Aku Bukan Penggoda

Aku Bukan Penggoda
Part 23 - Ceo Muda Fan Group


__ADS_3

"Rania!"


Rania sontak berbalik kala namanya di sebut di seberang jalan, ia tersenyum melihat Agas berdiri di pinggir jalan persis seperti dirinya.


"Kenapa kak?"


"Tunggu, nggak usah nyebrang, biar gue aja," teriak Agas tak ingin Rania menyebrang karena lalu lalang kendaraan begitu padat.


Agas tersenyum sangat manis setelah berada di samping Rania, ia membawa kabar baik untuk wanita itu.


"Lo dapat kabar dari Rangga nggak? Atau dia nelpon lo?"


Rania mengeleng dengan sorot mata sendu. "Kak Rangga udah nggak ingat sama aku," lirih Rania. Setiap memikirkan Rangga, hatinya akan terasa sakit. Ia bagai dibuang begitu saja, dengan kata lain. Habis manis sepah dibuang.


"Kenapa kak? Kak Rangga sakit?" Khawatir Rania, bagaimanapun ia sangat mencintai laki-laki itu, sampai detik ini rasa cintanya masih besar walau hatinya sudah tersakiti.


"Kemarin dia resmi jadi Ceo di perusahaan ayahnya, dia hebat ya bisa mimpin perusahaan besar. Kirain dia ngabarin lo."


"Syukur deh kalau dia baik-baik aja. Aku senang dengar kak Rangga sukses."


Agas mengelus rambut Rania. "Gue tau ini nggak mudah buat lo. Gue ngabarin ini bukan bermaksud ngingetin lo tentang Rangga. Nggak harus Rangga kok yang jadi pendamping hidup lo. Di luar sana masih ada laki-laki yang mau nerima lo apa adanya, percaya sama gue."

__ADS_1


"Satu hal prinsip dunia yang kejam ini yang harus lo tau Ran. Jangan pernah mencari teman atau pesangan dengan hati begitu besar. Yang harus kamu lakukan. Berusaha dengan keras untuk mencapai cita-citamu dan menjadi sukses. Gue yakin setelah lo sukses, bukan hanya teman yang bakal lo dapat, tapi laki-laki juga."


"Maksud kakak?"


"Singkatnya, orang akan datang pada kita jika sudah sukses itu hukum alam. Sebagian dari manusia hanya melihat kesuksesan sebagai tolak ikur pertemanan. Gue di luar ya," canda Agas di akhir kalimat.


Rania tersenyum. Sosok Agas memang selalu bisa membuatnya tenang di kala sedih. "Makasih patuahnya kak. Mau ikut nggak?"


"Nggak deh, masih ada kelas soalnya, semangat." Agas mengepalkan tangannya sebelum meninggalkan Rania di pinggir jalan.


"Fan group itu nama perusahaanya!" Teriak Agas.


Rania melanjutkan langkahnya menuju Kafe, di sana sudah ada Dewi dan beberapa karyawan lain yang sedang bekerja.


"Lelah?"


"Pasti Wi."


"Istirahat aja dulu, nggak usah di paksain."


"Dewi aku pinjam laptop kamu boleh?" izin Rania.

__ADS_1


"Ambil aja di ruang ganti," jawab Dewi.


Rania segera beranjak menuju ruang ganti sekaligus ruang istirahat. Mengambil laptop Dewi yang kebetulan tidak terkuci.


Ia menelusuri gougle dan mengetikkan nama Fan Group hingga alamat situs dan beberapa petunjuk perusahaan itu muncul.


Fan Group salah satu perusahaan tersebesar yang sedang berkembang pesat.


Peresmian CEO muda Fan Group.


Patah hati para cewek setelah mengetahui status Ceo baru Fan Group.


Rania langsung mengklik Peresmian Ceo muda Fan group. Hingga menampilkan foto Rangga bersama wanita yang tak lain adalah istrinya.


Diam-diam Rania menitikkan air mata melihat beberapa foto mesra Rangga dan Melisha di situs pencarian.


"Beneran kamu udah lupain aku? Secepat itu? Apa semua yang kamu katakan selama ini hanya omong kosong? Kamu benar nggak bakal berjuang?" lirih Rania.


Rania tertawa masih dengan air mata di pipinya. "Sadar Rania kamu bukan sandingan yang pas untuk kak Rangga. Kamu hanya gadis kampung yang sudah ternoda, sedangkan Kak Rangga adalah pengusaha sukses. Kalian bagai langit dan bumi."


"Semoga selalu bahagia kak, dan terimakasih udah berhasil buat hati aku hancur. Tenang saja sampai kapanpun rasa cintaku nggak akan berubah menjadi rasa benci."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2