercaya bapak Kepala Desa untuk menyelesaikan permasalahan ini secara damai, maka saya meminta pendapat para warga yang hadir disini untuk memberi saran mengenai apa yang harus kita lakukan untuk menyelesaikan masalah ini?!"
Ucap pak RT yang semakin panas dingin melihat warga yang mulai meringsek masuk ke rumah Defi.
"Kebiri saja, Pak!"
__ADS_1
Ucap salah seorang warga.
"Gak usah terima dua-duanya, itu laki-laki bejxx!!!"
ada lagi yang berkomentar.
"Wes...kawin dua aja!!!"
hahuhahu suara saling hujat dan saling dukung membuat suasana kembali tidak kondusif.
"Tenang...tenang sodara-sodara. Kalau berbicara coba pakai etika!".
Ucap Pak RT.
"Bagaimana Pak Arkan, apakah setuju anda dengan salah satu saran dari warga?. Kira-kira mau pilih saran yang mana?"
Pak RT berusaha menekan Arkan dengan cara yang berbeda. Arkan tertunduk seperti pita suaranya telah hilang.
"Saya pasrah Pak RT, mana yang terbaik"
Ucap Arkan lirih nyaris tak terdengar.
"Kamu sebagai laki-laki gak punya sikap dan pendirian!, Gak Sudi anakku seng paling ayu punya suami macam kamu!"
Sergah pak Furqon sambil menghentakkan tangannya ke meja.
"Bapak...nanti anakku siapa yang mau tanggungjawab?!".
"Loh gak bisa nak Maya, anak saya juga butuh Arkan sebagai bapak nantinya!"
Ucap Ayah Defi.
Sanggah Maya yang sedari tadi memegangi perutnya.
Pak RT diam sejenak. Ia berusaha bersikap adil.
"Ya. Karena kedua orang ini menginginkan tanggungjawab, maka saya mengambil keputusan bahwa nak Arkan harus Kawin dua sekaligus!".
Sari dan dua temannya dengan refleks bersorak "horeeeeee!!!" yang diikuti tamu lainnya.
Loh kok suaminya kawin dua mantan istri bersorak senang, mengapa?
Karena baik Maya maupun Defi akan sama-sama merasakan rasanya dimadu. Rasanya berbagi suami. Rasanya kurang nafkah. Dan rasanya berbagi malam!!!
***
Sejak kejadian itu, Sari menjadi lebih semangat dalam menjalani kehidupan. Ia sangat yakin bahwa apa yang ditanam, maka akan dipetik.
Tiba akhirnya Sari dan teman-teman merilis hasil penelitian non ilmiahnya dalam sebuah artikel berjudul "Alasan wanita menikah dengan pria lebih tua, mapan, dan duda"
Hasilnya :
Hasrat seorang wanita ingin hidup bahagia dengan patokan materi sebagai parameter kebahagiaannya.
Hasrat tidak ingin hidup susah dan ingin instan kaya.
Terhipnotis bujuk rayu dari sang duda keren.
Usia telah melebihi 26 Tahun namun belum memiliki calon pendamping hidup.
Demi karir dan jabatan.
Artikel dari hasil penelitian mereka yang dirilis di sebuah media online, langsung banjir komentar dan berhasil menjadi tranding topik di sebuah aplikasi berlogo burung itu.
Sari, Ellen dan Lastri berhasil menambah followers hingga mendapatkan banyak endors iklan. Mereka akhirnya membuat sebuah akun khusus untuk tempat curhatan para emak-emak korban pelakor.
Akun ini juga di follow oleh LSM Sehati binaan Rania. Dan dengan seijin mereka bertiga, Rania membuat seri penelitian dan cerita hidup Sari menjadi sebuah cerbung dan novel.
Sari...end
hai dears jangan lupa untuk terus mengikuti kisah 100 hari pertama menjadi janda. Ikuti terus ya setiap part nya yang dijamin akan semakin seru.
__ADS_1
Next cerita : Tuntutan Seorang Pelakor!
See you at the next part ya š