Aku Bukan Penggoda

Aku Bukan Penggoda
Part 72 - Aku Akan Berhenti Mencintaimu


__ADS_3

Rania, wanita itu semakin menundukkan pandangannya. Ia tidak tahu harus merespon bagaimana pada Agas. Dirinya tidak pernah menyangka orang yang selama ini ia anggap teman malah mencintai dirinya.


"Cinta itu tumbuh tanpa gue duga Ran, setiap hari gue nggak nyangka cinta gue ke elo malah semakin besar. Selama ini gue bantuin lo bukan sebagai teman, tetapi sebagai wanita yang gue suka."


"Belain lo di depan orang banyak, ngelindungin lo dari orang jahat dan sebagainya, itu kemauan gue sendiri tanpa di perintah oleh siapapun."


Agas menghembuskan nafas berat, sepertinya apa yang ia pendam sudah keluar semua. Rania sudah tahu bagaimana perasaanya. Ada kelegaan tersendiri di hati Agas setelah mengatakan semua itu.


Laki-laki itu menatap Rania yang semakin menunduk. Salahka dirinya mengutarakan ini semua di depan istri sahabatnya?


"Tatap gue sekali ini saja!" perintah Agas.


Perlahan-lahan, tundukan kepala Rania kini menjadi dongakan, walau ada sedikit keraguan di hatinya.


"Gue ngomong tentang persaan gue, bukan untuk lo balas. Gue cuma pengen lo tau perasaan gue gimana Ran."


Agas melangkah semakin dekat dan itu berhasil membuat Rania gugup. "Hari ini gue bakal berusaha buat lupain lo. Gue nggak suka sama lo lagi." Tangan Agas terulur tepat berada beberapa centi di kepala Rania. Tangan itu mengepal tanpa menyentuh apapun.


Sebenarnya ia ingin mengelus rambut indah itu sebentar saja, tapi urung setelah ingat status Rania sekarang.


Agas menarik kembali tangannya. "Semoga bahagia sama Rangga. Katakan padanya, jangan sampai dia nyakitin lo, atau gue bakal datang dan bawa lo pergi."


"Gue pergi, sampai jumpa di lain waktu." Agas melangkah tanpa menoleh sedikitpun pada Rania.


Wanita itu ikut melangkah kedepan untuk mengantar kepergian Agas di tengah malam seperti ini.

__ADS_1


"Ha-hati-hati kak Agas," ucap Rania melambaikan tangan dengan ragu.


Rania kembali ke kamar setelah mengunci pintu rumah, merangkak sangat pelan naik ke tempat tidur.


"Darimana, hm?" gumam Rangga langsung menarik pinggang Rania untuk ia peluk. Dirinya sangat mengantuk, hingga membuka mata saja sulit.


"Da-dari kamar mandi," bohong Rania.


"Perut kamu nggak papa?"


"Ng-ngak, tidur lagi Mas." Rania mengelus rambut Rangga dan ikut suaminya kealam mimpi.


***


"Wangi banget masakan istri Mas," puji Rangga menumpukan dagunya di pundak sang istri.


"Mas udah lapar? Tunggu bentar lagi ya," jawab Rania.


"Iya sayang, nggak usah buru-buru."


Rania berbalik, dan mengecup pipi Rangga sekilas. "Duduk Mas, masakan aku nggak selesai kalau di peluk terus. Takut di liat Ina dan Lia juga," ujarnya.


Cup


Rangga melepaskan pelukannya setelah mengecup bibir sang istri, duduk di meja makan memperhatikan Rania memasak.

__ADS_1


"Agas udah pergi?" tanya Rangga tiba-tiba.


Rania seketika panik, kenapa Rangga tahu bahwa Agas sudah pergi, apa laki-laki itu tahu kalau dirinya menemui Agas semalam?


"Mas Rangga tau?"


"Iyalah, dia ngirim pesan katanya bakal pulang subuh tadi bawa mobil Mas, tapi baru di baca sekarang," jawab Rangga memperlihatkan ponselnya.


Masakan sudah siap, Rania segera menghidangkannya di meja makan. "Nggak mewah," gumam Rania.


"Emang harus mewah? Yang penting kenyang kan?" tanya Rangga. "Yang penting masakan kamu, mau mewah atau sederhana semuanya enak. Duduk kita sarapan sama-sama."


"Aku mau bangunin Ina sama Lia dulu Mas," jawab Rania hendak melangkah, tapi tangannya di cekal oleh Rangga.


"Nggak usah, ngapain di bangunin. Kalau nggak bangun tandanya masih ngantuk."


"Tapi mas mereka anak gadis nggak baik tidur sampai siang."


"Kata siapa? Jangan terlalu ngatur mereka yang, yang penting mereka ngerjain pekerjaan masing-masing dan nggak nyusahin kamu, biarin saja, namanya juga anak muda."


"Aku takut nanti mereka keseringan, terus mas eneg liatnya, adik-adik aku enak-enakan tidur tapi mas yang nyari uang," gumam Rania.


"Apaan sih, nggak ada. Mereka adik-adik mas juga. Mereka sekarang tanggung jawab mas. Nikahin mbaknya, harus nerima adik-adiknya juga dong."


...****************...

__ADS_1


__ADS_2