Aku Bukan Penggoda

Aku Bukan Penggoda
Part 138


__ADS_3

Usai memberi makan siang dan obat pada ayah Mertuanya, Rania memutuskan untuk kedapur buat mengisi perutnya.


Sekarang ia sedang sendiri di Mansion, Rangga pergi ke kantor polisi untuk mengajukan ulang gugatan sesuai yang di perintahkan Edwin setelah menelpon inspektur kepolisian.


Saat akan menuruni tangga, Rania terkejut karena Melisha tiba-tiba muncul dan menarik tangannya sedikit kasar, sangat di untungkan ia berpengangan pada penyanggah tangga jadi tidak terjatuh.


"Kenapa kak?" tanya Rania.


Melisha tertawa mengejek. "Kenapa? Kau masih bertanya kenapa setelah semua yang terjadi? Kenapa kau berani memumculkan batang hidungmu di Mansion ini?" sinis Melisha.


"Maaf sebelumnya kak, tapi Mansion ini milik mertua aku, apa salah kalau aku mengunjunginya dan merawat dia yang sedang sakit," jawab Rania. Terus berpegangan pada pembatas tangga, takut Melisha tiba-tiba mendorongnya.


Plak


Karena kurang siaga, Rania mendapat tamparan sangat keras dari Melisha. Wanita itu memegangi pipinya yang terasa kebas.


"Kau harus mati bersama anak sialanmu Rania! Kau sudah merebut suamiku!" teriak Melisha berusaha mendorong tubuh Rania agar terguling di anak tangga lumayan tinggi.


Namun, Rania sekuat tenaga mempertahankan keseimbangannya agar tidak terjatuh, melihat ketinggian tangga sudah membuat wanita hamil itu takut. Terjadi aksi saling mendorong di antara mereka, hingga salah satunya hilang keseimbangan dan terguling di anak tangga.


"Aaaakkkk." Erangan terdengar dengan darah mengalir di lantai marmer itu.

__ADS_1


"Rania!" teriak Rangga dengan raut wajah panik. Tulang-tulang laki-laki itu seakan melunak melihat semua kejadiannya. Ia berlari menghampiri sang istri dan memeluknya sangat erat.


"Kamu nggak papa sayang? Ada yang luka?" panik Rangga memeriksa seluruh tubuh Rania yang kini terduduk di anak tangga dengan wajah terkejut.


Air mata mengalir membasahi pipi Rania melihat tubuh Melisha di bawah sana berlinangan darah.


"Bu-bukan aku yang dorong kak Melisha mas, aku cuma membela diri," lirih Rania dengan suara bergetar. "Ak-aku bukan pembunuh, iya kan mas?" lanjutnya menatap Rangga yang kini juga menatap dirinya.


Rania benar-benar tidak menyangka dorongannya untuk melindungi diri sendiri membuat Melisha hilang keseimbangan dan terjatuh. Tangisan Rania semakin menjadi saat Rangga memeluknya sangat erat.


"Bawa dia kerumah sakit dan pastikan dia masih hidup!" perintah Rangga pada pelayan yang kini mulai mengerumuni tubuh tak berdaya Melisha.


Rangga sempat panik saat melihat seseorang tergelatak di lantai tadi, tapi setelah memastikan bahwa itu bukan istrinya ia bisa bernafas sedikit lega.


Karena Rania masih ketakutan dan tak mampu menopang tubuhnya, Rangga memutuskan untuk mengendong Rania menuju kamar tamu sekaligus istirahat dan tidur siang.


Tak ada rasa khawatir sedikitpun di benak Rangga untuk Melisha. Hati Rangga benar-benar sudah mati untuk wanita itu karena kejahatan yang telah di lakukannya.


"Udah sayang, jangan nangis lagi, kasian anak kita nanti sedih," bisik Rangga yang kini memeluk Rania dan sesekali mengecup keningnya.


Menyingkap anak rambut yang menutupi wajah cantik sang istri. Tak lupa Rangga juga memperbaiki posisi tidur Rania agar lebih nyaman. Menyanggah punggung dan pinggang sang istri dengan bantal.

__ADS_1


"Aku takut," gumam Rania.


"Ssttt, nggak ada yang perlu di takutkan," gumam Rangga menepuk-nepuk lengan Rania yang kini bersembunyi di dada bidangnya.


Tok ... tok ... tok


Suara pintu di ketok membuat mata Rangga yang hampir terpejam cerah kembali. "Siapa?" tanyanya.


"Maaf Tuan menganggu waktunya, tapi di depan ada polisi yang mencari tuan," sahut salah satu pelayan di balik pintu.


"Tunggu sebentar!" sahut Rangga.


Kini laki-laki itu beralih pada Rania yang masih ketakutan dan merasa bersalah. "Mas kedepan dulu ya!" pamit Rangga.


"Itu bukan polisi yang mau nanggkap aku kan mas?"


"Bukan sayang, itu polisi yang bakal nanganin kasus Melisha, tidur ya, nanti mas balik lagi."


...****************...


Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

__ADS_1


__ADS_2