
Yuna mendapat tamparan keras dari suaminya. Ia menangis dan
meminta maaf kepada suaminya karena menyusul suaminya tanpa izin.
“ Maafkan Aku mas, Aku kesini tanpa izin. Aku sudah melarang
anak – anak, tapi Kayana terus menangis sejak pagi “
“ Kamu ini tidak bejus jadi Ibu. Tugasmu apa , jika mengurus
anak menangis saja tidak bisa !”
“ Aku sudah berusaha mas. Tapi baru kali ini Kayana tidak
mau diam. Mungkin saja dia kangen sama Papanya”
“ Selalu alasan itu lagi, apa jangan – jangan kamu yang sengaja
mempengaruhi anak – anak untuk kesini ?”
“ Tidak Mas. Aku sama sekali tidak mempengaruhi anak – anak
“
“ Asal kamu tahu ya, Aku sudah bosan dengan semua ini.
Mungkin lebih baik kita berpisah !”
“ Berpisah ? Enggak Mas ! Aku tidak mau berpisah dari kamu !”
“ Terserah kamu mau atau tidak. Yang jelas Aku sudah muak
dengan pernikahan terpaksa ini !” Ketika Zyan ingin melangkah pergi, Yuna
mengucapkan sesuatu yang membuat Zyan semakin marah.
“ Kamu tidak akan pernah bisa menceraikanku Mas. Ibumu akan
selalu melindungiku dan ingat, Ayahmu berhutang nyawa kepadaku !”
“ Aaaaaa !” teriak Zyan sambil membantik vas bunga di
mejanya.
“ Kamu marah ! Marah saja. Tapi Aku juga mau mengingatkan
kalau apa yang kamu punya saat ini juga milik keluargaku “ Yuna meninggalkan
Zyan menuju kamar anak – anaknya.
Di dalam kamar anaknya, Yuna menangis mengingat nasib
keluarganya. Ia juga lelah dengan semua ini, tapi dia juga tidak ingin jika
Kayana kehilangan kasih sayang Papanya, apalagi Jio sudah merasakan hal itu,
dan itu hal yang menyakitkan untuknya.
“ Mas Adam, andai kamu tahu. Jodoh yang kamu pilihkan
untukku Mas, Ia sangat kasar kepadaku. Tapi Aku akan mepertahankan rumah tangga
ini demi menjalankan amanat dari kamu Mas. Aku akan selalu mencintaimu Mas “
ucap Yuna sambil memandang foto almarhum suaminya yang ada di handphonenya.
“ Sial ! Kenapa perempuan itu kesini . Bisa kacau hubunganku
dengan Zyva “ ucap Zyan.
Yuna membuka pintu kamar Zyan dengan membawa kopernya.
“ Ngapain kamu kesini !” bentak Zyan.
“ Aku mau tidur di kamarku “
“ Kamarmu kamu bilang ? Ini kamarku ! Pergi dari sini !”
“ Kamarmu adalah kamarku Mas. Kita ini suami istri, jadi
semua milikmu adalah milikku, begitu juga sebaliknya”
“ Terserah kamu !” Zyan menyenderkan tubuhnya di sofa yang
ada dikamarnya. Pikirannya terasa kacau, ia seperti terjebak dalam suatu
hubungan yang sama sekali tidak ia inginkan.
“ Kak Zyva !” teriak Syla.
“ Lho kakak mau kemana ?”
“ Joging. Kamu mau ikut ?”
“ Enggak ah capek. Mending Syla foto – foto disini.
Pemandangannya bagus ”
“ Yaudah kalau gitu kakak pergi ya ?”
“ Ok”
__ADS_1
Kondisi hamil tidak membuat Zyva malas melakukan kegiatan
luar. Justru saat hamil ini, Zyva merasa dirinya lebih rajin dari biasanya.
Seperti saat ini, Ia biasanya malas untuk berolahraga tapi entah kenapa hari
ini Ia sangat bersemangat untuk berolahraga.
“ Wah ada restoran nih. Kebetulan gue laper “ Zyva singgah
di sebuah restoran yang ada di seberang jalan.
“ Lho, mbak Yuna ?” ucap Zyva yang bertemu Yuna di restoran.
“ Zyva. Kita ketemu lagi. Sini duduk sama Aku “
“ Jio sama Kayana mana mbak ?”
“ Mereka masih tidur di Villa. Jadi di rumah sama Bibi “
“ Oh. Mbak disini sendiri ?”
“ Iya”
Zyva melihat mata Yuna yang terlihat sembab seperti habis
menangis semalaman. Ia memberanikan diri utnuk bertanya kepada Yuna.
“ Maaf mbak, boleh saya bertanya ?”
“ Iya, silahkan !”
“ Mbak lagi ada masalah ya ? Ya maaf , mata mbak Yuna
terlihat sembab seperti habis menangis”
“ Kelihatan ya. Mbak memang sebenarnya ada masalah dengan
suami mbak “
“ Masalah apa mbak ? Ya siapa tahu Zyva bisa bantu gitu”
“ Suami mbak selingkuh Zyv”
“ What, selingkuh !”
Yuna menceritakan semua masahnya kepada Zyva. Zyva merasa
kasihan dengan masalah yang dialami Yuna. Sebagai wanita Ia juga bisa merasakan
perasaan yang dialami Yuna saat ini.
“ Suami mbak memang sangat keterlaluan ! Sudah dapat wanita
siapa wanita selingkuhan suami mbak ?”
“ Nggak tahu, mungkin kalau mbak tahu, mbak sudah labrak
cewek itu “
“ Iya benar mbak. Labrak saja cewek pelakor itu. Berani –
beraninya dia rebut suami orang “
“ Tapi mbak belum tahu ceweknya Zyv”
“ Mbak yang sabar saja ya, nanti pasti ketemu. Oh iya,
ngomong – ngomong Zyva belum tahu nih wajah suami mbak ?”
“ Oh iya. Nih, mbak tunjukin ya ?” Yuna mencari handphone
yang ada di dalam tasnya.
“ Namanya dulu deh siapa ?” ucap Zyva sambil menunggu Yuna
mencari handphonenya.
“ Namanya Putra. Mana sih handphonenya !“
“ Kak Zyva !” teriak Syla yang tiba – tiba menghampiri Zyva
dengan mobil keluarganya.
“ Kenapa Dek ?”
“ Kita harus balik ke Jakarta sekarang. Kakek masuk rumah
sakit Kak “
“ Kakek masuk rumah sakit ? Yaudah kalau gitu kita langsung
ke Jakarta. Mbak Yuna, Zyva pergi dulu ya, kapan – kapan kita ketemu lagi “
ucap Zyva terburu – buru.
“ Hati – hati ya Zyv”
“ Iya mbak “
“ Astaga ! Handphonekan Gue taruh di saku celana !” ucap
__ADS_1
Yuna.
“ Zyva anak yang baik deh. Berasa punya adek. Semoga nanti
Gue ketemu lagi sama dia “
Yuna membayar semua makanan yang dipesan dan kembali ke
Villa.
“ Kok kakek bisa masuk rumah sakit sih Ma ?” tanya Zyva.
“ Mama juga kurang tahu nak. Tadi tiba – tiba Bi Welas
telfon Mama, katanya kakek masuk rumah sakit”
Di rumah sakit, Kakek Agung terbaring lemah. Ditemani oleh
suster dan dokter, kakek Agung berjuang untuk kesembuhannya.
“ Semoga kakek tua itu mati ya Mas “ ucap Wika, adik dari
Papa Zyva.
“ Iya sayang. Biar semua hartanya jatuh ke kita “ jawab
suaminya.
“ Tapikan masih ada Mas Tomy mas ?”
“ Urusan kakakmu itu gampang. Serahkan kepada suamimu ini “
“ Kamu memang bisa diandalkan Mas “
Ucap keduanya dengan gembira. Kedua pasangan suami istri itu
memilih menghabiskan waktu di kantin rumah sakit hingga keluarga Zyva datang.
“ Kok nggak ada yang nunggu Kakek ? Dimana Wika sama Aryo
mas ?” tanya Mama Zyva.
“ Mungkin mereka makan dulu Ma “
“Bisa – bisanya mereka makan saat kakek kritis”
Seorang dokter keluar dari ruangan kakek dengan wajah sedih.
“ Dok, bagaimana dengan kondisi Bapak saya dok ?”
“ Kondisi pasien saat ini dalam masa kritis. Semoga ada
keajaiban yang bisa membantu kakek untuk pulih kembali”
“ Tapi Bapak saya masih bisa sembuhkan dok ?”
“ Kita bantu dengan doa ya Pak”
Pak Tomy sangat terpukul mendengar kondisi Kakek. Ia sama
sekali tak menyangka jika kondisi kakek akan separah ini ditambah ia tidak ada
disampingnya ketika kakek membutuhkannya.
“ Ma, Zyva ke toilet sebentar ya ?” bisik Zyva kepada
Mamanya.
“ Iya sayang, sekalian belikan makanan dan minuman ya, dari
tadi Papamu belum makan “
“ iya Ma”
Setelah selesai dari kamar mandi, Zyva bergegas untuk ke
kantin rumah sakit untuk membeli pesanan mamanya. Namun yang ia lihat di kantin
justru Om dan tantenya yang sedang tertawa terbahak – bahak di kantin. Zyva
menghampiri tante dan omnya.
“ Hai, sepertinya kalian sedang berbahagia sekali ?” ucap
Zyva yang berdiri diantar om dan tantenya.
“ Zyva !” Wika terkejut melihat kehadiran keponakannya.
“ Hai tante “
“ Zyva, tadi itu tante sama om sedang menghibur diri, ya
kamu tahulah kondisi kakekmu seperti ini itu membuat Om dan tante sedih.
Makanya kita berusaha menghibur diri kita sendiri”
“ Oh, nggak masalah sih, tapi Kenapa muka tante seperti merasa
ketakutan ?”
“ Enggak. Takut kamu salah paham saja sayang “
__ADS_1
“ Tante masih ingat tentang kejadian 2 tahun lalu ? Kalau sampai
kondisi kakek seperti ini itu karena kalian, kalian akan tahu akibatnya !”