Aku Bukan Penggoda

Aku Bukan Penggoda
Part 45- Biar Gue Yang tanggung Jawab


__ADS_3

Masih Flashback


Siapa yang mengira Rangga akan di nikahkan dengan pendonor darah ibunya saat wanita itu siuman dari tidur panjangnya, karena sesuatu terjadi pada Melisha.


Ayah gadis cantik itu kecelakaan karena lari dari kejaran polisi dengan kasus korupsi. Ayah Melisha terbaring di rumah sakit selama seminggu sebelum berpulang pada sang pencipta.


Karena tak tega melihat Melisha terus menangisi mendiang ayahnya, juga di seret oleh polisi untuk mengantikan sang ayah mendekam di penjara, Edwin dengan berbaik hati menghadang polisi itu.


"Kalian mau membawa kemana gadis itu?" tanya Edwin.


"Maaf pak, kami harus membawanya untuk menebus kesalahan ayahnya yang sudah mengelapkan dana perusahaan sebesar 1 triliun," ucap salah satu polisi.


"Tolong saya Tuan, saya tidak bersalah!" mohon Melisha pada Edwin yang kini diam mematung, satu triliun bukanlah uang yang sedikit. Walau bagai keluarga Fan itu sangatlah mudah di dapatkan.


Mengingat bantuan gadis itu yang menyelamatkan nyawa istrinya tanpa berpikir, Edwin menyanggupi semuanya.


"Saya akan membayar semuanya, jangan bawa gadis itu," ucap Edwin.


"Tapi Tuan, kami di perintahkan untuk menangkapnya."


"Katakan pada penuntut itu, agar pengacarnya segera menghubungi saya," ucap Edwin tegas membuat polisi tak berkutik.

__ADS_1


Setelah Melisha di lepaskan oleh polisi, Edwin membawanya kehadapan sang istri dan memperkenalkan bahwa gadis itu lah yang menyelamatkan nyawanya.


"Terimakasih Nak," ucap Fania lembut. "Katanya ayah kamu meninggal? Sekarang kamu tinggal sama siapa Nak?" lanjutnya.


Melisha menunduk, sekarang ia tidak punya tempat tinggal dan keluarga. Rumah dan fasilitas lainnya telah di sita.


"Saya tidak tahu nyonya," lirih Melisha, membuat hati Fania terhenyak. Tak tega rasanya melihat seorang gadis kehilangan tempat pijakan seperti ini, apa lagi setelah mendengar cerita dari suaminya.


Hati Fania yang memang dasarnya baik hati dan lemah lembut, menawarkan sesuatu pada gadis yang telah menyelamatkannya.


"Kamu sudah menikah?" tanya Edwin di jawab gelengan oleh Melisha.


"Kalau begitu menikahlah dengan anak kami!" pinta Fania membuat Rangga yang sedang duduk di sofa kaget.


"Sayang, turuti apa kata bunda Ya!" bujuk Fania dengan suara sangat lembut.


"Maaf bunda, tapi Rangga ...."


"Kalau kamu menerima Melisha sebagai istrimu, maka kamu berhak memilih cita-citamu. Ayah tidak akan memaksamu menjadi CEO. Ayah Janji."


Mendengar kalimat itu keluar dari mulut ayahnya, tanpa pikir panjang, Rangga menganggukan kepala. Sudah sejak lama ia membujuk sang Ayah, dan baru sekarang ia di izinkan untuk mencapai cita-citanya.

__ADS_1


Namun, harapannya sirna setelah ibunya meninggal beberapa bulan setelah ia menikah dengan Melisha. Ayahnya menjadi arogan dan keras kepala, memaksakan agar berhenti kuliah dan meneruskan perusahaan, juga melarangnya untuk menceraikan Melisha.


Bahkan gadis yang awalnya tidak pernah mencampuri urusannya, kini mulai berubah dan semakin menghasut sang ayah agar menghalangi dirinya.


Dan sekarang Rangga tahu maksud keduanya.


***


Dobrakan pintu berhasil membuat Rangga tersadar dengan lamunan panjangnya, ia refleks berdiri bersamaan dengan pengacara yang baru saja ia panggil.


"Pergilah!" perintah Rangga seraya menatap Agas yang masih berdiri di ambang pintu.


"Baik Tuan."


Rangga melangkah mendekat, hendak melakukan salaman ala laki-laki pada sahabatnya itu, tetapi Agas malah melayangkan tinjunya.


Situsi ini bagai dejavu untuk Rangga saat Agas pertamakali berkunjung di perusahaan.


"Bisa-bisanya lo masih bisa tersenyum setelah apa yang menimpa Rania sialan!" geram Agas, emosinya langsung tersulut saat Rangga menyambutnya dengan senyuman.


Agas menarik kerah kemeja Rangga agar bangun, CEO Fan gruop itu seperti kebingungan tapi Agas tidak peduli.

__ADS_1


"Sebenarnya lo cinta sama Rania atau nggak? Lo mau bertanggung jawab atau nggak bang*sat? Kalau lo nggak mau tanggung jawab, ngomong biar gue yang tanggung jawab dan nikahin dia!" bentak Agas.


...****************...


__ADS_2