100 Hari Pertama Menjadi Janda

100 Hari Pertama Menjadi Janda
Tak akan ada pernikahan sempurna


__ADS_3

POV Malik


Sebuah pernikahan yang singkat dan penuh sandiwara telah usai. Melati telah menerima takdir yang menimpanya. Ikhlas menjadi satu-satunya pilihan agar ia bisa bangkit dan menata masa depan. Butuh perjuangan sampai dititik ini.


Enam bulan berlalu setelah Melati ke Indonesia. Ia telah bekerja pada sebuah Universitas di kota Malang, mengajar bahasa untuk mahasiswa yang ingin mendapatkan beasiswa ke Turki, menjadi aktivis anti pernikahan usia dini. Kesibukannya, melalaikan pada rasa cemas karena trauma pernikahan masa lalu.


Melati sangat populer dengan buku dan majelis yang ia pimpin. Ia menitik beratkan pada pentingnya mengedukasi para remaja dan orang tua agar mereka mampu menyiapkan masa depan dengan matang.


Suatu hari, ketika Melati baru saja menyelesaikan sholat di sebuah masjid dekat kampus. Tiba-tiba ia mendengar suara yang tidak asing di telinganya. Sebuah ceramah atau kajian yang diisi oleh seorang Ustad. Membahas mengenai fiqih. Gaya bahasa dan struktur kata yang sangat tak asing . Namun Melati tak yakin. Ia mencoba mengingat dan tanpa sadar ia berjalan menuju arah sumber suara.


Laki-laki tegap tinggi bersorban coklat susu.


"Malik...."


Jantung rasanya berdegub kencang. Melati berjalan cepat melewati masjid itu. Berlari menuju parkiran dan terdiam untuk waktu yang cukup lama.


"Bagaimana bisa laki-laki itu berada di kampus ini!" gumamnya.


Pemikiran itu seperti sebuah teka teki yang harus ia pecahkan. Ia mulai mencari tau tentang kajian rutin yang ada di masjid, jadwal dan pemateri yang mengisi kajian. Dan hasilnya semakin membuat Melati terkejut. Seperti berada dalam pusaran air yang sulit untuk ditembus. Rupanya, Malik adalah salah satu pengurus organisasi keagamaan di kampus ini!. Kampus tempat Melati bekerja telah menjalin rekanan, bahkan untuk fakultas dakwah, setiap mahasiswa wajib mengikuti program di pesantren yang di pimpin Malik saat ini.


Dunia terasa menyempit. Rasanya harapan ingin benar-benar lepas dari laki-laki yang pernah memberinya luka itu sulit!


Melati memikirkan banyak pertimbangan untuk ia memutuskan, apakah ia tetap bertahan di kampus tempat ia berkarir saat ini, toh Malik tak sepenuhnya terlibat di kampusnya. Melati masih bisa menghindar, karena Malik bukan orang internal kampus. Namun satu sisi, Melati merasa hidupnya dibayang-bayangi oleh kehadiran Malik, bukan...bukan hanya Malik, tapi juga istri barunya, keluarganya, dan "agh...!!!".


"Melati...!"


Lamunan Melati seketika terhenti, saat ia melihat sosok yang baru saja memanggilnya. Waktu terhenti sesaat. Rasanya ia ingin menghilang saja saat itu.


"Maaf aku telah membayangi hidupmu"


Melati tak bergeming


"Akulah bayanganmu, yang selalu mengikuti setiap jengkal langkahmu. Lelaki yang merasa bodoh karena menelantarkan seorang istri yang telah mengorbankan masa mudanya hanya untuk belajar menjadi istri. Tapi, tetap tak bisa melakukan apapun".

__ADS_1


Tiba-tiba hawa panas memenuhi kepala Melati dan seketika tak mampu menahan ledakan emosi yang telah diredam lima tahun lamanya.


" Ustad Malik yang terhormat. Jika anda merasa bersalah. sepatutnya anda membiarkan saya hidup tenang!. Bertahun lamanya saya berjuang untuk menyembuhkan luka. Entah cara apa yang saya tempuh untuk bangkit, dan begitu kerasnya cara yang saya tempuh untuk menjadi dewasa".


Hening


" tolong biarkan hidup saya bahagia. sendiri...!"


Melati melangkah pergi meninggalkan Malik seorang diri.


###


pernikahan Malik tak berjalan sesuai cerita yang dibuat oleh pihak keluarga. Cinta tak mudah dibuat hanya dengan memiliki buah hati saja. Cinta adalah sebuah proses panjang dari bertautnya perasaan manusia.


Malik telah berjuang menerima Tya. Setidaknya, bertanggungjawab menjadikannya seorang istri dan ibu dari anak-anaknya. Namun, cinta Makin pada Melati tak mudah untuk dihapus begitu saja. Seberapa besar perjuangan Tya untuk menjadi istri satu-satunya, tak mampu melunturkan harapan Malik untuk mendapatkan kembali cinta Melati.


###


Berjuang dalam diam.


Semua berjalan karena campur tangan Malik, tanpa Melati ketahui!


Sama seperti Malik yang menyediakan lembaga pendidikan tersendiri, yayasan yang dibangun khusus untuk Melati, ketika ia tak diterima sebagai bagian dari pesantren sang mertua!


Tya adalah istri pilihan orang tua. Sedangkan Melati, bukan hanya pilihan, namun juga istri yang diperjuangkan, dari sebuah pernikahan terpaksa, hingga cinta berkuasa.


"Saya ingin melamar kembali Melati"


Ucap Malik menghadap Hanafi. Paman dari keluarga almarhum Ayah Melati.


Bagaimana dengan Melati?


Lari...sekuat itu ia ingin berlari. Ia baru menyadari bahwa masa lalunya tidak benar-benar pergi.

__ADS_1


"Maaf Malik, aku benar-benar ingin sendiri. Itu lebih adik untukku dan untukmu. Aku tak akan mampu menjadi istri terbaikmu, saat harus bersaing dengan rasa sakit masa lalu, dan satu lagi, aku enggan bersaing untuk menjadi yang terbaik. Biarlah, Tua menjadi satu-satunya wanita yang menjadi ratumu!"


"Tapi, aku tak pernah mencintai Tya!"


Jawab Makin berusaha meyakinkan.


"Itu bukan urusanku!"


Ucap Melati saat dipertemukan untuk menjawab pinangan Malik.


###


Sejak saat itu. Melati memutuskan untuk menghadapi Malik. Berhadapan dengan kenyataan. Berlari dari masalah, tak akan menyelesaikan semua.


"Biarlah Malik yang berharap, asalkan aku tak memberinya secuil harapan!"


###


Dua tahun berlalu...


Melati berteman dengan masalah yang dihadapinya. Malik bukan lagi trauma untuknya, meski setiap hari, laki-laki itu berusaha muncul dihadapannya.


Melati memutuskan menjalani ta'aruf dengan Angkasa. Seorang prajurit TNI yang tengah menjalani studi kebahasaan, karena akan ditugaskan di Timur Tengah. Angkasa terpesona pada tutor bahasanya. Lelaki berperawakan tinggi tegap dan humoris.


"ajari saya Bu guru, oh ya, kalau boleh sekalian ajari calon anak kita juga ya Bu guru..."


Celetuknya saat mengikuti sesi pelajaran bahasa yang dipandu Melati, sontak membuat Melati tersipu malu.


Rupanya Angkasa serius. Sebelum ia berangkat ke Suriah untuk misi perdamaian, ia memberanikan diri untuk menemui wali Melati.


"Bu guru, aku juga akan membawamu ke kantor. Kita langsung nikah saja ya. Tapi, ditinggal sebentar saja setelah nikah. Murid mu ini harus bertanggung jawab pada negara, seperti nanti aku akan bertanggung jawab untuk kamu sepenuhnya" ucap Angkasa sambil diselipkan canda. "Bu guru" adalah panggilan kesayangan Angkasa pada Melati.


Canda Angkasa seperti candu untuknya. Angkasa memberi warna indah bagi kehidupan Melati yang terlalu dipenuhi drama selama ini.

__ADS_1


"Pergilah untuk mengabdi pada Negara, dan pulanglah untuk mengabdi pada cinta".


The end....


__ADS_2