Aku Bukan Penggoda

Aku Bukan Penggoda
Awal cerita


__ADS_3

Kehidupan rumah tangga adalah suatu kehidupan yang penuh dengan tanda tanya. Kadang kita bisa merasakan kebahagiaan, tapi terkadang kita juga bisa merasakan sebuah kesedihan. Seperti halnya kisah seorang gadis muda berusia 18 tahun yang terjebak oleh kehidupan rumah tangga akibat sifat bucinnya terhadap cinta pertamanya. Sebut saja Namanya Zyva.


Semua itu berawal dari kisah kasihnya dengan pemuda bernama Zyan. Pemuda yang dikenalnya dari situs jejaring social.


“ Oh ya, besok hari minggu Aku mau jalan dengan cowokku. Kalau kalian mau kemana ?” Ucap Joana teman dari Zyva.


“ Kalau Aku sih mau nonton bioskop sama Doi “ balas Adinda.


“ Kalau kamu Zyva ?” tanya Joana.


“ Aku hari minggu ada bimbingan matematika sama Bu Windi”


“ Hari minggu kok masih belajar sih Zyv. Kalau kaya begitu kapan kamu punya pacar, waktu buat pacaran saja tidak ada ?”


“ Iya gimana lagi. Akukan dipilih jadi peserta olimpiade. Ya mau nggak mau sih “


“ Tapi kamu juga jangan fokus sama prestasi saja. Kamu juga butuh refresing. Atau kamu ikut kita jalan – jalan nanti pas liburan ? Siapa tahu kamu cocok dengan salah satu teman cowok kita”


“ Mau sih, tapi Aku juga ada acara sama keluarga”


“ Yah gimana dong ?”


“ Aku punya kenalan. Lebih tepatnya teman cowokku. Nih, Aku kasih tau media sosilnya ya ?” ucap Adinda.


“ Nah setuju Aku. Jadi kamu nggak perlu repot – repot buat ketemu. Pendekatan saja dulu Zyv ?”


“ Tapi bagaimana dengan orangnya ?” tanya Zyva.


“ Aku juga belum terlalu kenal sih, tamu bisa kepoin akun media sosialnya kok” jawab Adinda.


Sejak saat itu Zyva mulai mengikuti pergaulan dalam lingkup sekolahnya. Zyva yang dulunya termasuk anak yang tidak mudah bergaul, kini berubah. Ia mulai terjun dalam pergaulan bebas.


“ Kamu mau nggak jadi pacarku ?” UCap Zyan di sebuah air terjun.


“ Kamu serius ?”


“ Ya Aku serius. Aku mencintaimu dan sangat mencintaimu. Bagaimana, apakah kamu mau ?”


“ Iya Aku mau”


Ini adalah awal perjalanan cinta antara Zyan dan Zyva. Tak ada yang salah diantara keduanya. Keduanya saling mencintai dan menjalin hubungan layaknya anak muda yang sedang dimabuk asmara.


“ Hari ini Aku ada kabar baik “ ucap Zyva.


“ Oh ya, Apa kabar baiknya ?” tanya Joana.


“ Aku sudah jadian sama Zyan “


“ Wah, kita pasti dapat pajak jadian nih ?”


“ Tenang saja. Besok hari minggu kita jalan barenga ya ? Ajak juga pacar kalian !“


“ Wih, siap kalau itu “ jawab Adinda.


Enam bulan Zyva dan Zyan berpacaran. Emir merupakan cowok yang baik, santun dan juga setia. Ia juga berasal dari keluarga kaya. Awal 6 bulan mereka berbapacaran merupakan awal yang sangat indah. Zyan selalu memberikan perhatian kepada Zyva begitu juga sebaliknya. Setiap hari Zyan juga selalu mengantar dan menjemput Zyva ke sekolahnnya. Mereka seperti tidak terpisahkan satu dengan yang lainnya hingga kejadian tidak dinginkan itu terjadi.

__ADS_1


Sepulang sekolah, Zyan menjemput Zyva. Namun di tengah jalan, ban mobil Zyan bocor . Hingga membuat Emir dan Zyva turun dari mobil dan tiba – tiba hujan deras turun dan membasahi keduanya. Emir memutuskan untuk meneduh di sebuah rumah tidak jauh dari mobilnya. Di saat itu kejadian tidak dinginkan itu terjadi. Mereka sudah melanggar batas. Mereka terbuai oleh nafsunya tanpa memikirkan masa depan mereka.


“ Aku takut. Bagaimana jika sesuatu tejadi denganku ?” tanya Zyva.


“ Aku akan bertanggung jawab sayang. Aku tidak akan membiarkan hal buruk terjadi kepadamu “


Setelah itu semuanya berjalan baik – baik saja hingga Zyva merasakan hal aneh pada dirinya. Ia mengalami mual yang sangat hebat hingga ia memutuskan untuk tidak pergi ke sekolah.


“ Kamu yakin kamu tidak apa – apa sayang ?” tanya Bunda Zyva.


“ Tidak apa – apa Bun. Aku hanya masuk angin”


“ Ke dokter ya nak, Bunda temenin ?”


“ nggak usahlah Bun. Zyva cuma sakit biasa saja kok “


“ Mau sakit biasapun juga kamu harus periksa ke dokter dulu nak. Ayo Bunda antar ? “


Zyva terlihat ketakutan dan gelisah. Ia mencari alasan agar Bundanya tidak membawanya pergi ke dokter.


“ Nanti sore saja ya Bun. Kalau sampai nanti sore Zyva masih mual, kita pergi ke dokter “


“ Yaudah. Kalau gitu kamu istirahat ya ?”


“ Siap Bun”


Di kamarnya Zyva mulai kebingungan. Ia tidak tau harus berbuat apa. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk membeli testpack secara online. Agar Bundanya tidak merasa curiga, Zyva juga memesan bebrapa barang lain.


“ Kok kamu turun sayang ?” tanya Bunda.


“ Kamu ke kamar saja, nangi Bunda yang anterin pesanan kamu ?”


“ Nggak usahlah Bunda. Lagian Zyva juga bosen kalau di kamar terus. Jadi sekalian Zyva cari angin di teras rumah “


Setelah berhasil mendapatkan tespaknya, Zyva browsing di internet tentang cara penggunaan testpack itu. Dan dugaan Zyva benar. Ia positif hamil anak dari Zyan. Hari itu seperti hari yang sangat buruk untuk Zyva. Ia mencoba menghubungi Zyan, namun tiada jawaban darinya. Sudah 5 hari ini ia tidak berkomunikasi dengan Zyan. Zyva menghapus air matanya dan pergi menuju rumah Zyan.


“ Bun, Zyva keluar sebentar ya Bun ?”


“ Kamu mau kemana sayang ?”


“ Zyva mau beli buku”


“ Kamu diantar sama Pak Bambang ya nak ?”


“ Nggak usah Bun. Deket kok, Zyva bisa naik taksi “


Sesampainya di rumah Zyan, Zyva memberanikan diri untuk mengetuk pintu rumah Zyan. Seorang wanita cantik dan seorang anak kecil keluar dari rumah Zyan.


“ Hai dek, kamu mau cari siapa ya ?” tanya wanita itu dengan ramah.


Zyva terdiam. Ia berfikir tentang siapa wanita yang ada di rumah Zyan ini. Ia menduga bahwa wanita ini adalah kakak dari Zyan.


“ Kakak cantik kok diem saja. Kakak mau cari siapa, mau cari Papa, Mama, Kak Jio atau dedek ?” ucap anak kecil yang belum terlalu mahir berbicara itu.


“ Sepertinya saya salah rumah deh mbak. Orang yang saya cari sepertinya tidak tinggal disini”

__ADS_1


“ lho, emangnya kamu mau cari siapa ? Siapa tahu saya bisa bantu “


“ Saya mau cari laki – laki bernama Zyan. Apakah mbak mengenalnya ?”


“ Zyan ? Aku sepertinya tidak mengenalnya. Tapi kamu yakin kalau dia tinggal disini ?”


“ Iya mbak. Aku dulu pernah diajak kesini. Atau mungkin dia sudah pindah mbak ?”


“ Tapi nggak mungkin deh. Soalnya saya sama suami saya sudah lama tinggal di tempat ini. Emmm atau nanti Aku tanya sama suami saya ya deh’’


“ Kalau begitu saya permisi mbak “


“ Kamu nggak mau masuk dulu, hitung – hitung sebagai tanda perkenalan ? “


“ Iya kakak cantik. Kakak cantik nggak mau main dulu sama dedek ?”


Zyva tersenyum ke arah anak kecil di depannya sambil menahan air matanya.


“ nama kamu siapa nak ?”


“ nama Aku Kayana”


“ Hai Kayana salam kenal sayang. Panggil kakak, Kakak Zyva ya ?”


“ Oh iya Zyva, perkenalkan namaku Yuna. Senang bertemu denganmu”


“ Aku juga mbak “


“ Lebih baik kita ngobrol di dalem deh, biar enak ngobrolnya”


“ Kayaknya Aku harus pulang deh mbak, takut Bunda nyariin”


“ Yah, padahal Kayana mau main sama Kakak cantik “


“ Kapan – kapan ya sayang”


“ Mbak Yuna, Aku pulang dulu ya, maaf kalau sudah mengganggu”


“ Hati – hati ya Zyv !”


Zyva menuju taksinya lagi. Zyva terus menghubungi Zyan untuk mengetahui keberadaanya. Namun Zyan tetap saja tidak mengangkat telfon Zyva. Seorang sopir taksi menanyakan sesutu yang membuat penumpangnya itu gelisah.


“ Apakah ada yang bisa bapak bantu mbak ?”


Zyva menyeka air matanya ketika mendengar pertanyaan dari sopir taksi.


“ Nggak ada kok Pak”


Zyva berusaha menahan air matanya dan melihat keluar jendela. Dari kejauhan ia melihat Vito kekasih Amanda.


“ Vito ! Aku yakin dia tahu tentang Zyan” ucap Zyva dari dalam hati.


“ Pak, pak. Saya berhenti di sini saja ya” Ucap Zyva sambil memberikan uang ongkos taksi dan berlari menuju tempat Vito.


“ Awas mbak !”

__ADS_1


Bersambung,,,


__ADS_2