100 Hari Pertama Menjadi Janda

100 Hari Pertama Menjadi Janda
Lemah!


__ADS_3

Waktu dinas luar kota telah selesai. Wisnu dan Fika harus kembali ke Jakarta.


Menjelang check out, Wisnu mengirim pesan pada Fika, bahwa ia akan menunggunya di Bandara, sebab ia masih harus mampir ke tempat seorang arsitek, memastikan pembagunan telah sampai Finishing.


Ada rasa kecewa dibenak Fika. Jika memang ia akan mampir ke proyek, mengapa Wisnu tak membawanya serta, bukankah mereka bisa pergi bersama?!


Fika menunggu di bandara dengan gelisah. Dilihatnya dengan seksama gate masuk.


Tak berselang lama, Wisnu masuk dan menyerahkan sebuah botol teh dingin untuk Fika. Namun, ia tidak sendiri, ada Ambar dan Seno, rekan marketing cabang Bali. Rencana untuk menyerang Wisnu dengan banyak pertanyaan, terpaksa ia tunda. Sebab, mereka duduk dibangku yang sama, sedangkan Fika berada di bangku yang berbeda.


Fika termenung sendiri dibangku pesawat. Berbagai tanya dan penyesalan saling berseteru. Mengapa Fika begitu mudah jatuh ke tangan Wisnu?, apa maksud Wisnu menyetubuhinya?!, benarkah cinta yang Wisnu berikan padanya tulis??


Jawabannya tentu hanya Wisnu yang tau!


Yang jelas..Fika terlambat menyadari dan terlambat menyesali.

__ADS_1


Ia tak lagi perawan!


Fika menangis dalam diam. Disebelahnya hanya bangku kosong. Fika duduk sendiri. Namun, ia menyadari Wisnu yang duduk di bangku seberang tengah memperhatikan Fika yang menangis sesenggukan!


###


Sejak hari itu, Fika mulai mencari informasi Wisnu melalui teman-teman se-kantor. Namun, tak satupun dari mereka tau rumah Wisnu. Terakhir kali Beni rekannya menemui Wisnu di tempat tinggalnya dua tahun lalu dan itupun di rumah kosnya.


Wisnu berasal dari sebuah desa kecil di Jogjakarta. Hanya informasi itu yang akhirnya Fika dapatkan. Sesama rekan kerja hanya mengenal Wisnu sebagai rekan kerja yang profesional. Dia jarang membuka diri tentang latar belakang dan keluarganya. Itu sebab, nyaris tidak ada yang mengetahui bagaimana latar belakang Wisnu. Satu-satunya informasi hanya bisa ia dapatkan dari HRD. Tapi, itu pun tidak mungkin.


Fika tak patah semangat, ia mulai berselancar di sosial media. kata kunci hanya menggunakan nama Wisnu, semua diteliti, namun nihil. Tidak ada nama Wisnu dengan kata kunci yang dimaksud. Instagram, Facebook, nihil.


Fika memahami bahwa pekan ini memang pekan yang sibuk untuk Wisnu. Sebab, selain Fika yang sedang mengambil cuti. Beberapa proyek juga sedang masa MOU, sehingga Wisnu tak punya waktu luang yang cukup.


Setelah masa cuti selesai, Fika tak bisa lagi menunggu untuk mencari tau siapa Wisnu sebenarnya. Pagi itu ia mencari keberadaan Wisnu yang tidak ada di kantor. Asisten Wisnu mengatakan bahwa Wisnu tengah berada di lapangan. Segera Fika menyusul. Namun, seperti belut, Wisnu licin sekali, sehingga ia tak bisa menemuinya.

__ADS_1


Hingga malam tiba, dan Fika hendak beranjak pulang. Seharian ia harus lembur membuat MOU dengan klien. Setelah mengemasi pekerjaan, ia melihat Wisnu berjalan menuju gudang.


Fika mengejar Wisnu. Berteriak mengejar pria itu.


Dengan tatapan dingin, Wisnu menoleh kearahnya.


"Fika, kamu mencari aku seharian, ada apa?!"


Ucap Wisnu dengan wajah lesu.


Sedikit Fika terhenyak. Pria ini ia cari, ia rindu, tapi...


"Ya mas. aku mencari kamu sedari kemarin!"


Rasa rindu yang Fika rasakan, dikalahkan oleh rasa penasaran yang sudah sepekan ia pendam.

__ADS_1


"Mas, aku hanya ingin tanya, apakah kamu sudah menikah?!".


Wisnu terdiam dengan tatapan dingin....


__ADS_2