
Kuy ramaikan kolom komentar, kalau perlu komen tiap Paragraf💃
...****************...
Tidak merasakan keberadaan Rangga di sampingnya, wanita berbadan dua itu segera berbalik. Dan benar saja, Rangga tidak mengejarnya.
"Ais apaan sih mas Rangga, lebih penting baju kekurangan bahan itu daripada aku. Nggak tau apa aku tadi malu banget apa lagi pas di lirik sama mas-mas penjaga tokonya," gerutu Rania memutuskan untuk menemui Rangga.
Tidak mungkin ia pulang sendiri padahal berangkat berdua. Bukan karena tak tahu jalan pulang, tapi ia tidak mau Rayna bertanya-tanya padanya.
Baru beberapa langkah, tubuh Rania sedikit terhuyung karena senggolan seorang wanita yang lebih tinggi darinya. Dari senggolannya sepertinya orang itu sengaja agar ia terjatuh, tapi sangat di untungkan Rania bisa menjaga keseimbangan hingga yang terjatuh cuma paper bag berisi cincin.
"Maaf, saya nggak sengaja," ujar Rania langsung menunduk walau sulit karena perutnya.
Lebih baik ia mencari aman dengan meminta maaf walau tidak salah, daripada harus memperpanjang masalah.
"Auw," ringgi Rania saat jari-jari tangannya di injak sepatu.
"Rania?" panggil Rangga langsung mendorong tubuh wanita kurang ajar itu, agar tangan istrinya tidak semakin sakit. "Sayang, tangan kamu ...."
__ADS_1
"Tangan aku nggak papa Mas, cuma merah dikit. Itu paper bagnya di ambil dulu," perintah Rania walau tangannya sangat sakit jika lebih lama lagi mungkin tulang-tulangnya akan retak.
"Maksud kamu apa, hm?" Rangga langsung mendorong tubuh Melisha yang terlihat sangat angkuh. Kenapa pula mereka harus bertemu di tempat seperti ini.
Melihat kemerahan Rangga, Rania barus tersadar kalau yang menambraknya tadi adalah mantan istri suaminya. Ia sedikit gugup sekarang.
"Aku nggak sengaja Mas," jawab Melisha dengan wajah tenangnya, padahal jelas-jelas ia sengaja menginjak tangan Rania tadi.
"Dasar wanita ...."
"Mas udah, aku nggak papa," cegah Rania langsung mengenggam tangan Rangga yang hendak menampar Melisha, ia tidak ingin suaminya bermasalah lagi. "Jangan biasain ringan tangan aku nggak suka," gumamnya lagi.
Rangga memejamkan matanya demi mengontrol emosi yang sudah berada di ubun-ubun. Tubuhnya seakan terbakar saat melihat Melisha menyakiti Rania dengan mata kepalanya sendiri. Mungkin jika Rania tidak mencegahnya, Melisha sudah mendapat bagiannya.
"Hm."
"Jadi dia selingkuhan kamu Mas!" teriak Melisha hingga perhatian tertuju pada mereka bertiga, dan itu berhasil menghentikan pergerakan Rania dan Rangga.
Apa maksud Melisha berteriak seperti itu? Bukankah sudah jelas hubungan mereka sudah selesai.
__ADS_1
"Tutup mulutmu! Apa lagi yang kau ingingkan hm? Semua sudah kau dapatkan. Berhenti mempermalukan Rania!" tegur Rangga.
"Dasar wanita penggoda, pelakor, matre. Bisa-bisanya kau merebut suamiku dan berani bersmesraan di hadapanku! Apa kau punya hati?" Melisha semakin berteriak.
"Eh itu bukannya CEO baru Fan group dengan istrinya ya? Tapi kok ada wanita hamil?"
"Ih kasian ya, di selingkuhin gitu."
"Palingan cuma karena hamil makanya CEO Fan Group bertanggung jawab."
Rangga langsung menarik Rania kepelukanya, memasang headset yang kebetulan di bawanya tadi. Ia juga menutup telingan Rania, membelah kerumunan yang semakin jadi karena teriakan Melisha.
Dapat Rangga rasakan cengkraman tangan Rania sangat erat di bajunya.
Sesampainya di mobil, Rangga melerai pelukannya dan membukakan pintu untuk sang istri, ia juga ikut masuk setelahnya.
"Maaf sayang, mas selalu buat kamu sedih."
"Tangan aku sakit mas," lirih Rania, padahal hatinya jauh lebih sakit karena perkataan Melisha tadi.
__ADS_1
...****************...
Jangan lupa tebar kembang yang banyak