Aku Bukan Penggoda

Aku Bukan Penggoda
Pertemuan kembali


__ADS_3

Zyva terduduk diam di sebuah deretan bangku tunggu pasien. Ia memikirkan nasib kakeknya. Kakek yang dulu sudah merawatnya, kini terbaring lemah di rumah sakit. Disaat pikirannya terasa penuh dengan masalah yang ia hadapi, tiba - tiba perutnya terasa sakit. Ia mencoba bersikap biasa karena tidak ingin jika keluarganya mengetahui tentang kehamilannya. Ziva mencoba membuka handphonenya dan mencari informasi dari handphonenya.


" Kram perut. Apa mungkin Aku mengalaminya? " Ucap Ziva dalam hati. Ia tidak memperdulikan rasa sakitnya dan mencoba untuk tidur.


" Zyva, kamu pulang ya nak? " Ucap Mamanya uang membangunkan Zyva.


" Zyva mau tunggu kakek disini Ma "


" Mama tahu kalau Zyva sayang sekali dengan kakek. Tapi coba kamu lihat Syla dan Kim sepertinya kelelahan. Mama cuma bisa mengandalkanmu sayang. Tolong bawa adik - adikmu pulang dan jaga mereka. Biar Mama dan Papa yang jaga kakek. Bolehkan sayang? "


" Iya Ma "


" Ok kalau begitu Mama titip Syla sama Kim ya. Nanti sopir yang akan antar kalian. Dirumah juga sudah ada mbok Sri. Kalau ada apa - apa kamu bisa hubungi Mama " Ucap Mama Zyva sambil menyerahkan Kim yang sedang digendongnya kepada Zyva.


" Asi Kim ada di kulkas ya sayang. Jangan lupa hangatkan dulu sebelum dikasih ke Kim"


" Siap Ma. Bangun Syla, Ayo kita pulang! "


" Syla ngantuk Kak. Sudah kakak saja yang pulang "


" Ok sampai kamu nggak bangun, kakak akan sebar foto kamu sedang tidur ini di medsos "


Syla langsung bangun dan berusaha mengambil handphone Zyva.


" Jangan Kak ! Mana handphonenya! " Teriak Syla.


" Bohong! " Ucap Zyva sambil tertawa.


" Hih. Ngeselin banget sih! "


" Kita pergi dulu ya Pa, Ma! "


" Hati - hati sayang! "


Zyva dan adik - adiknya pergi diantar oleh supir pribadi Papa mereka.


" Di situasi seperti ini, hanya anak - anak yang bisa bikin kita tersenyum Pa "


" Iya Ma. Kita bersyukur punya anak - anak yang beragam. Zyva dengan sifat tomboi dan keberaniannya, Syla dengan sifat manja dan feminimnya dan Baby Kim yang nantinya akan menjadi anak kita yang paling tampan " Ucap Tomy sambil tersenyum.


Sementara Yuna yang terkejut karena kehadiran suaminya langsung terdiam dan berfikir sesuatu agar suaminya tidak curiga dengannya. Ia mencoba bersikap tenang dan berpura - pura sedang membereskan meja.


" Kamu ngapain pegang - pegang HP saya? "


" Aku, Aku cuma mau memindahkan Handphonenya mas. Aku mau taruh Aromaterapi, jadi handphonenya Aku geser "


" Kamu bukan mau cek handphone saya kan? "


" Mana Aku berani cek handphone Mas putra "


" Bagus. Awas kalau kamu berani buka - buka handphone saya! " Ucap Zyan sambil menunjuk wajah Yuna.


Zyan tidur di sofa yang ada di kamarnya. Sementara Yuna menemani anak - anaknya tidur diatas kasur. Sudah 6 bukan ini hubungan Yuna dan juga Zyan tidak harmonis. Yang awalnya mereka hanya saling diam dan kini mereka sering cekcok dan sikap Zyan semakin cuek kepada Yuna. Entah sampai kapan hubungannya dengan suaminya berjalan seperti ini, yang jelas Yuna selalu mengusahakan yang terbaik untuk keutuhan rumah tangganya.

__ADS_1


Keesokan harinya Zyva terlihat sibuk mengurus adiknya, terutama Kim yang masih kecil.


" Yah, susu dan Pampers Kim habis " Ucap Zyva sambil menggendong si kecil Kim.


" Syla ! Kamu mau ikut kakak belanja nggak? "


" Enggak Kak. Syla mau ke rumah Dinda, ada tugas sekolah yang harus Syla selesaikan "


" Yaudah. Nanti kamu diantar sama sopir ya, kakak biar bawa mobil sendiri "


" Hati - hati ya Kak! "


" Iya. Kamu juga hati - hati. Kalau butuh sesuatu hubungi kakak "


" Siap Kak "


Dengan menggendong Kim, Zyva pergi ke Mall dengan mengendarai mobilnya. Lokasi Mall yang tidak terlalu jauh dari rumahnya, makanya ia memberanikan diri untuk membawa mobil sendiri.


" Anak ganteng, kita belanja dulu ya "


Zyva mulai berbelanja. Sebagian orang mencibir Zyva ketika Zyva menggendong bayi. Tatapan sinis dari mereka yang lewat disamping Zyva terus tertuju padanya.


" Lihat deh! Anak jaman sekarang ya, kecil - kecil sudah punya anak. Padahal usianya masih muda, bukannya sekolah malah punya anak duluan " Ucap Ibu - ibu yang lewat di samping Zyva.


Zyva tidak memperdulikan ucapan dari Ibu - ibu itu. Ia terus berbelanja hingga Ia tidak sengaja menjatuhkan sebuah pampers.


" Susah sekali sih! " Ucap Zyva yang berusaha mengambil pampers sambil menggendong Kim.


" Saya bantu ya! " Ucap seseorang yang ada di depan Zyva.


" Zyva! "


" Alvin! kamu disini juga? "


" Iya. Kamu sedang berbelanja ya? "


" Iya nih. Kebutuhan adikku sudah habis di rumah. Jadi terpaksa Aku keluar sambil bawa si kecil. Kamu ngapain disini? "


" Aku mau cari kado untuk Mamaku "


" Ya ampun Vin, kamu kalau mau cari kado jangan disini. Kamu salah tempat "


" Ya sorry. Soalnya Aku nggak pernah berbelanja, apalagi membeli kado. Ya ini karena mamaku sudah sadar, makanya Aku mau kasih kejutan "


" Mamamu sudah sadar? Selamat ya! "


" Sama - sama "


" Oh iya, gimana kalau Aku bantu kamu buat cari kado? "


" Apakah tidak merepotkanmu? "


" Tentu saja tidak. Ayo kita jalan! "

__ADS_1


Zyva dan Alvin berjalan bersama. Mereka seperti sebuah keluarga yang sedang berjalan. Raut wajah bahagia terpancar diantara keduanya. Alvin merupakan laki-laki yang baik. Ia selalu menjaga Zona dengan baik. Bahkan tidak segan Ia membantu Zyva untuk merawat Kim. Banyak orang yang ada di sekitar mereka merasa iri melihat Zyva dan Alvin yang terlihat seperti keluarga muda yang bahagia.


" Wah, mbaknya itu beruntungnya. Punya suami ganteng, tapi mau bantu gendong anaknya "


" Iya ya. Istrinya juga cantik lagi. Pasangan yang sangat cocok "


Zyva dan Alvin tersenyum melihat ucapan orang tentang mereka. Tapi Alvin ternyata sedikit salah tingkah ketika semua orang memasangkannya dengan Zyva.


" Gimana kalau kadonya ini saja? " Ucap Zyva yang memperlihatkan sebuah kalung cantik kepada Alvin. Namun Alvin tidak merespon ucapan Zyva. Dia justru terlihat tersenyum sambil menggendong Kim.


" Alvin, Alvin! "


" Iya Zyva ada apa? "


" Kamu ngapain sih senyum - senyum sendiri? "


" Enggak , lagi senang saja. Kan Mama sudah sadar"


" Oh, gitu "


Zyva sama sekali tidak mencurigai sifat Alvin. Ia justru asyik memilih kado untuk Mama Alvin.


" Kalau yang ini berapa ya mbak? "


Suara itu seperti tidak asing untuk Zyva. Ia menoleh ke arah kanannya dan betapa terkejutnya Ia ketika melihat Yuna yang ada di sampingnya.


" Mbak Yuna? "


" Zyva! Akhirnya kita bertemu kembali "


Yuna menyambut Zyva dengan sebuah pelukan. Ia sangat senang sekali bertemu dengan Zyva. Baginya Zyva seperti sahabat barunya, tempat ia bercerita tentang masalahnya.


" Ini siapa, pacar kamu ya? "


" Oh, bukan mbak. Ini Alvin sahabat Zyva dan yang digendong ini Kim adik dari Zyva"


" Lucu sekali. Ganteng deh seperti kakaknya "


" Mbak Yuna bisa aja " Jawab Alvin dengan malu - malu.


Yuna yang pernah merasakan muda pun langsung mendekati Zyva dan membisikkan sesuatu di telinga Zyva.


" Alvin ganteng lho Zyv, kamu yakin nggak mau ada hubungan lebih gitu! "


" Mbak Yuna apaan sih. Jangan gitu ah "


" Ciye yang malu - malu "


" Oh iya, mbak Yuna kesini sendiri? "


" Enggak, tadi Aku sama suami dan anak - anakku, mereka ada di mobil "


" Oh ya, kangen deh Zyva sama Kayanya dan Jio "

__ADS_1


" Mending kita makan bareng saja yuk, sekalian Aku kenalin kamu dengan suamiku? "


__ADS_2