Aku Bukan Penggoda

Aku Bukan Penggoda
Part 33 - Aku Merindukanmu!


__ADS_3

Melisha diam membisu tanpa sepatah katapun, segitu cintanya Rangga pada Rania? Lalu bagaimana dengan dirinya yang sejak dulu mencintai suaminya.


Malam itu Melisha memang menyuruh Rania untuk mengugurkan kandungannya agar posisinya sebagai nyonya Fan tidak tergeser sedikitpun. Namun, nyatanya Rangga sudah mengetahui kehamilan Rania.


"Apa lagi yang kau tunggu? Keluar dari kamar ini sekarang!" perintah Rangga. Namun, Melisha bergeming di tempatnya.


Bukannya keluar, wanita itu malah naik ke tempat tidur dan menarik selimut.


"Apa mas lupa di luar ada ayah?" tanya Melisha, senjata yang selalu ia gunakan agar tidak tidur terpisah dengan Rangga.


Brak!


Rangga menendang meja rias Melisha hingga semua alat make up dan skincare jatuh berserakan di lantai.


Ia masuk ke kamar mandi untuk meredam emosinya, jangan sampai ia kelepasan dan bermain lebih kasar lagi pada wanita itu. Sampai sekarang Rangga belum bisa menebak isi pikiran wanita yang berstatus sebagai istrinya.


Apapun kondisi dan situasinya, raut wajah Melisha tetap tenang, dan itu membuatnya sangat bingung.


Rangga keluar dari kamar mandi dengan wajah fress juga pakaian santai, berjalan ke arah dinding tepat di samping lemari, di sana ada sebuah ruangan khusus menyimpan semua buku-buku kedokterannya.

__ADS_1


Dan itu semua tak lupuk dari perhatian Melisha, wanita itu tersenyum memandangi pintu yang perlahan tertutup


***


Pulang dari Cafe, Rania langsung menuju rumahnya, membersihkan diri kemudian berbaring untuk merilekskan pingangnya. Saat akan memejamkan mata, ia teringat sesuatu.


Rania langsung beranjak dan mencari benda yang di berikan Agas tadi, ia mengernyit memandangi flashdisk berwarna hitam.


"Apa maksud kak Agas ngasih aku ini?" gumam Rania.


Karena penasaran, Rania segera mengambil laptopnya dan menyambungkan flashdisk itu. Hanya ada satu folfer di dalam sana.


Tanpa menunggu waktu, ia langsung membuka folder, dan mendapati banyak video di dalamnya, mungkin kurang lebih 10.


Rania memutar video di urutan pertama.


"Ekhem, selamat malam sayang. Maaf baru ada kabar. Gimana keadaan kamu? Baik-baik saja 'kan?"


Rania mengeleng, dengan mata berkaca-kaca, ia sangat merindukan sosok Rangga di sisinya. Terlebih sekarang ia sangat membutuhkan kasih sayang karena sedang hamil.

__ADS_1


"Aku nggak baik-baik saja," lirih Rania.


"Jangan nangis!" Rangga tersenyum di dalam video itu. "Aku tau sekarang kamu nangis setelah liat video aku. Bukan cuma kamu, aku juga rindu kok, lebih besar dari kamu."


"Maaf belum bisa nemenin kamu di saat-saat hamil muda seperti ini. Dan tentang pesan itu, percaya sama aku, aku tidak mungkin mengatakan itu pada wanita yang sangat aku cintai. Jaga anak kita, jangan lupa makan dan jaga kesehatan."


"Sebenarnya banyak yang aku mau katakan, tapi sepertinya di tunda dulu, aku tabung sampai kita ketemu nanti. Tenang aja, secepatnya aku akan menemuimu, kita akan hidup bahagia bersama anak kita Rania."


"Jangan percaya pada siapapun selain Agas, di sekitarmu banyak bahaya."


"Aku buat beberapa video untuk nemenin kamu saat kangen. Dengenrin ya, itu khusus buat kamu, cuma cover lagu sih, semoga suka. Salam sama anak kita, jangan bandel sama Mamanya."


"See you sayang, aku merindukanmu."


"Aku juga kak," gumam Rania setelah video berakhir. Ada rasa lega di hatinya setelah melihat video Rangga, artinya laki-laki itu tidak melupakannya.


Karena ngantuk yang tak tertahankan, Rania memilih tidur dan tidak melanjutkan video selanjutnya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2