Aku Bukan Penggoda

Aku Bukan Penggoda
Part 148


__ADS_3

Hari yang cerah seperti hari-hari biasanya. Namun, sikap Rania kini sedikit berbeda, masih tiduran bersama Rayyan di ranjang, padahal Rangga akan berangkat sebentar.


Wanita itu masih terganggu akan noda yang ia dapati di kemeja suaminya. Rania mengigit bibir bawahnya, itu semua hanyalah Noda tetapi mengapa pikirannya sering mendorong untuk mencurigai Alvi.


Kecupan di kening ia rasakan, membuatnya tersadar dari lamunan.


"Mas berangkat dulu Sayang, baik-baik di rumah," pamit Alvi setelah mengecup keningnya.


Sontak Rania berbarik, bangun dari tidurnya kemudian duduk di tepi Rangga, tak lupa wanita itu merapikan baju karena putra kecilnya baru saja menyusu.


"Aku mau bicara bentar mas, apa mas sibuk di kantor?" tanya Rania.


"Mau nanya apa Ran? Untuk kamu mas nggak sibuk. Sini kita cerita dulu sebelum mas berangat. Kayaknya dari semalam kamu aneh." Rangga langsung menarik Rania ke sofa untuk bicara berdua saja.


Rangga sedikit menyadari perubahan sikap istrinya, padahal ia tidak tahu dimana letak kesalahannya. Laki-laki itu terus memandangi Rania menunggu kalimat keluar dari mulut wanita itu.


"Boleh aku tau mas ketemu siapa aja kemarin sampai malam?"

__ADS_1


Alis Rangga saling bertaut, merasa aneh akan pertanyaan yang di lontarkan Rania, akan tetapi Rangga dengan sigap menjawab pertanyaan istrinya. Laki-laki itu mengelus rambut Rania seraya tersenyum.


"Jam sembilan sampai siang, mas ada meeting sama beberapa investor yang pernah kerjasama dengan perusahaan ayah. Setelah makan siang, Mas kehotel buat mastiin apa semua persiapan persta berjalan baik atau nggak. Mas juga sempat ke Butik buat memeriksa gaun yang bakal kamu pakai Sayang, dan semua itu di temani sama Lingga. Perkara mas pulang larut, karena kembali ke kantor untuk menyelesaikan yang lain biat nggak terlalu keteteran. Itu aja, kenapa ada yang ganggu pikiran kamu?"


Rania mengeleng, detik berikutnya mengangguk seperti orang bingung. Tak ada yang mencurigakan dari aktivitas yang diceritan Rangga.


"Lalu?"


"Mas kemarin ada ketemu perempuan?"


"Sama perempuan?"


"Iya sayang, kenapa sih? Kok tumben pengen tau aktivitas mas," bingung Rangga.


Wanita itu sontak memeluk Rangga sangat erat, ada rasa penyesalan karena mencurigai suaminya tanpa alasan jelas hanya karena noda liptik, mungkin saja itu memang menempel saat tidak sengaja bertabrakan dengan perempuan.


"Aku liat noda lipstik di kemeja mas semalam, aku ngira mas ada main sama perempuan lain secara sudah sebulan lebih mas nggak dapat jatah, minta yang macem-macem selain meluk juga nggak," lirih Rania.

__ADS_1


Sebenarnya wajar jika Rania berpikiran seperti itu. Rangga yang notabenenya sedikit mesum, berhenti merengek meminta aneh-aneh setelah ia melahirkan. Terlebih suaminya dulu mempunyai riwayat bisa di katakann mantan Casanova, jadi tidak salah bukan jika Rania sedikit curiga?


"Kamu nyurigain mas selingkuh?" tanya Rangga di jawab anggukan oleh Rania.


Rangga langsung menangkup kedua pipi Rania, menatapnya sangat dalam dan penuh cinta. "Tatap mata mas selama mas bicara, dan cari kebohongan di sana!" Rangga menjeda. "Selama nikah sama kamu, mas nggak pernah berpikiran untuk mendua apa lagi akan main di luar sana. Setelah mengucapkan janji suci hati mas hanya tepaku pada satu wanita yaitu kamu sayang. Nggak meminta bukan berarti mas nggak pengen apa lagi ada wanita lain, itu nggak benar. Mas nggak minta jatah karena tahu kamu masih dalam masa nifas. Mas mau kamu istirahat dulu setelah rasa sakit juga perjuangan yang nggak main-main buat anak kita. Jujur saja sebagai laki-laki normal mas sebenarnya nggak tahan, tapi balik lagi mas ngerti posisi kamu. Untuk mencari kepuasan di luar sana, nggak bakal terjadi sampai kapanpun."


Air mata Rania luruh begitu saja, merasa sangat bersalah sekarang. "Maaf," lirihnya.


Rangga mengeleng seraya tersenyum. "Mas maafin, dan mas bersyukur kamu nggak langsung nuduh mas dan marah-marah melainkan nyari kebenaran dulu."


"Mungkin Noda itu mas dapat saat tabrakan di parkiran, lain kali mas bakal lebih hati-hati biar istri cantik mas ini nggak sedih."


Rangga kembali memeluk Rania, sedikitpun tak ada niatan untuknya berpaling. Rania adalah wanita satu-satunya yang akan menjadi ibu anak-anaknya nanti tanpa ada embel-embel perselingkuhan, Rangga janji itu.


...****************...


Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

__ADS_1


__ADS_2