100 Hari Pertama Menjadi Janda

100 Hari Pertama Menjadi Janda
Bagian 8 Perempuan-perempuan Dani


__ADS_3

POV Dani


Akhir pekan ini aku merasa sangat penat dengan kesibukannya mengurus proyek IT baru di Semarang. Untungnya Delita, asisten di kantor cabang Semarang, mau membantu aku. Sedangkan si Arman sulit sekali diandalkan. Delita selalu memberi laporan perkembangan proyek pemasangan jaringan komputer di rumah sakit Seroja. Ia juga sangat perhatian padanya sejak kantor baru Semarang didirikan. 


Aku ingat kejadian malam itu, ketika aku dan Pina bertengkar hebat. Pina mengetahui status asli ku. Ya, selama ini aku memutuskan untuk menutupi status pernikahanku dengan Rania pada teman-teman. Terutama pada Pina. Jika dari awal Pina mengetahui bahwa aku pria bersuami, tentu dia tak mau dengan aku. Apalah, toh aku masih bisa membagi perhatian. 


Tapi, malam itu Pina berhasil mengetahui password handphone ku. Dia berhasil membaca isi chat ku dengan Renata dan Delita. Ah….padahal aku masih masa penjajakan dengan mereka. Ya, belum sampai sejauh dengan Pina. 


Sebenarnya hubunganku dengan Pina berawal dari keisengan belaka. Aku tak menyangka, ternyata Pina menyambut nya dengan cinta. Beberapa kali saja ku lemparkan rayuan ala lelaki ABG, ternyata Pina menyambut serius. Pina bahkan merelakan keperawanannya begitu saja padaku. Ah...tapi sungguh, itu sensasi yang sangat berbeda. Sedikit menghamburkan kepenatan dalam hubungan rumah tangga.


Hampir setahun lamanya hubungan kami, namun aku belum ingin kearah yang lebih serius. Kalau bercinta begini saja sudah cukup bahagia, untuk apa kita menikah?, Hanya menghambur biaya dan jujur, berkomitmen itu membosankan.


Seperti rumah tangga yang aku jalani dengan Rania saat ini. Aku merasa Rania semakin hari semakin tak bisa menjaga penampilan. Terutama sejak melahirkan Zidan. Berat badannya semakin melar, dan bau tubuhnya kadang-kadang aku tak tahan. Aku menyarankan dia untuk membeli parfum, tentunya dengan cara dia menyisihkan sebagian uang belanja. Aku tak mau tau. Aku ingin lebih banyak menabung daripada menghamburkan hanya untuk sekedar kebutuhan dapur dan rumah tangga. Toh anak-anak masih belum butuh banyak biaya.

__ADS_1


Proyek di Semarang cukup besar. Aku menginvestasikan dana keuntungan perusahaan untuk membeli sebuah kantor, bertemakan vila, seperti yang diminta oleh Delita. Ah...gadis ini memang kadang terlalu banyak bermimpi. Dia ingin bekerja di kantor, tapi berasa sedang liburan di sebuah vila. 


Berkat kerja keras Delita, aku memiliki tiga proyek di Semarang. Rumah sakit Seroja, Sekolah Internasional School Semarang, dan Proyek pemerintahan. Wajar kalau aku mengabulkan keinginan Delita untuk membangun sebuah kantor dengan konsep vila. Aku menyerahkan pembangunan kantor Semarang ini sepenuhnya pada Delita. Tidak disangka, Delita menyiapkan spesial room  untuknya. Dimana ruang kerja bersebelahan dengan meeting room dan sebuah mini room yang menyerupai kamar tidur hotel. View jendela menghadap pemandangan pegunungan di wilayah Ungaran. Ah...seperti hotel berkelas. 


Delita adalah lulusan arsitektur sebuah universitas ternama di kota Semarang. Dia sangat lihai dalam penataan ruangan. Dia aku rekrut untuk membantu dalam penataan ruang IT support di wilayah kerja klien. 


Setelah pertengkaran dengan Pina malam itu, aku menjadi menjaga jarak dengan perempuan sipit asal kota Madiun itu. Menyebalkan. Dia mengadukan hubungan kami pada Rania, dan mencoba mencari tahu hubunganku dengan perempuan-perempuan lain. Tapi, aku tak memutuskan hubungan ini. Aku tetap menjanjikan sebuah pernikahan indah dengannya. Meskipun saat ini, aku pun dekat dengan Delita dan Renata.


Sama seperti Pina, Delita adalah gadis manja. Dengan mudah keperawanannya aku dapatkan. Karena itu, Delita dan Pina tak akan mudah melepaskan diri dari aku.


Jujur aku telah jenuh menjalani sebuah pernikahan yang kaku dengan Rania. Dia tak mudah bergaul. Sejak memiliki anak, dia juga tak pandai merayu. Dia tak lebih seperti seorang baby sitter. Ketika aku mengetahui bahwa ibu ku tak menyukainya. Maka kesempatan untuk menyingkirkan Rania aku ambil. 


"Dani, kamu itu laki-laki berkelas, masak kamu punya istri mirip babu!" ibu sering mengucapkan hal ini, entah karena ibu memang membenci Rania, karena kesalahan yang pernah Rania buat sewaktu kami bertunangan, atau memang yang ibu katakan itu adalah sebuah kenyataan.

__ADS_1


Hari ini ada acara aqiqah anak pertama Bimo, aku memutuskan untuk mengajak anak-anak ke rumah Bimo. Aku meminta bantuan ibu dan adikku untuk menjauhkan anak-anak dari Rania. Ini bagian dari sebuah rencana. Jika perceraian terjadi, anak-anak harus sudah dalam pengasuhan keluarga ku sepenuhnya. Hal itu agar Rania tak mendapatkan hak gini gini dari aku. Enak saja, tidak kerja tapi dapat bagian harta. Ini juga atas saran ibu. Ibu tak rela hartaku jatuh ke tangan Rania. Dia itu tak mau kerja, dia hanya mau menjalankan usaha yang memalukan. Catering kecil, Halah seperti penjaja kue jalanan saja. Sungguh tak ada yang bisa dibanggakan dari Rania. 


Tapi tak bisa di pungkiri, bahwa menyingkirkan Rania ternyata bukanlah hal yang mudah. sifatnya sangat keras dan instingnya sangat kuat. meskipun hanya seorang ibu rumah tangga, Rania tau semua tentang seluk beluk kantor. Kemarin Rania memberanikan diri datang ke kantor, dan mengurus asuransi kesehatan anak-anak. Dia juga mengajukan klaim pencairan atas tunjangan istri yang wewenangnya aku serahkan pada pihak ketiga. Dia mantan HRD. Dulu saat merintis usaha di bidang IT, Rania lah yang bertugas melakukan Recruitment karyawan dan membuat klausal perjanjian usaha dengan pihak-pihak perusahaan yang menggunakan jasa IT Solution. Hasil kerjanya berupa draft kontrak perjanjian kerjasama masih aku gunakan hingga saat ini.


Sebenarnya, aku ingin memanfaatkan Rania dalam perusahaan. Tapi, Rania sangatlah pencemburu. Gerak-gerik ku di kantor sangat ia pantau. Aku tak bisa bebas bercengkrama dengan karyawan perempuan. Hidup terlalu kaku.


Rania juga sellau ingin ikut ketua ada meeting di luar kota. Lagi, gerak gerik ku selalu diawasi. terutama masalah hubungan dengan rekan kerja perempuan. Ah....menyebalkan.


Tunggu sampai waktunya , aku akan mengakhiri pernikahan ini. Dan tinggal memilih antara Pina, Renata atau Delia. Sungguh beruntungnya aku mendapatkan gadis muda belia. Pastinya orang akan menilai ku sebagai laki-laki yang beruntung, karena meskipun status duda anak dua. Aku bisa mendapatkan gadis cantik muda belia.


#gregetan gak sih pembaca yang Budiman????


Lanjut ga???? Yuks jangan lupa like sebanyak-banyaknya ya...

__ADS_1


__ADS_2