100 Hari Pertama Menjadi Janda

100 Hari Pertama Menjadi Janda
Pekerjaan yang tepat!


__ADS_3

Hari pertama bekerja, Fika ditemani oleh pak Wisnu langsung. Sesuai kontrak kerja, Fika akan menjalani masa training selama sepekan, untuk kemudian bertugas secara mandiri di stor kosmetik itu. Selain Fika, ada dua rekan lainnya yang akan menemani Fika.


Dua rekan itu bernama Puput dan Seli. Pak Wisnu terkenal sebagai supervisor yang sangat detail. Setiap bawahannya harus mengetahui produk knowledge, bahkan beliau membuat SOP yang lebih ketat daripada perusahaan. Setiap produk dijual dengan Senin yang berbeda-beda.


Misalnya saja, untuk menjual skincare dengan harga under Rp.200.000, maka seorang Sales Promotion Girl cukup memajang dan menawarkan pada konsumen seperti umumnya seorang SPG menawarkan barang. Namun untuk kosmetik yang harganya diatas Rp. 200.000; Pak Wisnu mengajarkan tiap Sales Promotion Girl nya untuk out of the box. Mereka diminta melakukan live sosial media perawatan dengan menggunakan produk tersebut.


Profil dari Fika, tentu menarik perhatian Pak Wisnu. Hari pertama training, Fika telah mampu untuk menghapal semua produk di store-nya. Mulai dari produk seharga ratusan, hingga produk yang konsumennya adalah dokter-dokter estetika, sehingga produknya ada yang mencapai puluhan juta.


Perusahaan kosmetik ini tidak hanya menjual kosmetik biasa, namun juga alat kosmetik seperti anti aging treatment dengan alat yang diimport langsung dari Korea, harganya mencapai Satu Milyar Rupiah.


Fika merasa sangat tertantang untuk bisa menjual alat ini. Sebab, menurut pak Wisnu, jika mampu menjual 3 saja produk dalam setahun, maka Fika akan terbang ke Korea Selatan!


Saking semangatnya, Fika menuliskan targetnya itu di dinding kamar kos. Kamar yang cukup nyaman untuk seorang Sales Promotion. Target penjualan dari perusahaan ini memang cukup besar, namun sangat sebanding dengan fasilitas dan benefit yang diberikan oleh perusahaan untuk Karyawannya.


Setelah masa training. Fika tentu bersemangat. Bahkan ia ingin melampaui target yang diberikan oleh perusahaan untuk seorang karyawan yang masih dalam masa probition. Dalam sehari, Fika mampu melakukan live tiktok selama 3 jam, Live Instagram dan menjual ratusan item produk. di stand langsung, Fika mampu menggaet dokter-dokter untuk tidak hanya menjadi seorang reseller. Namun juga menjadi seorang distributor, sekaligus konsultan bisnis.


Keahlian Fika dalam menguasai teknis bisnis dan penjualan, membuat dirinya banyak disukai oleh konsumen. Tak butuh waktu lama untuk Fika mendapatkan konsumen yang repeat order, kemudian reseller, bahkan menjadi distributor dengan pembelian Ratusan pics.


##


"Fika, kinerjamu selama tiga bulan ini sangat luar biasa. Perusahaan hanya memberikan target under seratus juta padamu, tapi kamu mampu mencapai tiga kali lipat dari itu".


Ucap pak Wisnu usai meeting bulanan. Setiap Sales Promotion harus mengikuti rapat bulanan di kantor pusat.


Rapat tersebut dipimpin langsung oleh management perusahaan yang terdiri dari Manager Perusahaan dan bahkan direktur dan CEO.


Mereka sangat mengapresiasi kinerja Fika yang mampu mendapatkan new customer terbanyak setiap bulannya.


Masa probition telah selesai. Fika mendapatkan promosi jabatan dari perusahaan.


Jabatan yang didapatkan Fika kali ini adalah Product Spesialis. Fika akan mempromosikan produk dengan sistem Bussines to Bussines atau B2B, bukan lagi Bussines to Customer atau B2C. Konsumennya selain para dokter estetika, juga para bisnisman yang mau menginvestasikan dananya pada perusahaan.


Management juga menaikkan jabatan Wisnu, dari supervisor lapangan menjadi Area Manager.


Atas kinerja terbaiknya, Fika ini mendapat perhatian langsung dari pak Wisnu. Ia sangat tertarik dengan Fika. Perusahaan juga menunjuk langsung pak Wisnu turun langsung untuk membantu pekerjaan Fika.


"Mau makan siang bareng?" Ucap Wisnu sesaat setelah rapat selesai. Fika yang saat itu bersama rekan Sales Promotion Girl lainnya saling lirik.

__ADS_1


"Udah Fik. Gak apa-apa kok. Kamu sama pak Wisnu saja. Lagian kan kamu sudah jadi satu tim sama pak Wisnu". Ucap Puput rekan sesama SPG.


"Oke kalau gitu, terimakasih ya pengertiannya" . Jawab Fika sambil melambaikan tanda perpisahan pada teman-temannya.


Wisnu dan Fika berjalan bersama.


"Kamu hebat Fika. Aku saja bisa mendapatkan promosi jabatan setelah bekerja selama satu tahun lamanya. Kamu lepas probition langsung dapat promosi!"


Ucap Wisnu memuji, membuat wajah Fika merah merona.


"Oh ya mau makan apa Fik?!"


Tanya Wisnu.


"Terserah bapak saja..."


Jawab Fika malu-malu.


"Em...kalau gitu kita makan di restoran Nusantara saja yuk. Aku lagi pengen makan masakan Padang. Kamu suka kan?!"


Ajak Wisnu.


Mereka menaiki mobil Fortuner milik Wisnu. Lagu cinta wea 90'an diputar disana. Peterpan, Ada Band, Raja, Wisnu terlihat sangat menikmati lagu itu. Fika terbawa suasana. Meskipun ia tidak kenal dengan lagu era 90'an, namun, lagu Ada Band "Haruskah ku mati karena mu!".


Tak butuh waktu lama, mereka telah sampai di restoran Nusantara. Wisnu memilih sebuah sudut dekat kolam ikan. Tempat yang sangat nyaman untuk mereka menikmati makan siang.


"Ayo duduk!" Ucap Wisnu sambil menarik satu kursi untuk Fika.


"terimakasih pak Wisnu" Jawab Fika dengan lembut.


"Sepertinya, mulai sekarang kamu harus berhenti memanggilku pak Wisnu. Aku sekarang partner yang akan bersama kamu kemana-mana loh Fik. Nanti orang pikir aku ini bapak kamu lagi!" Ucap Wisnu sedikit kesal. Membuat Fika sedikit gugup.


"Oh ...iya...maaf pak...eh ...aduh. Jadi saya ini harus manggil apa dong?!" Tanya Fika. Ia masih kaku untuk berinteraksi dengan Wisnu. Maklum bagaimanapun Wisnu adalah mantan atasannya, dan sekarang pun sebenarnya masih atasannya.


"Panggil mas saja!"


"hah..." Ucap Fika terkejut. Ia berharap salah dengar.

__ADS_1


"Ia...mas...!, Atau nama saja, adalah Jangan bapak!" Ucap Rayan sambil menyerahkan buku menu pada Fika.


"Pesan yang banyak!" Ucap Wisnu.


"tenang bonusmu sudah ditransfer hahaha!" Ucap Wisnu terbahak-bahak.


Fika mendengus kesal.


"tenang hari ini aku yang traktir kok!"


Ucap Wisnu sambil melirik genit Fika.


Fika membuang muka. Merasa jengkel dengan selera humor Wisnu.


Tak berselang lama, makanan pun tersaji. Kali ini Wisnu memesan banyak sekali makanan.


"Bapak sebanyak ini untuk dimakan satu kali ini?!"


Tanya Fika yang melihat rendang, ayam goreng, cumi saus Padang, ikan bakar, gulai kambing.


"Iya. Satu kali makan. Kan ada kamu yang bakal bantuin aku makan hahahah!" Ledek Fika.


Fika pun tertawa sambil terheran-heran. Baru kali ini ia menemukan orang dengan selera humor tinggi. Padahal saat di kantor, Wisnu terkenal dengan sikap yang keras dan target oriented!


"eh...!"


"apa...?"


"jangan panggil saya bapak!"


"emm...iya mas ..!"


Meraka pun melanjutkan makan siangnya. Fika mulai menikmati makan siangnya. Wisnu dengan sengaja menambahkan porsi nasi Fika yang sengaja dipesannya.


"Aduh mas stop, aku sudah kenyang ini!!! gerutu Fika yang terkejut Wisnu menyendokkan secentong nasi kedalam piring Fika.


"Makan yang banyak. Biar badanmu berisi!" Ucap Wisnu sambil terus menyantap makanannya.

__ADS_1


Selama makan siang, gurauan mereka terus naik level. Fika mulai terbiasa dengan jike ala Wisnu.


Bersambung


__ADS_2