100 Hari Pertama Menjadi Janda

100 Hari Pertama Menjadi Janda
Dinda Bagian 2 : Metamorfosa Dinda


__ADS_3

Dinda mengalami tekanan yang sangat berat. Usianya mungkin tidak sepadan dengan ujian hidup yang harus ia jalani. Menikah diusia muda, menjadi tulang punggung keluarga, ditinggalkan, kemudian di madu.


Status di KTP Dinda adalah perawan. Namun kenyataannya, dia tak lagi perawan. Kegadisannya direnggut hanya demi pernikahan yang berlandaskan sah secara agama. Baginya, keperawanannya lebih murah dari perempuan lacur dijalanan. Hanya dengan ijab qobul palsu dan tanda uang merah 1 lembar, seseorang bisa dengan mudah menyicipi tubuh seorang gadis. Jika telah puas, maka dapat ditinggalkan begitu saja. Mau menuntut? mama bisa? menuntut siapa?, menuntut kemana?. Tak ada pengadilan agama manapun yang mau menampung gugatannya. Bukankah praktik pernikahan bawah tangan termasuk hukum pernikahan yang ilegal?!.


Kondisi Dinda yang tak kunjung membaik membuat iba keluarga besar. Sebagian menyalahkan ayah Dinda dan sebagian menganggap ini adalah sebuah takdir.


Ya begitulah. Mengapa praktik pernikahan siri atau bawah tanah selalu subur dan membudaya. Karena meskipun tak sedikit yang mengalami kegagalan rumah tangga, nyatanya mereka masih saja menganggap ini adalah bagian dari takdir.


Paman Dinda adalah seorang penjual "ramban". Ramban adalah jenis pakan ternak untuk kambing atau sapi yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang biasa ditanam di sekitar pekarangan rumah warga di Kabupaten Lumajang. Biasanya, Paman Dinda yang bernama Parto ini menyetorkan ramban pada Jean setiap sepekan tiga kali. Dari perkenalan dengan Jean ini, pak Parto mengenal Rania dan aktivitas Rania sebagai aktivis.


Rania merasa miris dengan keadaan Dinda. Tanpa diminta oleh LSM, Rania langsung terjun ke lapangan untuk mengecek kondisi Dinda. Nyatanya Dinda masih sangat sulit diajak berkomunikasi.


Rania menjelaskan bahwa praktik pernikahan dini ini rawan kan kegagalan.


Rania bersama rekan LSM nya semakin gencar untuk menyuarakan gerakan nikah cukup usia dan "Menikahlah di KUA dan dibantu MUA". Gerakan ini menyerukan akan praktik pernikahan usia dini tidak lagi diadopsi. Anak yang dinikahkan dini tidak akan mengurangi beban keluarga, bisa jadi ia akan menjadi beban keluarga yang lebih berat di kemudian hari.


Nikah bawah tangan atau nikah siri yang tidak tercatat secara hukum Indonesia memiliki sejumlah dampak negatif, terutama bagi kaum perempuan. dampak negatif pernikahan siri antara lain,


Pihak perempuan tidak bisa menuntut haknya sebagai istri yang telah dilanggar oleh suami karena tidak adanya kekuatan hukum tetap terhadap legalitas perkawinan tersebut.


Tidak adanya kejelasan status wanita sebagai istri dan kejelasan status anak di mata hukum. 


Nikah siri cenderung membuat salah satu pasangan, khususnya suami lebih leluasa untuk meninggalkan kewajibannya.


Pelecehan seksual terhadap perempuan karena dianggap sebagai pelampiasan nafsu sesaat bagi kaum laki-laki.


Banyaknya perlakuan kekerasan terhadap istri.


"Jadi jelas ya bapak dan ibu, bahwa kegagalan pernikahan ini bukan hanya masalah takdir. Namun ada unsur campur tangan manusia juga. Kalau bercerai di usia muda, apalagi memiliki bayi. Lah status bayinya ini tidak sah dimata negara, maka dia tidak akan bisa memiliki akte kelahiran. Jika tidak punya akte kelahiran, maka anak ini tidak bisa masuk sekolah!"


Rania untuk kesekian kalinya berbicara dihadapan masyarakat desa. Ia bekerja sama dengan Pelaksana Lapangan Keluarga Berencana yang berkantor di setiap Kecamatan. Tak jarang, suara Rania ini banyak ditentang oleh para tetua kampung.


Sebagian masyarakat, terutama di Kabupaten Lumajang, menganggap bahwa pernikahan di usia dini itu lebih baik daripada hamil diluar nikah. Padahal, keduanya sama-sama tidak memiliki resiko yang negatif.


Jika takut anaknya berzina, maka laranglah ia berpacaran, batasi pergulatannya, dan berikan ia kesibukan yang dapat melalaikannya dari kegiatan yang tidak bermanfaat. Dengan menikahkan anak yang belum cukup usia, hanya akan membuat ia tidak siap menghadapi problematika rumah tangga. Ditambah dengan pernikahan yang tidak sah, kemana ia harus menuntut jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan?


***


Pagi itu,


Paman Dinda mendatangi LSM Sehati untuk berkonsultasi hukum tentang apa yang dialami oleh keponakannya itu.


Bu Martha menghela nafas panjang setelah mendengarkan penjelasan Sang paman. Kemudian Bu Martha menjelaskan mengenai pernikahan bawah tangan atau nikah siri di Indonesia.


Di Indonesia, pernikahan diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Dalam Pasal 2 Ayat 1 UU Pernikahan itu berbunyi "Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu."


Sementara, pada Pasal 2 Ayat 2 berbunyi "Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut perundang-undangan yang berlaku."


Berdasarkan UU itu, pernikahan yang sah adalah pernikahan yang dilakukan berdasarkan aturan agama serta tercatat secara hukum negara. Artinya, nikah siri melanggar Pasal 2 Ayat 2 UU Pernikahan tersebut.


Selain itu, nikah siri melanggar UU Nomor 22 Tahun 1946 Tentang Pencatatan Nikah, Talak, dan Rujuk. Sebab, pernikahan siri tidak diawasi oleh pegawai pencatat pernikahan negara.

__ADS_1


Jadi dalam kasus yang dialami oleh Dinda, LSM hanya bisa membantu dalam hal rehabilitasi psikologisnya. Namun dalam tuntutan pernikahan, hal ini tidak dapat dilakukan. Karena sejak awal telah melanggar hukum perundang-undangan di Indonesia tentang hukum pernikahan yang sah.


***


Pak Parto tertunduk lesu. Ia tak tau lagi apa yang harus dilakukannya untuk bisa membantu Dinda keluar dari kesedihannya.


Rania menyarankan agar Dinda diungsikan ke tempat yang jauh dari sumber trauma. Salah satu cara healing terbaik untuk sementara waktu adalah menjauhkannya dari hal-hal yang membuatnya trauma sampai beberapa waktu. Jika sudah tenang dan bisa diajak berkomunikasi, barulah bisa dibantu untuk proses penanganan tahap lanjutan, yaitu belajar untuk siap menghadapi kenyataan dalam hidupnya.


Seorang kerabat yang tinggal di daerah Bandung menyarankan agar Dinda di bawa pindah ke tempatnya. Ia akan mempekerjakan Dinda di sebuah kantin yang ia kelola. Sebelumnya, Dinda akan menjalani perawatan terlebih dahulu, setidaknya agar Dinda bisa diajak berkomunikasi.


Setelah melewati persetujuan keluarga. Dinda pun akhirnya dibawa oleh pihak keluarganya ke sebuah wilayah di daerah Bandung. Dinda juga masih dalam pengawasan LSM Sehati. Klien ini masuk dalam lingkup kerja Rania. Sehingga, keluarga besar Rania meminta agar Rania mendampingi Dinda selama beberapa pekan di Bandung.


***


Hari pertama...


Rania mengajak Dinda untuk berkeliling kota. Dinda diajak ke suasana yang berbeda dari biasanya. Rania mengajak ke salah satu tempat yang menjadi icon kota Bandung. Ada pameran bunga disana. Dinda yang mulai bisa berjalan dan beraktivitas untuk merawat dirinya sendiri. Meskipun masih sering ia dapati, Dinda murung dan termenung.


Disuatu senja saat Rania tengah berkemas untuk kembali ke Lumajang. Dinda tiba-tiba muncul dihadapan Rania.


"Kau akan pergi kak..."


Tanya Dinda dengan nada lemah.


Rania menatap Dinda, dan mencoba mencari kata yang tepat agar Dinda mengerti bahwa tugasnya akan digantikan oleh keluarga besarnya di Bandung.


"Ya Dinda. Aku harus segera kembali ke Lumajang. Maafkan karena tidak bisa menemanimu kamu sepanjang hari di Bandung. Tapi kamu tenang saja. teh Niken kan sudah menjanjikan untuk membantumu".


"Apa yang harus aku lakukan, Rania?".


Tanya Dinda. Ia masih dalam proses pemulihan psikis. Sehingga sering mengalami bingung dan hilang arah. Keberadaan pendamping dan keluarga sangat menentukan proses penyembuhan hingga 100%.


"Kamu akan mendapatkan pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja. Nanti, kamu bisa membuka salon dan MUA. Teh Niken kan bisnisnya di bidang wedding organizer".


Ucap Rania dengan penuh semangat, agar Dinda tertular semangatnya.


"Apakah aku bisa melakukannya, Rania. Aku masih sering merasa kosong. Hidupku sia-sia".


"Tidak, Din. Kamu sangat berharga Dimata keluargamu. Mereka sangat sayang dan peduli padamu. Lihat perjuangan mereka agar kamu bisa bangkit. Berjalanlah kedepan. Berlari mengejar ketertinggalan. Kamu bisa berubah menjadi sesuatu yang baru. Melepaskan waktu yang menyakitkan. Terkait perasaan kosong dan mudah bingung, lawan. Jangan biarkan ia menguasai mu. Perlahan ia akan menghilang. Maka sibukkan dirimu dengan hal positif. Aku tunggu kabar baikmu".


Dinda menatap kosong ketika tubuh Rania memasuki kereta yang mengantarnya kembali ke kota Lumajang. Ada perasaan optimis, bahwa Dinda akan tumbuh baik di kota Bandung. Kerabat yang tinggal di kota ini lebih aware dengan kondisi psikis Dinda. Mereka dengan lembut membimbing Dinda untuk menyadari dirinya, bahwa ia sangat berharga.


Sepekan berlalu. Dinda telah mengikuti kegiatan di sebuah Balai Latihan Kerja milik pemerintah Provinsi Jawa Barat. Bidang yang di pilih Dinda adalah pelatihan tata rias. Teh Niken adalah sepupu Dinda yang dengan telaten membimbing Dinda untuk mampu mengikuti pembelajaran yang diberikan.


Niken adalah seorang MUA terkenal di wilayah Bandung Barat. Ia juga memiliki usaha dibidang wedding organizer. Ia sangat gesit dan cekatan dalam merias. Bakar bawaan itulah yang membuat Dinda ternyata memiliki kemampuan yang sama dengan Niken.


Niken mempekerjakan Dinda pada wedding organizer nya. Dinda memegang penuh persiapan peralatan make up. Ia juga berbagi tugas dengan Niken. Untuk prosesi Prewedding photo, maka Dinda lah MUA-nya. Sedangkan untuk pernikahan, Niken lah MUA nya.


Lambat laun, banyak yang menyukai riasan Dinda. Dinda semakin sibuk. Rasa percaya dirinya semakin terpupuk tat kala banyak orang yang memuji kepiawaiannya dalam merias. Hebatnya, Niken juga mengajarkan bagaimana cara menghandle komplain, sehingga kita masih tetap bisa berkarya. Sebab tak akan ada manusia yang sempurna di dunia ini. Selalu akan ada ujian. Ada yang suka dan tentu ada juga yang tidak suka. Kuat dan tegar adalah kunci agar kita selalu menjadi manusia waras di dunia ini.


Beberapa bulan berlalu. Rania juga disibukkan dengan aktivitas dari klien-klien lainnya. Rania mendapatkan promosi jabatan menjadi penyuluh utama di LSM Sehati.

__ADS_1


Suatu sore ketika Rania tengah memberikan motivasi klasikal pada calon peserta nikah muda cukup usia. Seorang asisten Rania memberitahu bahwa diluar telah ada seseorang yang ingin menemuinya.


"Bilang tunggu sebentar ya mba Ayu. Sebentar lagi saya akan menemuinya. Saya selesaikan dulu tugas saya".


Ucap Rania pada asisten pribadinya. Setelah tugas selesai. Rania pun menuju ruang tunggu tamu guna menemui orang yang ingin bertemu dengannya tadi.


Rania sedikit menebak-nebak siapa yang menemuinya ini. Nyaris ia tak bisa mengenalinya. Sangat cantik dengan riasan natural. Ia mengenakan dress bunga berwarna merah muda. Matanya mengenakan softlens berwarna coklat. Wanita itu tersenyum bebas pada Rania. Menyiratkan bahwa ia telah mengenali Rania sebelumnya.


"Maaf apakah kita pernah bertemu sebelumnya?".


"Ya Rania. Aku Dinda?"


"hah...Dinda ...?. Dinda yang di Bandung?!"


Sungguh surprise...Dinda berubah drastis. Dinda telah berani menginjakkan kaki di kota Lumajang. Mendekati sumber trauma yang pernah membuatnya hilang arah.


"Rania, aku datang untuk membuktikan hasil kerja kerasmu. Ternyata dunia tidak akan runtuh dengan aku kehilangan suamiku. Ternyata dunia masih berpihak padaku. Aku mengikuti banyak pelatihan MUA di Bandung dan Jakarta. Aku di gembleng tentang personaliti oleh Niken yang juga seorang singgle parent. Aku berjuang untuk bangkit. Setiap aku merasa sendiri, maka aku akan melihat bagaimana Niken melanjutkan kehidupannya tanpa seorang suami.


Aku telah berubah Rania. Kau yang telah merubah cara pandang ku terhadap hidup. Aku belajar menemukan cela dibalik musibah. Cela dibalik sebuah masalah. Cela untuk bisa keluar dan segera bangkit.


Aku menjadi yang terbaik untuk diriku sendiri. Belajar merias wajah manusia, aku juga belajar merias diriku sendiri, kepribadianku sendiri".


Ucap Dinda menggebu.


"Kamu sudah bertemu mantan suami mu?"


Bisik Rania perlahan. Ia tak tau perkembangan mental Dinda, sehingga ia melirihkan suara untuk pertanyaan yang bersifat menantang.


"Tentu, Rania. Aku telah bertemu laki-laki itu. Dia hampir saja tak mengenaliku. Dengan suara ia baru tau kalau perempuan yang ada di acara desa adalah aku. Ya. Kami bertemu di sebuah acara pemilihan kepala desa. Dia tak datang bersama istrinya. Sayup-sayup ku dengar bahwa istrinya telah kembali ke Malaysia, menggugat cerai Hadi. Karma telah berlaku. Pernikahan mereka hanya seumur jagung. perempuan itu tak menerima adat dan budaya kita. Perempuan itu tak mau hidup sederhana, mengikuti penghasilan Hadi. Ia terbiasa di Malaysia. Dimanjakan oleh dolar dan gaya hidup kekinian.


Hadi terlihat semakin jelek di mataku. Atau seleraku tentang laki-laki yang telah jauh berbeda. Entahlah. Aku tak ingin memikirkan itu. Aku sudah bahagia dengan kehidupanku saat ini".


Ucap Dinda. Ia bercerita dengan penuh semangat. Tak ada raut kesedian yang terpancar di wajahnya.


Dinda telah bermetamorfosa. Tak ada kata terlambat memperbaiki nasib. Pernikahan usia dini, Tak memiliki pendidikan formal yang cukup, bukan sebuah penghalang seseorang untuk merubah nasib. Lihatlah berbagai peluang. Ikuti pelatihan. Bahkan di Balai Latihan Kerja milik pemerintah, biasanya menyediakan berbagai pelatihan gratis. Kemampuan untuk mengasah lifeskill. Sehingga setelah mengikuti pelatihan, masyarakat diharapkan mampu di serap dalam dunia kerja, atau membuka lowongan untuk dirinya sendiri alias berwirausaha.


Balai Latihan Kerja atau BLK adalah prasarana dan sarana tempat pelatihan untuk mendapatkan keterampilan atau yang ingin mendalami keahlian dibidangnya masing-masing.


Secara umum, BLK membuka beberapa bidang kejuruan seperti, Kejuruan Teknik Sepeda Motor, Kejuruan Teknisi Komputer, Kejuruan Operator Komputer, Kejuruan Tata Busana, Kejuruan Teknik Pendingin, Kejuruan Tata Graha, Kejuruan Tata Kecantikan Rambut, Kejuruan Tata Kecantikan Kulit, Kejuruan Tata Rias Pengantin, Kejuruan Tata Boga dan lain sebagainya.BLK juga bisa memfasilitasi untuk keahlian dalam bidang bahasa asing seperti, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang dan Bahasa Korea (Wikipedia)


Setiap daerah di Indonesia memiliki Pusat Balai Latihan Kerja yang dikelola oleh Dinas Tenaga Kerja. Bahkan pelatihan ini diberikan secara gratis kepada para pencari kerja dengan berbagai latar belakang pendidikan dan usia.


Dinda telah mempersiapkan dirinya untuk melanjutkan jenjang pendidikan. Tak mengapa terlambat, daripada tidak sama sekali. Ini adalah kesempatan kedua yang diberikan Tuhan untuknya. Kesempatan untuk melanjutkan cita-cita, meskipun lewat jalur yang berbeda.


Ketika Dinda menempuh waktu y bulan di Kejar paket C, ia juga menemui beberapa ibu-ibu yang kembali bersekolah. Alasan mereka beragam, mulai dari kebutuhan standar pekerjaan, hingga ada yang ingin melanjutkan studi seperti dirinya.


Dinda meyakinkan diri untuk bangkit. Ia ingat kata-kata Rania,


Jangan sempit kan hati dan pemikiran mu. Kamu berharga dimata orang yang mencintai kamu. kamu menjadi biasa dimata orang yang hanya sekedar mengenalmu, dan Kamu buruk, hanya dimata orang yang membencimu.


Dinda, kamu bisa!

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2