Aku Bukan Penggoda

Aku Bukan Penggoda
Part 87 - Love You My Wife


__ADS_3

Ranga tidak kembali lagi ke kantor setelah makan siang selesai, laki-laki itu memutuskan mengerjakan pekerjaan di rumah saja, toh tak ada lagi yang penting, hanya mencari beberapa contoh interior yang pas untuk beberapa ruangan juga kamar hotel agar nuansa lebih hidup.


Kini ia duduk di atas ranjang seraya memangku laptopnya, entah kemana sang istri berada. Setelah makan siang ia mengajak Rania tidur siang tapi wanita itu menolak dengan alasan ingin jalan-jalan sebentar di sekitar rumah untuk melihat-lihat apa-apa saja kebutuhan rumah berikutnya.


Pintu kamar di buka menampilkan ibu hamil yang sedang ia tunggu-tunggu tadi. Di perhatikannya wanita itu berjalan ke depan kamar mandi, mengambil keranjang baju kotor dan hendak membawanya keluar kamar.


"Mau di apain?" tanya Rangga.


"Mau nyuci mumpung lagi mood aku baik, ntar kebanyakan mas," jawab Rania.


"Ck, sore aja sayang, tidur dulu nggak cape?"


Rania mengeleng dengan wajah cantiknya. "Nggak kan lagi mood. Lagian nyucinya juga pakai mesin cuci, tinggal masukin nunggu di cuci kering di jemur, mana cape."


Rangga menghela nafas panjang. "Kalau selesai kembali ke sini!"


"Iya sayang," jawab Rania langsung keluar dari kamar.


***


Sekitar satu jam lamanya, Rania kembali ke kamar, semua urusannya sudah selesai, sepertinya tidak ada lagi yang harus di kerjakan. Ah iya lupa, taman di belakang rumah masih kosong, nanti ia akan meluangkan waktu bersama Rayna untuk berkebun, lumayan menghemat jika menanam sayuran.


Wanita itu berjalan mendekati Rangga yang fokus pada laptopnya. "Mas udah," cengirnya.

__ADS_1


Rangga langsung menyingkirkan laptop di pangkuannya, lalu menyuruh Rania duduk di sana setelah ia membuka kaki panjangnya lebar-lebar, membuat wanita itu mengernyit curiga.


"Sini sayang, mas nggak bakal aneh-aneh tenang aja." Menarik tangan sang istri.


Rania dengan pasrah, duduk di antara kaki Rangga, bersandar di dada bidang laki-laki itu. "Gimana, nyaman nggak?" tanya Rangga.


"Bangget," jawab Rania sedikit mendongak untuk menatap wajah tampan sang suami.


Cup


"Kok kamu makin cantik sih Ran? Aku makin cinta deh."


"Gombal."


"Anak Papa pintar ya, nggak nyusahin Mama. Sehat-sehat nak," ujar Rangga seraya mengelusnya.


Tangan Rania yang semula diam ikut mengelus perut buncit itu. "Iya dong Papa, kan dedek pintal nda mau nutahin Mama. Dedek bakal belbakti cama Mama, Papa," sahut Rania menirukan suara anak kecil.


"Rania?"


"Iya sayang?"


"Makasih udah ngasih mas kesempatan kedua untuk bahagiain kamu," gumam Rangga.

__ADS_1


Rania mengangguk, sedikit menolehkan kepala ke samping hingga hidung mancungnya menyentuh ceruk leher sang suami.


"Aku ngantuk," gumam wanita itu dengan sayu, matanya perlahan-lahan tertutup.


Mungkin karena hormon kehamilan, Rania jadi banyak berubah akhir-akhir ini. Wanita yang tidak biasanya tidur siang, malah sangat mudah tertidur. Malas mandi pagi padahal sebelum-sebelumnya tidak pernah.


Mood yang sering berubah-ubah layaknya cuaca menjadi kewaspadaan tersendiri untuk Rangga, jangan sampai ia salah bicara di waktu-waktu mood istrinya sedang jelek, atau ia akan selalu salah.


"Istri siapa sih cantik banget?" guman Rangga gemes mengecup kening Rania yang nafasnya mulai teratur.


Rangga pelan-palan merosotkan tubuhnya agar berbaring, takut pinggang sang istri sakit jika terus dalam posisi seperti ini. Menjadikan lengannya sebagai bantal Rania.


"Apapun bakal aku lakuin Ran demi liat kamu bahagia. Dan mas nggak bakal tinggal diam kalau saja ada yang nyakitin kamu nantinya. Kalau mas nantinya terlalu sibuk sama urusan pekerjaan dan lupa waktu ingetin sayang. Itu bukan karena mas berubah, tapi karena ingin kalian hidup tanpa kekurangan."


"Love you my wife," bisik Rangga sebelum ikut memejamkan mata.


...****************...


Jangan lupa tebar bunga dan kopi sebanyak-banyaknya biar makin wangi😘😘🌹🌹🌹🌹🌹🌹. Ah iya hari senin, Vote jangan lupa di tekan ya gais😅


Jangan lupa Follow ig otor Tantye005


Calon Papa muda🤭

__ADS_1



__ADS_2