Aku Bukan Penggoda

Aku Bukan Penggoda
Part 69 - Mengikhlaskan


__ADS_3

Rania. Wanita itu langsung mendorong tubuh kekar Rangga yang hendak menciumnya. "Ma-mas ih, nggak enak sama kak Agas," lirih Rania mencoba menyembunyikan rona merah karena salah tingkah sendiri. Padahal keduanya sudah lama pacaran.


Apa memang seperti ini jika sudah menikah? Rasanya jauh lebih mendebarkan daripada saat pacaran dulu.


"Mereka nggak liat juga," guman Rangga tanpa melepaskan tangannya di pinggang sang istri.


"Mendingan Mas mandi terus ganti baju. Mas bau," jujur Rania.


Entahlah, Rangga memang bau atau hidungnya saja yang bermasalah, tapi aroma tubuh laki-laki itu membuat perutnya melilit. Mungkin jika lebih lama lagi, maka ia akan muntah.


"Mas nggak bawa baju," jawab Rangga.


Rania menepuk jidatnya, benar juga kenapa dia lupa? Ia menatap manik Rangga. "Mas mau pakai baju bapak? Tapi nggak sebagus baju Mas Rangga."


"Nggak papa, yang penting baju, gerah juga lama-lama, dari semalam sampai sekarang belum mandi."


"Yaudah, Mas mandi dulu, biar aku cariin baju." putus Rania meninggalkan Rangga di dalam kamar.


Karena kamar mandi hanya satu dan itu di dekat dapur, mau tidak mau Rangga harus keluar kamar dulu.


"Relia?" panggil Rania berjalan keruang tamu dan mendapati Rayna juga Agas di sana. "Tolong bantu Mbak nyari baju bapak ya!" Pintanya di jawab anggukan oleh gadis belia itu.

__ADS_1


"Ok mbak, biar Lia aja, mbak duduk jangan lelah," sahut Relia langsung beranjak dan menuju kamar Winarti.


Ah menyebut nama itu, Rania belum sempat membicarakannya dengan Rangga. Wanita itu akan membicarakan nanti saja, bagaimanapun, Winarti adalah ibunya. Tidak ada anak yang tega melihat ibunya akan mendekam di penjaran, apa lagi yang menuntut suaminya sendiri.


Rania ikut bergabung dengan Rayna dan Agas, keduanya seperti sudah akrab, mungkin karena Rayna yang ramah, dan Agas yang welcome ke siapapun.


"Selamat atas pernikahan lo." Agas mengulurkan tangannya, mencoba tersenyum walau itu sangat di paksakan.


Tidak ada seseorang yang baik-baik saja jika di tinggal nikah oleh orang yang di cintai, terlebih beberapa hari terakhir keduanya sempat menciptakan momen yang terbilang romantis.


"Hadiahnya nyusul, siapa suruh nikahnya tiba-tiba." gurau Agas di selingi tawa.


Rania membalas uluran tangan Agas. "Makasih kak udah bantu aku sama kak Rangga," ucapnya tulus.


"Mandi Kak," potong Rania. "Setelah kak Rangga, sebaiknya kak Agas juga mandi, biar nggak gerah, di sini nggak ada Ac soalnya."


"Boleh tuh."


***


Rayna mengabsen belanjaanya setelah sampai di depan rumah. Gadis itu dari pasar di temani Agas. Sebenarnya Rayna akan berangkat sendiri, tetapi Agas ngotot ingin ikut dengan alasan mau jalan-jalan sebentar sebelum kembali ke Kota.

__ADS_1


Laki-laki itu juga membantu Rayna membawa belanjaan hingga kedapur, di sana sudah ada Rania sedang mencuci piring.


"Makasih bang," ujar Rayna setelah Agas meletakkan belajaan di meja makan.


Agas hanya mengangguk dan ikut bergabung dengan Rangga yang sedang bermain ponsel di ruang tamu. Keduanya sudah mandi dan memakai baju bapak Rania.


Di dapur kedua perempuan cantik sedang menyiapkan makan siang, untung saja Rania masih ada sedikit tabungan, hingga bisa membeli sesuatu untuk di masak. Ia malu jika harus meminta uang dari Rangga.


"Mbak, tadi Ina malu banget loh pas sampai rumah," curhat Rayna.


"Kok?"


"Kirain pacar mbak Nia itu bang Agas, tau-taunya bukan. Untung pas aku telpon kemarin, Ina nggak sempat maki karena panik. Tapi tadi kelepasan ..., lanjut gadis itu sembari memotong sayuran.


Jika bisa menghilang, Rayna ingin menghilang saat itu juga. Setelah dari kebun, Rayna pulang kerumah, dan mendapati Agas di ruang tamu. Alhasil gadis itu ceramah panjang lebar tentang Mbaknya yang yang hamil di luar nikah dan tinggal begitu saja oleh pacarnya. Tentu Rayna tahu wajah Agas, karena profilnya.


Agas bukannya marah, malah tertawa dan itu membuat Rayna semakin malu.


"Jadi yang beritahu mereka itu kamu?"


"Ya siapa lagi? Kita mana tega Mbak nikah sama bang boneka Caky itu," kesal Rayna.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2