
Zyva masuk ke dalam taksi dan meminta sopir taksi untuk membawanya ke rumah sakit.
" Sakit sekali ! " Ucap Zyva dalam hati. Ia mencoba menahan rasa sakitnya dan mencoba untuk bersikap biasa. Hingga akhirnya Zyva tiba di rumah sakit . Tidak disangka, ternyata Zyan tetap mengikutinya dan menghampiri Zyva.
" Aku bantu, ok? " ucap Zyan dengan sedikit memaksa Zyva.
" Nggak ! "
" Ok Aku minta maaf sayang Aku sudah berkata kasar kepadamu. Itu karena Aku cemburu "
" Aku tidak peduli. Sekarang kamu pergi dari sini! "
" Aku nggak mungkin meninggalkanmu dengan kondisi seperti ini sayang? "
" Pergi sekarang atau Aku panggil satpam untuk mengusirmu ! "
Zyan diam berdiri di tempatnya. Sementara Zyva berjalan dengan pelan - pelan dan meminta tolong kepada suster yang ada di sana. Zyva menangis, Ia tidak tahu harus berbuat apa. Kesalahan terbesarnya adalah menyerahkan kesuciannya kepada laki-laki yang salah.
" Satu buah cake rasa cokelat ya mbak? "
" Baik Mas. Ditunggu sebentar ya Mas? "
Alvin membeli cake untuk diberikan kepada Mamanya. Ia duduk di bangku tunggu sambil memainkan handphonenya. Terlihat seorang anak kecil yang berlari dan terjatuh di depannya.
" Kamu nggak apa - apa dek ? "
" Kayana , kamu tidak apa - apa nak? " Ucap Seorang wanita yang ikut menolong anak kecil itu.
" Kayana nggak apa - apa Ma "
" Lho, mbak Yuna kan, sahabat Zyva? "
" Iya. Kamu Alvin kan pacar Zyva? "
" Kakak cantik sudah punya pacar ya Ma. Ganteng ya? "
Ucap Jio dengan polosnya.
" Kakak ganteng, kakak cantik mana? " Tanya Kayana.
" Kakak cantik lagi di rumah sayang "
" Kakak ganteng, Kayana mau ketemu Kakak cantik boleh? "
" Sayang, ketemunya besok saja ya. Kan kita belum minta izin Papa " Jawab Yuna.
" Iya Ma. Tapi Papa kemana ya Ma. Kok dari tadi belum sampai sini. Kan Kayana kangen sama Papa Ma? "
" Kayana main sama Kak Jio dulu ya, nanti Papa pasti datang kok "
" Nggak mau Ma. Kayana mau main sama Papa " Kayana merengek minta bermain dengan Papanya.
" Emang Papanya anak - anak kemana mbak? "
" Saya juga kurang tau Vin. Sudah biasa Papanya anak - anak menghilang begini "
__ADS_1
" Kasihan kayana. Sepertinya dia kurang enak badan ya mbak? "
" Iya, dari tadi dia minta main kesini. Kalau nggak dituruti suka susah makan. Eh tapi dia malah minta Papanya datang "
" Mbak sudah coba hubungi Papanya? "
" Telfon dari saya itu nggak pernah di jawab sama Papanya "
" Boleh saya lihat foto Papanya anak - anak Mbak? "
" Boleh "
Yuna menunjukkan foto Zyan yang ada di ponselnya.
" Ini, namanya Putra "
" Ok. Nanti kalau Aku ketemu sama Mas Putra saya suruh Mas Putra kesini ya mbak, kasihan Kayana "
" Makasih ya Vin, sudah ngerepotin "
" Nggak kok Mbak. Kan sekalian jalan juga "
Alvin mengambil pesanannya dan tak lupa ikut menenangkan Kayana yang sedang rewel.
" Hey, Kayana cantik. Kakak mau pulang ya, sekalian Kakak cari Papa Kayana. Sambil menunggu Kakak cari Papa Kayana, gimana kalau Kayana main dan makan dulu sama Kakak Jio. Jadi nanti kalau Papa datang, Kayana mainnya nggak lemes "
" Kakak ganteng beneran mau cari Papa? "
" Iya sayang "
" Gimana kondisi saya dok? "
" Kondisi adek baik - baik saja. Karena adek mengalami pendarahan, saya sarankan untuk tidak melakukan aktifitas berat dulu ya? "
" Baik dok "
Mendengar ucapan dokter, Zyva sedikit lega karena anak yang ada di kandungnya bisa selamat. Sudah hampir 1 bulan Ia mengandung. Ia merasakan perutnya semakin bertambah besar. Zyva mulai memikirkan langkah apa yang harus Ia lakukan selanjutnya jika kandungannya terus membesar. Ia tidak mungkin terus menutupi kehamilannya dari keluarganya.
" Papa makanya banyak istirahat Pa. Ingat, penyakit jantung Papa itu mudah kambuh " Ucap Mama Zyva kepada Papanya yang tengah menunggu kakeknya di rumah sakit.
" Ma, Pa! "
" Zyva. Kok kamu bisa disini nak? "
" Zyva sengaja kesini untuk gantiin Mama sama Papa buat jaga kakek "
" Nggak usah sayang, biar Papa sama Mama yang jaga kakek "
" Mama sama Papa butuh istirahat. Boleh ya, kali ini Zyva yang tunggu Kakek. Please, Zyva nggak mau Papa sama Mama kenapa - napa. Lagian kasihan Baby Kim Ma. Baby Kim pasti kangen sama Mama sama Papa "
Orang tua Zyva akhirnya menyetujui saran dari Zyva. Dengan kondisi yang masih lemah, Zyva menunggu kakeknya di bangku tunggu rumah sakit. Ia membuka handphonenya dan melihat pesan dari Zyan. Ia mengabaikan pesan dari Zyan dan menyenderkan badannya di bangku.
" Zyva! "
" Alvin, kamu ngapain disini? " Zona sedikit terkejut dengan kehadiran Alvin.
__ADS_1
" Kamu lupa, kan Mamaku ada disini? "
" Oh iya. Aku lupa "
" Kamu mau Aku temenin? "
" Bukannya kamu harus nungguin Mama kamu? "
" Kebetulan hari ini Om sama Tanteku yang mau menunggu Mamaku "
" Tapi pasti kamu butuh istirahat Vin? "
" Aku bisa istirahat disini kok, boleh ya? Daripada kamu di sini sendiri "
" kenapa sih kamu selalu bersikap baik denganku? "
" karena Aku sahabatmu " ucap Alvin sambil mengusap rambut Zyva.
" vin, kamu perhatian sekali sih sama Aku. Coba saja kalau Zyan yang bersifat seperti ini " ucap Zyva dari dalam hatinya.
Di saat bersama Zyva, Alvin menceritakan tentang Yuna dan anak-anaknya.
" Oh iya, Aku juga sudah tahu wajah suami Mbak Yuna. Kamu mau lihat nggak? "
Ketika Alvin ingin memperlihatkan wajah suami Yuna, Zyva ternyata sudah tidur di bahu Alvin. Alvin kembali menyimpan ponselnya dan menyelimuti Zyva dengan jaket yang Ia bawa.
" Kasihan, pasti dia kelelahan menjaga Baby Kim "
Alvin membiarkan Zyva tertidur di pundaknya dan tidak terasa Ia ikut tertidur.
" Wah, ini bener Zyva model sekolah kita? " Ucap Jeslyn.
" Iya. Diakan salah satu siswa berprestasi di sekolah kita. Nggak nyangka ya, ternyata dia pacaran sama Putra musisi terkenal "
" Iya "
Entah siapa yang menyebarkan foto Zyva dan Alvin di rumah sakit. Tapi yang jelas semua murid di sekolah Zyva sudah menerima foto Zyva dan Alvin yang sudah dianggap mesra ini.
" Mending gue turun di sini deh Vin? " Ucap Sya kepada Alvin yang mengantarkannya ke sekolah dengan motornya.
" Lho kenapa? "
" Lo kan juga harus kuliah. Gue nggak mau lo terlambat "
" Kampus gue dekat kok dari sini. Nggak apa - apa ya kalau gue antar sampai gerbang "
" Yaudah jika kamu memaksa "
Alvin mengantarkan Zona sampai gerbang sekolah. Semua mata tertuju kepada Zyva dan Alvin. Mereka semua merekam potret romantis Zyva dan Alvin dengan ponsel mereka.
" Gue kuliah dulu ya. Kalau butuh apa - apa jangan sungkan buat telfon. Oh iya, jangan banyak - banyak minum Es dan jangan terlalu capek "
" Kenapa? "
Alvin tersenyum, Ia mengambil minuman dari dalam tasnya.
__ADS_1
" Ini ada minuman. Sedikit untuk bisa mengurangi rasa sakit perutmu. Kamu sedang haidkan? "