100 Hari Pertama Menjadi Janda

100 Hari Pertama Menjadi Janda
Bagian 40 Keluarga Asli Dani


__ADS_3

Mentari di ufuk timur bersinar dengan cerahnya. Disebuah dapur yang menghadap ke taman bunga ada Delita yang dengan manis tengah asik meracik kopi untuk Dani, calon suami idamannya. Meskipun tadi malam diwarnai dengan pertengkaran, namun Delita ingin menunjukkan sikap manisnya menjelang pernikahan. Bagaimanapun, untuk mencapai satu tujuan, harus ada yang dikorbankan, ya...meskipun ia harus mengorbankan perasaannya, dendamnya.


Dani menuruni anak tangga. Dari anak tangga itu bisa terlihat aktivitas dapur yang sangat bersih dan tertata rapi. Ibu Nani belum hadir, padahal biasanya Bu Nani akan duduk di meja makan, dan menyuruh Surti pembantunya untuk menghidangkan sarapan pagi.


"Ibu mana Del....?


Sapa Dani


"Maksudnya ibuku...?"


Ucap Delita berbalik tanya


"Bu Nani, ibuku!"


Jawab Dani acuh.


Delita tertunduk malu.


"Mungkin masih di kamarnya"


Jawab Delita


"Aku akan menemui ibu..."


Ucap Dani.


"eh...eh...eh...biar nanti aku yang mengantar sarapan untuk Bu Nani, mas. mungkin ibu butuh istirahat..."


Ucap Delita berusaha menahan Dani.


"Baiklah"


Jawab Dani seraya menarik sebuah kursi makan dan duduk disana.


"Ini aku buatkan kamu kopi manis"


Ucap Delita sambil menyodorkan secangkir kopi.


"Kamu sarapan ayam goreng ya... ini aku masak spesial buat kamu".


Beberapa potong ayam goreng telah dihidangkan diatas meja makan, lengkap dengan nasi putih dan sayuran. Sejak pagi Delita sengaja memasaknya untuk Dani, demi mendapat pengampunan dan melancarkan rencananya.


"Aku tidak terbiasa makan makanan berat ketika pagi, Del"


Keluh Dani.


Delita terdiam.

__ADS_1


"Makalah sedikit untuk menghargai usahaku, mas"


"Baiklah"


Jawab Dani dingin.


"Hari ini aku ingin memeriksakan kandungan ke dokter. Kamu mau kan mengantarku?"


Pinta Delita disela-sela menikmati sarapannya.


"Apa harus hari ini?"


Tanya Dani.


Delita mengangguk manja.


"Baiklah"


Ucap Dani singkat.


Hati Delita bersorak. Sebagai ibu muda yang tengah hamil dan rencana untuk mengambil waktu luang Dani untuknya, Delita akan meminta banyak permintaan dari Dani, mulai sekarang dan sampai nanti ketika menjadi istri dan ibu dari anak-anak Dani.


***


Delita menyiapkan diri. Jam 16.00 waktu yang disepakati Dani untuk mengantar Delita ke dokter spesialis kandungan yang tak jauh dari rumah. Setelah itu, Delita ingin mengajak Dani untuk berbelanja kebutuhan bayi dan ditutup dengan makan malam. Sempurna bukan rencana itu?


Foto USG dilakukan. Janin berusia empat Minggu. Belum dapat diperkirakan jenis kelaminnya dengan jelas, namun Delita sudah tak sabar untuk menyiapkan beberapa perlengkapan ibu hamil dan bayi. Sesuai dengan rencana yang telah ia akan mengajak Dani ke baby shop. Ia membeli bantal khusus ibu hamil, pakaian dalam ibu hamil, daster bumil yang kece, dan beberapa alat perawatan ibu hamil lainnya. Keluar dari baby shop, dua tas jinjing besar ditentengnya. Menjadi nyonya Dani ternyata menyenangkan. Dani begitu loyal menurut Delita.


Setalah berpura-pura ngidam sushi makanan Jepang, Delita akhirnya bisa menikmati hidangan Jepang asli di restoran All you can eat Jepang. Dani terlhat memanjakan Delita yang tengah hamil anaknya. Dani pun tak ingin sampai anak dalam kandungannya menderita ataupun kecewa karena ibunya tak dipenuhi keinginannya.


Selesai makan, Dani dan Delita memutuskan untuk pulang. Jam telah menunjukkan pukul 22.00. Cukup malam, Delita merasa letih dan sempat tertidur didalam mobil.


"Del...sudah sampai..."


Delita terbangun ketika mobil telah terparkir rapi di bagasi. Ia keluar dengan menenteng dua tas belanjaan. Masuk melewati ruang keluarga. Rupanya disana ada Bu Nani dan Melati, adik Dani yang masih berkuliah. Selama ini ia tinggal di sebuah rumah kos di Depok. Ya Melati masih berstatus Mahasiswa di sebuah kampus swasta ternama di Depok.


Semua mata tertuju pada sepasang calon suami istri sekaligus calon orang tua. Melati menunjukkan sikap tidak sukanya pada Delita.


"Mas kemana aja sih ditelpon malah gak diangkat!"


Ucap Melati ketus.


Dani dan Delita masih berdiri di bibir pintu ruang keluarga yang terpisah dari ruang tamu.


"Aku masih antar Delita ke dokter, Mel..."


"Oh ...jadi sekarang ada ya dokter yang sekaligus buka mall gitu, mas!"

__ADS_1


Ucap Melati sinis sambil melirik ke tas belanjaan Delita.


Delita merasa tidak enak hati kemudian memutuskan untuk masuk ke kamarnya.


Delita masih belum berlalu ketika Melati dengan keras menegurnya.


"Belum jadi istri udah berusaha menguasai. Gimana kalau dah jadi istri ya...makin lupa mas Dani sama adik dan ibunya!"


Delita tersudut dengan situasi itu. Baru saja ia ingin merayakan keberhasilannya menjadi nyonya Dani. Ia malah dihadapkan dengan sebuah realita, bahwa ia akan menghadapi keluarga Dani yang tak segan mengatur dan mencampuri rumah tangganya.


***


Di kamar, Delita mendapati ibunya tengah berkemas pakaian. Sepertinya ibu Yayu, ibu Delita, akan bersiap untuk pulang ke Semarang.


"Ibu...ibu kenapa membereskan pakaian?"


"Ibu mau kembali saja ke Semarang, Del"


"loh...kenapa to Bu?"


"Del...sikap keluarga Dani ini lama-lama bikin ibu ragu menerima Dani jadi suami kamu!".


"Kenapa lagi Bu?"


"Kamu tau...tadi ibu disuruh ngepel rumah sebesar ini gara-gara pembantunya pulang kampung. Terus, ibunya Dani itu nyindir-nyindir kamu yang gak pernah pegang pekerjaan rumah selama tinggal disini. Lah belum jadi menantunya kamu sudah di suruh kerja babu gitu!"


Delita terdiam. Apa yang dirasakan ibunya, juga dia rasakan. Tapi, sekali lagi, ia tak bisa lari dari kenyataan. Ia tengah mengandung anak dari Dani.


Bu Yayu memutuskan untuk pulang sendiri ke Semarang. Sedangkan Delita akan pulang bersama Dani menjelang hari pernikahannya.


Semakin hari, Delita semakin mengenal keluarganya. Melati akan datang setiap sekali dalam sebulan untuk meminta jatah uang kos, uang makan dan uang jajan dari Dani. Melati juga akan meminta uang tambahan jika uang jajannya habis dipertengahan bulan. Itu sudah menjadi kesepakatan keluarga semenjak ayahnya meninggal dunia. Adik perempuannya yang ke tertua bernama Lisna. Dua hari lalu datang untuk meminjam uang kepada Dani sebesar seratus juta. Ia butuh untuk modal usaha suaminya. Semenjak di PHK dari pabrik, suami Lisna menganggur hingga berbulan-bulan. Du hari berselang setelah Melati kembali ke Depok. Bimo adiknya datang untuk meminta dibelikan sebuah mobil. Rupanya Bimo juga tengah menganggur setelah kontrak kerjanya di sebuah perusahaan tidak di perpanjang. Ia beralasan mobil itu nantinya dijadikan untuk usaha rental. Ada pembagian hasil setiap bulannya.


Delita menyadari bahwa Dani bukan miliknya seorang. Mulai berpikir bahwa Dani tak berpoligami. Tapi ia adalah kepala keluarga ABG harus menafkahi adiknya dan juga keluarga adik-adiknya.


Sepekan berada di Bogor. Delita pun mendesak agar Dani menyegerakan pernikahan yang akan dilangsungkan di Semarang. Delita meradang saat Dani mengajukan nominal biaya pernikahan. yang tak sesuai dengan harapannya. Apa yang takutnya terbukti. Pengeluaran Dani beberapa bulan ini melebihi limit budget. Ibu sakit, Melati kuliah, Bimo dibelikan mobil, dan Lisna minta untuk modal usaha. Beberapa vendor juga belum melakukan pembayaran sepenuhnya pada kantor Dani. Sehingga Dani tak bisa melakukan penarikan dana melebihi limit budgetnya. Dani hanya menyanggupi biaya pernikahan sederhana di sebuah gedung biasa. Bukan hotel seperti yang diinginkan Delita.


"Jika kamu ingin pernikahan mewah, aku pastikan kita akan menunda sampai dana ku cukup, Del"


"Aapa kamu mau semua orang tau perutku membuncit dibalik gaun pengantin?!"


"Oke kalau begitu, konsekwensinya, kita nikah di gedung biasa, bukan hotel!"


Delita kecewa. Ekspresi marah tak bisa ia tutupi. Terpaksa ia menerima sebuah pernikahan sederhana di sebuah gedung. Ia takut jika ditunda, maka perutnya akan terlalu buncit dan orang akan tau tentang kehamilannya.


Bersambung....


Terimakasih untuk readers setia ku😍 one day one part Alhamdulillah 🤗 terimakasih juga untuk like and commentnya...saya balas satu per satu ya🤗😍see you on the next part.

__ADS_1


__ADS_2