
...Dear para readers mohon tidak boomlike dengan jarak waktu per detik ya karna mempengaruhi performance Author karena dianggap kecurangan🙏mohon pengertiannya ya di like pelan-pelan...
Sepekan bersamamu, Pa
Untuk mengganti waktu yang hilang
Untuk mengganti cinta yang hilang
Sepekan bersamamu
Meskipun ada batas waktu
Yang membentang antara cinta, rindu dan penjara
Hampir sepekan Jean dan Rania mendampingi anak-anak untuk mengunjungi Papa Dani di lapas. Selama sepekan ini, terlihat kembali kedekatan antara ayah dan anak.
Hari kedua yang lalu, diisi dengan mencukur rambut dan kumis Papa Dani. Sebelum ke lapas, Jean mengajak Azka dan Zidan ke sebuah supermarket dan meminta mereka memilih alat cukur untuk Papa Dani.
Ketika sampai di lapas, Azka dan Zidan bergantian mencukur kumis dan janggut yang hampir menutupi wajah Dani. Hal sederhana yang membentuk bonding diantara mereka. Anak-anak sangat antusias, bahkan Zidan bercita-cita ingin membuka sebuah babershop jika ia telah besar nanti.
Hari berikutnya, Zidan dan Azka sengaja masak di apartemen. Mereka membuat omlet telur dan sayur sup ayam kesukaan ayahnya. Jean sengaja menyewa apartemen dengan fasilitas dapur didalamnya. Bukan apartemen tipe studio.
Ketika sampai di lapas, mereka dengan bangga mengatakan pada Papa Dani bahwa mereka telah memasak spesi untuk Papa Dani dan saling menyuapi secara bergantian.
Pertemuan selama hampir sepekan ini membuat Dani dan anak-anaknya menjadi dekat kembali.
Dani rupanya tidak mengajukan banding untuk kasusnya. Ia menerima keputusan hakim dan menyadari kesalahannya. Ia merasa lebih baik berada di lapas ini.
Ia akan menghabiskan waktu tahanan ini. Dani bertekad untuk memulai kehidupan yang baru. Menebus kesalahan-kesalahan nya dimasa lalu. Memperbanyak ilmu agama dan belajar untuk bersabar.
Ia sadar keputusannya untuk tidak banding membuat Ibunya syok dan mengalah sakit-sakitan. Namun, jika ia banding, ia takut akan bertambah runcing permasalahan dan perdebatan tidak akan pernah padam.
Dani telah merasakan bahwa jiwanya lelah. Ia membutuhkan ruang untuk berdiam diri. Keluar dari zona kehidupannya yang suram. Keluar dari zona orang-orang yang berpengaruh buruk terhadapnya.
Perusahaan telah ia operasional kan kepada Bimo. Bimo akan memberikan laporan setiap bulannya ke lapas. Jika ada proyek besar, Bimo akan menghubungi Dani untuk berdiskusi.
__ADS_1
Hikmahnya, Bimo yang tadinya seorang karyawan di perusahaan lain. Kini membantu ayahnya untuk bekerja di industri yang sama.
Hasilnya, Bimo belajar mengendalikan perusahaan dan jika nanti Dani selesai masa kurungan, maka bisa melanjutkan kembali bisnis-bisnis nya.
"Papa, besok Azka dan Zidan akan kembali ke Lumajang..."
Ucap Zidan berpamitan pada Papa Dani. Sebelumnya, Rania yang mengatakan bahwa mereka akan kembali ke Lumajang esok pagi.
Dani tiba-tiba terdiam.
Ia kemudian mendekati Rania dan Jean.
"Jean, terimakasih telah memberikan kesempatan kepada saya untuk dekat kembali dengan anak-anak. Jujur seberapa lama pun waktu tidak akan pernah bisa melepaskan rindu di dada. Selama apapun waktu selalu kurang untukku dan anak-anak".
Ucap Dani yang mulai menitikkan air mata. Terlihat wajah penyesalan dan kesedihan yang teramat dalam di wajah Dani. Sebagai seorang ayah, Jean pun tak kuasa untuk memisahkan keduanya. Namun, ia pun memiliki kehidupan sendiri yang tak mungkin untuk di sisihkan.
"Saya sangat memahami perasaan mu. Saya pun tidak tega memisahkan kalian. Hanya saja, saya memiliki kewajiban di Lumajang. Namun, saya berjanji agar setiap hari Sabtu dan Minggu dan saat mereka liburan sekolah, mereka akan menemui kamu disini"
.Ucap Jean
Ketika hendak berpamitan. Papa Dani terlihat lebih berat melepas Azka dan Zidan. Sebagai laki-laki tanda menangis adalah titik terlemah dari mentalnya. Tanda bahwa ia berada di kondisi Yang sangat terpuruk.
"Papa, Azka janji tidak akan pergi meninggalkan papa. Azka akan memohon pada Allah, agar papa cepat keluar dari penjara, sehingga kita bisa bersama bermain bola dan berenang lagi. Papa, tidak akan tergantikan dengan siapapun. Itu yang ayah Jean nasehat kan kepada Azka. Jadi, papa tetap ada di do'a utama Azka selepas sholat".
Kata-kata Azka membuat Dani melting. Ia tidak menyangka anak seusia Azka bisa memiliki pemikiran se-dewasa ini. Azka dewasa karena ditempa pengalaman.
***
Di perjalanan pulang, Azka bercerita panjang lebar tentang ayahnya. Cita-cita untuk membahagiakan ayahnya kelak dan membuatnya bangga dengan hafalan Al Qur'an yang tengah dijalani Azka. Ya Azka telah mengikuti program Tahfiz. Ia bercita-cita memberikan mahkota untuk Papa, Mama dan ayah diakhirat kelak. Hal yang tak pernah terduga oleh mereka rupanya meskipun Azka tak banyak bicara seperti Zidan, namun ia memiliki kedewasaan dan kecerdasan yang tinggi.
Azka juga bercerita bahwa ia telah berjanji kepada Papa Dani untuk menyetor hafalan Al-Qur'an setiap bulannya minimal 1 Juzz. Dani sangat antusias dan berjanji akan membelikan hadiah untuk setiap hafalan yang disetor oleh Azka.
Benar saja, tak berselang lama ketika Azka telah berada di Lumajang, sebuah sepeda lipat dikirimkan oleh seorang kurir ke alamat Azka di Lumajang. Sempat heran dari mana asal sepeda lipat itu, rumahnya sepeda itu adalah pemberian Dani.
***
__ADS_1
Dani telah menceritakan sepekan bersama anak-anak, Jean dan Rania pada Bimo, adiknya.
Bimo nyaris tidak percaya, namun kakaknya ini tidak percaya pada Dani, dan hampir mengira Dani berhalusinasi. Namun, ketika petugas lapas memberikan cerita yang sama, Bimo akhirnya percaya.
Dani meminta Bimo untuk membelikan Azka sebuah sepeda lipat dan mengirimkannya pada Azka. Bukan hal yang sulit bagi Bimo untuk memenuhi keinginan kakaknya itu. Setelah pulang menjenguk kakaknya di lapas, Bimo kemudian mampir ke sebuah toko sepeda dan membelinya dua unit untuk Azka dan Zidan.
***
Sebuah surat dari Dani untuk anak-anak.
Anak-anak Papa yang saya cintai.
Maafkan papa yang harus meninggalkan kalian sementara waktu.
Demi kebahagiaan kita dimasa mendatang,
Demi masa depan yang lebih baik.
Sepeda ini untuk kalian menuntut ilmu agama
Jadikan sepeda ini sebagai kendaraan ibadah kalian.
Jadikan sepeda ini amal jariyah Papa, agar kita dipersatukan di akhirat kelak.
Dari papa untuk kesayangan papa
Azka dan Zidan
***
Surat itu datangnya bersaman dengan furnitur. Diantar kurir suruhan Bimo.
Bimo yang penasaran dengan kehidupan Rania kemudian memutuskan untuk ke Lumajang, bersilaturahmi dan melihat kehidupan Rania. ya ... Ia datang langsung ke Lumajang dan melihat langsung aktivitas Rania dan anak-anaknya sepanjang seharian penuh. Hasilnya sangat menakjubkan penilaiannya, Rania telah memliki kehidupan yang sempurna bersama suami barunya dan anak-anak, Jean.
bersambung...
__ADS_1