Aku Bukan Penggoda

Aku Bukan Penggoda
Part 66 - Gagalnya Pernikahan


__ADS_3

Rania memejamkan matanya, saat Jeky mulai menyahut setelah pak penguhulu mengeluarkan kalimat ijab kabul. Ia mengigit bibir bawahnya dan menangis dalam diam.


Benarkah beberapa detik lagi ia akan menjadi istri dari rentenir yang selalu mengolok-ngolok bapaknya dulu karena miskin? Rania belum sanggup akan status baru yang akan ia sandang.


Wanita itu berharap keajaiban datang, seseorang menolongnya dalam hubungan yang tidak mengutungkan sama sekali untuknya.


Bukan hanya Rania, Rayna dan Relia juga sama paniknya. Gadis itu mengigit jari tangannya, tak henti-hentinya memandangi pintu berharap seseorang muncul disana.


"Saya terima nikah dan kawinnya Rania ...."


"Tunggu ...."


Kalimat Jeky terhenti. Semua orang menoleh ke sumber suara, terutama Rania, Relia dan Rayna. Ada kelegaan tersendiri di hati masing-masing karena ijab kabul yang akan di ucapkan Jeky tertunda.


Rania menatap bingung polisi yang berjalan mendekat, bukan hanya satu, tapi 5 orang polisi. Salah satu polisi berjaket hitam mengeluarkan kertas dari sakunya.


"Benar Anda saudara Jeky?" tanya pak polisi.

__ADS_1


"Benar, ada apa ini? Kenapa kalian berani menghentikan pernikahan Saya?" tanya balik Jeky tak terima.


Para tamu mulai saling memandang satu sama lain, menebak-nebak apa yang akan terjadi selanjut. Siapa gerangan yang berani melaporkan Jeky, dan kenapa polisi itu berbeda dengan polisi yang selalu datang.


"Kami mendapat surat perintah untuk menangkap Anda dengan kasus pengedaran Narkoba juga pembudidayaan tanaman terlarang."


Kedua polisi langsung memborgol tangan Jeky sebelum laki-laki itu kabur.


"Lepasin saya! Tuduhan itu sangat tidak mendasar, kalian tidak tahu siapa saya? Saya bisa saja ...."


"Anda kami tangkap, anda berhak menyewa pengacara untuk berbicara atau tetap diam." Potong pak Polisi.


Namun, Winarti bergeming, ia tidak ingin mengakui dirinya, ia takut di penjara. Saat akan berlari, salah satu tetangga rumahnya langsung mencegah.


"Dia Winarti Pak, silahkan tangkap Dia. Dia terlalu kejam untuk ukuran seorang ibu, dia selalu menelantarkan anak-anaknya, bahkan menjualnya," adu tetangga yang kasihan melihat kehidupan Rania, Rayna dan Relia.


"Kami mendapat surat perintah untuk menangkap Anda dengan kasus penipuan kepada saudara Rangga."

__ADS_1


"Tidak, itu tidak benar!" teriak Winarti tak ingin di borgol, tapi apalah daya tenanganya tak sebanding dengan dua polisi lainnya.


"Jangan bawa ibu saya pak," cegah Rania tak tega melihat ibunya diseret oleh polisi. Sementara dua gadis cilik lainnya, berdiri mematung, tak menyangka ibunya juga di tangkap oleh polisi.


Mereka senang pernikahan tidak terjadi, tapi juga sedih karena ibu mereka di tangkap polisi.


"Tolong antar saya kelahan terlarang itu!" ucap salah satu polisi.


"Ma-mari pak," gugup Rayna berjalan mendahului polisi itu.


Sepeninggalan para polisi, semua tamu ribut dan bertanya-tanya.


"Karena mempelai pria sudah tidak ada, maka kami tidak bisa melanjutkannya," ucap pak penghulu seraya bangkit dari duduknya.


Sementara Rania kembali duduk karena kakinya gemetar, syok akan kejadian yang baru saja terjadi. Namun, ia bersyukur semuanya tidak terlaksana.


"Silahkan lanjutkan pak, saya yang akan menjadi mempelainya!" ucap seorang pria.

__ADS_1


Rania langsung menoleh karena suara itu tidak familiar dengannya. Matanya membulat sempurna mendapati Rangga berjalan mendekat di ikuti Agas di belakangnya. Jadi semua ini ulah mereka berdua?


...****************...


__ADS_2