
Edwin, pria paruh baya itu tengah istirahat di ruang kerjanya dan iseng menyelakan tv untuk melihat-lihat berita hari ini. Dan ia tidak sengaja menemukan acaran Tv yang bintang tamunya seperti ia kenal.
Tangannya sontak berhenti memencet kontrol remot, memperhatikan orang yang sedang berbincang di dalam sana.
Atensinya teralihkan dengan kadatangan seseorang. "Ayah lagi ngapain?" tanya Melisha yang menghampiri Edwin, wanita itu baru saja dari foya-foya dengan teman-teman sosialitanya.
"Itu bukannya Rangga?" tunjuk Edwin pada layar tv.
"Benarkah?" tanya balik Melisha tak percaya, tangannya mengepal, tak suka melihat Rangga berada di sana. Dengan berada di sana otomatis semua orang akan mengenal dirinya.
Melisha ingin laki-laki itu sengsara dan kembali lagi padanya, bukan sukses dan bahagia bersama istri barunya. Rangga hanya miliknya!
***
"Sepertinya obrolan kita makin seru pak Rangga. Apasih motivasi Anda hingga bekerja keras seperti ini? Hanya dalam hitungan bulan, Hotel yang sempat terlupakan kini kembali ramai di perbincangkan?" tanya pembawa acara.
"Tentang keunikan yang dimiliki hotel saya, itu ide dari seseorang yang sangat penting dalam hidup saya. Motivasi? Entah saya tidak tahu ini motivasi atau bukan. Hanya saja saya bekerja keras agar istri dan anak saya nanti bisa hidup tanpa kekurangan apapun."
__ADS_1
"Wah ternyata di balik kesuksesan pak Rangga ada seseorang ternyata."
"Tentu saja, di balik kesuksesan seorang pria pasti ada seorang wanita di belakang layar yang selalu mendukung dirinya, termasuk saya."
Jatung Rangga berdegup sangat cepat setelah sesi wawancara yang sesungguhnya selesai beberapa menit yang lalu, dan kini pembawa acara mulai bertanya tentang sesuatu yang ia ingingkan.
"Aduh sepertinya kita bakal patah hati ini roman-romannya. Kalian penasaran tidak sih siapa wanita yang di maksud pak Rangga? Sama saya juga, bagaimana kalau kita mengundangnya saja?" tanya Monik sebagai pembawa acara pada semua pemirsa yang mungkin sedang menyaksikan acara yang sedang berlangsung.
"Kita panggil bintang tamu kita satu lagi dong!" teriak Monik hingga pintu terbuka dan menampilkan wanita cantik berbadan dua berjalan kearah mereka dan duduk tepat di samping Rangga.
"Aduh cantik sekali bintang tamu kita hari ini, bumil lagi," sambut Monik ramah. "Namanya siapa kalau boleh tau?"
"Apa dia wanita yang Anda maksud Tuan?" goda Monik.
Rangga melirik Rania dengan senyuman, mengenggam tangan istrinya. "Dia adalah wanita yang saya maksud tadi. Dia istri saya sekaligus penyemangat saya selama ini. Dia istri sah saya satu-satunya!" ujar Rangga mempertegas di akhir kalimat, seakan mengumumkan pada dunia bahwa Rania hanya miliknya dan telah sah menjadi istrinya.
Sebenarnya Rangga ingin sekalian berkata bahwa istrinya bukan penggoda dan sebagainya. Tapi seperti ini sudah cukup membungkan mulut pada netizen. Dengan mengatakan Rania bukan penggoda itu sama saja akan mengundang pertanyaan lebih besar lagi dan malah berakibat mempermalukan sang istri.
__ADS_1
"Aduh-aduh romantis sekali ya pasangan ini. Kebetulan ibu Rania ada di sini. Apa sih motivasi Anda hingga mempunyai ide yang unik itu, hingga hotel suami Anda ramai di perbincangkan, selegram bahkan mempostingnya di sosial media masing-masing."
Rania tertawa untuk mencairkan kegugupannya. "Tidak ada motivasi apapun, saya hanya mengambil diri sebagai tamu di hotel. Bukankah menyengkan saat berlibur bersama si kecil? Di saat si kecil bahagia dan tidak rewel, maka kita juga akan senang."
"Aduh pemikirannya itu loh. Jadi pengen nikah juga deh." Monik ikut tertawa.
Acara berakhir setelah berlangsung cukup lama, kemesraan yang di tunjukkan Rangga pada publik membuat beberapa Fans baru laki-laki itu langsung patah hati.
Begitu juga di ruangan yang kini mulai tengang. Edwin mengepalkan tangannya mendengar berita putranya menikah tanpa sepengetahuan dirinya, ia memegangi dadanya yang terasa nyeri.
"Lihatlah ayah, anakmu menikah tanpa izinmu, dia tidak lagi menghormatimu setelah keberadaan wanita jalan*g itu. Ayah tau wanita itu seriang keluar masuk club, menghibur para lelaki di cafe saat malam hari. Aku nggak percaya kalau anak yang ada di kandungan wanita itu cucu kandung ayah, mungkin saja dia hamil sama laki-laki lain," kompor Melisha.
"Aaaakkkkhhhh." Edwin semakin mengerang, jentungnya berdetak sangat cepat detik berikutnya laki-laki itu jatuh tak sadarkan diri.
"Ayah bangun!" panik Melisha.
...****************...
__ADS_1
Ritual setelah baca jangan lupa dilakukan💃💃💃💃, tebar kembang, like, vote, dan komen?