
Rahma terdiam saat melihat Wisnu melaju dengan mobilnya. Ia berhenti menangisi lelaki itu. Matanya tidak lagi sembab. Ia lelah dikatakan cengeng. Ia lap air mata dengan jubahnya. Ia kemudian masuk kedalam kamarnya. Ia bongkar lemari pakaiannya.
Masih ada beberapa blazer yang dulu ia kenakan semasa masih bekerja disebuah perusahaan percetakan. Ia buka handphone, membuka sebuah toko online, dan membeli beberapa kosmetik dengan harga yang tidak terlalu mahal. Ia tutup toko online, dan membuka aplikasi berwarna hijau. Ia menghubungi sahabatnya.
"Win, ajari aku dandan ya!". Isi pesan kepada sahabatnya sesama reseller produk pakaian gamis untuk emak-emak kece.
###
Disisi lain, Rania dan Azka tengah berjuang untuk Fika yang masih harus bed rest karena kondisi kandungan lemah. Rania mencari Wisnu yang bagaikan belut. Sulit untuk ditangkap!
Sore itu, Azka datang ke Rumah Sakit untuk menjemput Fika. Hari ini ia diperbolehkan untuk pulang dan menjalani bed rest di rumah.
Selama ini Fika dan Azka belum pernah bertemu langsung. Saat terakhir Azka membawa Fika dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Azka masuk tanpa salam. Pria ini terlanjur menjadi dingin di hadapan Fika. Azka datang sendirian. Kali ini dengan tatapan dingin yang membuat Fika menjadi serba salah. Ia ingin menyapa Azka, tapi, keadaannya sudah berbeda. Dulu Fika terlihat lebih tegas dalam menunjukkan dirinya, saat ini, Fika merasa minder dengan keadaannya, kesalahannya, sesuatu yang Azka tak pernah temui sebelumnya.
__ADS_1
Azka kemudian mendekati Fika. Menatap matanya dengan tajam.
"Terlalu bodoh wanita ini. kau akui dirimu kuat, dirimu mampu mandiri. Ternyata kamu hanyalah wanita lemah, kamu masih membutuhkan aku, Fika!"
Ucap Azka dengan sinis.
Fika hanya terdiam.
"Kamu pikir aku akan menodai kamu di apartemen ku?. Huft...aku tak sekonyol itu!"
"Ada ayah Dani di apartemen itu. Menunggu kamu datang dan menunggu kamu untuk tinggal bersamanya!, tapi kamu memilih untuk pergi!"
Ucap Azka sambil membalikkan tubuhnya.
"Aku memang masih merasakan cinta itu. Tapi bukan berarti aku akan berbuat seceroboh apa yang kamu buat untuk mengungkapkan cinta?"
__ADS_1
Ucap Azka dengan dingin.
Fika terperanjat mendengar apa yang diucapkan Azka. Diapun menyadari bahwa ayahnya tinggal di apartemen yang dulu sempat didatangi Fika bersama Azka.
Fika masih terdiam..
"Ini!" ucap Azka. Ia mengeluarkan sebuah map dari dalam sebuah tas yang ia bawa kemudian memberikannya kepada Fika.
Tanpa kata, Fika membuka isi map tersebut. Sebuah data pribadi tentang Wisnu. Ia baru mengetahui bahwa ternyata Wisnu selain memiliki istri, dia juga belum resmi bercerai, memiliki anak dan memiliki catatan kasus dari HRD tempat dia bekerja, bahwa beberapa karyawan wanita telah menjadi korban Wisnu sebelumnya. Namun, sayangnya wanita-wanita ini malah menjadi korban pemecatan, sebab Wisnu memenangkan sidang kehormatan, bahwa Wanita-wanita yang menjadi Sales Promotion Girl (SPG) inilah bersalah karena telah menggoda Wisnu terlebih dahulu.
Perusahaan masih membutuhkan Wisnu saat itu, sehingga Wisnu hanya mendapatkan mutasi wilayah kerja saja, namun tidak mempengaruhi jabatan yang ia miliki.
Fika semakin merasa bersalah, ketika ia melihat bahwa Wisnu telah mengajukan permohonan perceraian kepada Pengadilan Agama. Dia akan segera menceraikan istrinya, Rahma. Tepat ketika janji Wisnu akan menikahinya.
Fika baru menyadari bahwa Wisnu akan menceraikan Rahma untuk menikahi dirinya ...
__ADS_1
Bersambung...