
Zyva dan Alvin terkejut ketika mereka dipertemukan kembali. Begitu juga dengan Mam Zyva yang terlihat senang dengan pertemuan mereka.
“ Kalian sudah saling kenal ?”
“ Sudah Ma . Jadi Alvin ini yang kemarin nolongin Zyva waktu Zyva mau tertabrak motor “
“ Oh ya. Ya ampun, maksih ya Alvin, sudah tolongin anak kesayangan tante “
“ Siapa ini ?” tanya Syla adik perempuan Zyva.
“ ini Kak Alvin, temen kakak “
“ Hai Kak Alvin. Namaku Syla, adiknya Kak Zyva”
“ Hai Zyva ”
“ Aku sih cocok kalau Kak Zyva sama Kak Alvin daripada kak Zyva sama kak Zyan”
“ Syla, nggak boleh ngomong begitu “
“ Syla hanya berpendapat Kak”
“ Masuk ke mobil !” ucap Zyva.
“ Iya. Ayo Kim, kita masuk ke mobil “ ucap Syla sambil menggendong adik laki – lakinya.
“ Zyva sama adiknya memang begitu suka ribut. Tapi mereka ini anak yang baik- baik kok. Kalau gitu kita pergi dulu ya nak ?”
“ iya tante. Hati – hati “
Ketika Zyva ingin masuk ke dalam mobil, Alvin kembali memanggil Zyva.
“ Zyva !”
“ Iya Alvin, ada apa ?”
“ Gue boleh nggak minta nomer ponsel lo ? Ya untuk menjalin persahabatan gitu”
Zyva terdiam sambil menatap Alvin.
“ Kak Alvin ! Sini !” teriak Syla dari jendela mobil.
“ Ini nomer handphone Kak Zyva” Syla memberikan nomer handphone Zyva yang ada di handphonenya.
“ Apakah boleh Gue simpan ?” tanya Alvin kepada Zyva.
“ Boleh. Kalau begitu Gue pergi ya ?” Zyva masuk ke dalam mobilnya.
“ Yang semangat ya Kak Alvin. Aku akan selalu dukung Kak Alvin !” teriak Syla.
Alvin memanglah berasal dari keluarga yang baik – baik. Ia hidup bersama Ibunya. Ia juga seorang cheff lulusan luar negri dengan beberapa usaha kuliner yang ia miliki.
Setelah tiba di villa keluarganya yang ada di bandung, Zyva tidak langsung menemui Zyan. Ia mencari alasan yang tepat agar kepergiannya tidak dicurigai oleh keluarganya. Sore harinya, Zyva izin kepada Orang tuanya untuk menemui sahabat lamanya yang tinggal tidak jauh dari Villanya. Orang tua Zyva mengizinkan Zyva pergi asalkan ia pulang sebelum jam 8 malam. Tidak menunggu lama, akhirnya Zyva menemui Zyan di Villa milik Zyan.
“ Zyva !” teriak Zyan yang berlari dan memeluk Zyva.
“ Syukurlah. Aku pikir kamu akan pergi dariku “
“ Mana mungkin Aku akan pergi darimu sayang. Aku sangat mencintai kamu”
“ Oh iya sayang. Ada yang perlu aku bicarakan sama kamu. Ini penting !”
“ Yaudah kamu bicara saja. Kita duduk dulu disini !” Zyva dan Zyan duduk di sebuah ayunan yang ada di depan Villa. Zyva memberikan sebuah testpack kepada Zyan.
“ Aku hamil Zyan “
“ Kamu hamil ! Kamu beneran hamil anak Aku ?”
“ Iya "
__ADS_1
“ Aku senang banget sayang. Akhirnya Aku punya anak juga dari kamu “
“ Kamu nggak panik ?”
“ Enggak “
“ Sayang, Aku hamil dan kondisi kita belum menikah. Kenapa kamu bisa berpikir sesantai itu ?”
“ Benar juga. Tapi Aku janji akan segera menikahi kamu. Yang terpenting sekarang kamu jaga anak kita ya ?”
“ Kamu benar – benar janji ya sayang ?”
“ Iya Aku janji “
“ Yasudah. Aku nggak bisa lama – lama disini. Aku harus kembali ke Villa sayang”
“ Kalau begitu Aku antar “
“ Jangan ! Tadi Aku izinnya buat ketemu teman bukan ketemu kamu. Bisa – bisa nanti papa marah jika tahu Aku ketemu sama kamu “
“ Yaudah kalau gitu hati – hati ya sayang “ ucap Zyan sambil mencium kening Zyva.
Zyva pulang menuju Villanya dengan jalan kaki. Di tengah jalan, Zyva tidak sengaja bertemu dengan mbak Yuna dan anak – anaknya.
“ Mbak Yuna ?”
“ Lho kamu Zyva kan ?”
“ Iya mbak. Kok mbak ada disini ?”
“ ini, saya mau ketemu suami saya”
“ Oh, mbak nggak dijemput suaminya ? Kan sudah malam gitu, lagian bahaya juga kalau bawa anak – anak”
Yuna terdiam dan seorang laki – laki datang menghampiri mereka.
“ Neng Zyva !”
“ Pakde kira neng Zyva belum pulang, soalnya sudah mau malam”
“ Zyva sudah pulang kok . Oh iya mbak, kenalin ini Pakde Hadi penjaga Villa keluarga Zyva. Oh iya , Villa Zyva ada disana, mbak mau mampir ?”
“ Tidak Zyva, kapan – kapan saja ya. Lagian sudah malam juga”
“ Oh iya Pakde, Zyva boleh minta tolong nggak ? Tolong anterin mbak Yuna dan anak – anaknya ke tempat suaminya “
“ Apakah jauh Bu ?” tanya Pakde Hadi kepada Yuna.
“ Mungkin 300 meter dari sini Pak”
“ Mari saya antar”
“ Hati – hati ya Mbak ?”
“ Makasih ya Zyva, kamu gadis yang sangat baik”
Zyan terkejut ketika melihat sang istri sudah ada di depan pintu Villanya. Ia sangat marah dan juga kesal dengan istrinya, namun ia mencoba menahan amarahnya karena ada anak – anaknya.
“ Papa !” teriak kedua anaknya Kayana dan Jio. Dengan gembira mereka memeluk Papa kesayangannya itu.
“ Hai sayang. Kok kalian bisa sampai sini ?”
“ Si dedek nangis terus Pa, mau ketemu Papa”
“ Oh ya. Yaudah , sekarangkan sudah ketemu Papa, jadi jangan nangis – nangis lagi ya . Sekarang kalian tidur, sudah malam !”
“Tapi Jio sama dedek mau main sama Papa ?”
“ Jio, dengerin Papa !. Ini sudah malam, Papa capek. Kita main besok saja ya ?”
__ADS_1
“ Iya Pa”
Yuna membawa anaknya kedalam kamar dan menasehati anak - anaknya.
Liburan di Bandung merupakan hal yang menyenangkan untuk keluarga Zyva. Kampung halaman memang obat yang paling mujarab untuk menyembuhkan rasa penat ketika beraktivitas di kota. Seperti sekarang, Zyva dan keluarganya sibuk memanggang jagung di halaman Villa.
“ Biar Zyva saja Ma “
“ Eh sayang. Lho kemana Pakde hadi ?”
“ Tadi Zyva minta tolong sama Pakde buat anterin teman Zyva. Dia mau ketemu sama suaminya”
“ Malam -malam begini ?”
“ Iya, makanya Zyva kasihan Ma. Apalagi dia sambil bawa dua anak”
“ Ya Allah kasihan sekali. Ini pelajaran buat kamu ya Zyva. Kalau cari suami itu yang perhatian, jangan seperti suami teman kamu itu !"
“ Iya Kak. Kalau perlu yang kaya kak Alvin. Sudah ganteng, perhatian, perfect pokoknya sempurna habis deh” sahut Syla.
“ Mulai deh !"
" Tapi memang Kak Alvin itu perfect Kak "
" Sudah terserah kamu dek "
" Zyva, Papa ada sesuatu buat kamu "
" Happy birthday " ucap semua orang kepada Zyva.
" Ya ampun. Zyva sampai lupa kalau hari ini hari ulang tahun Zyva "
" Selamat ulang tahun ya sayang. Semoga kelak yang kamu cita - citakan tercapai" ucap Mama dan Papa Zyva.
" Kalau doa Syla, semoga Kak Zyva tambah cantik, tambah baik dan cepat jadian sama Kak Alvin "
" Syla?"
" Haru ulang tahun tidak boleh marah - marah ya Kak!"
" Ok. Kamu menang hari ini "
" Sudah. Lebih baik kita rayakan sama - sama sampai malam " ucap Papa.
Zyva sangat bahagia tapi juga merasa sedih karena Zyan sama sekali tidak mengingat hari ulang tahunnya. Ia kembali mengecek Handphonenya, hanya sahabat dan keluarga yang mengucapkan ulang tahun untuknya. Namun tanpa diduga ada nomer baru yang melakukan panggilan video call di handphonenya.
" mudah - mudahan ini Zyan " ucap Zyva.Ia bergegas mengangkat telfonnya.
" Hai Zyva !"
" Alvin?"
" Iya. Save nomer gue ya. Oh iya, gue juga mau ngucapin selamat ulang tahun untuk lo. Semoga apa yang kamu inginkan dan cita - citakan tercapai "
" Amin. Thanks ya Vin ?"
" Sama - sama. Oh iya, kadonya nyusul ya, kalau lo sudah di jakarta "
" Nggak usah repot - repot "
" Nggak repot kok. Anggep saja sebagai tanda persahabatan kita. Have fun ya disana, jaga diri baik - baik "
" Iya "
" Gue nggak bisa lama - lama nih. Soalnya Gue harus beresin kerjaan "
" Iya. Sekali lagi thank lho Vin "
Zyva menutup telfon dari Alvin. Zyva merasa sangat bahagia karena mendapatkan perhatian dari sahabat barunya. Lain halnya dengan Yuna yang harus menghadapi kerasnya sikap suaminya kepadanya.
__ADS_1
" Plakkk!"