
Matahari mulai menampakkan sinarnya, tidur Rangga mulai terusik karena hal itu, tangannya sibuk meraba-raba tempat di sampingnya yang sudah terasa dingin pertanda tempat itu sudah lama di tinggalkan pemiliknya.
"Sayang?" gumam Rangga, tapi tak ada sahutan dari wanita yang di panggil sayang.
"Bumil aku kemana lagi pagi-pagi seperti ini." Terpaksa laki-laki itu bangun, mengacak-acak rambutnya terlebih dahulu sebelum beranjak.
Toh tak ada lagi alasannya untuk tidur, tidak ada yang bisa di peluk.
Usai cuci muka di sikat gigi, Rangga keluar dari kamar untuk mencari sang istri, kebetulan ia juga sangat haus. Di dapur ia melihat pintu kulkas terbuka tanpa orangpun di sana. Saat mendekat ia terbelalak mendapati Rania duduk sila di lantai.
"Sayang? Ngapain duduk di lantai gitu, dingin. Bangun!" Rangga langsung membantu Rania berdiri dan membimbingnya duduk di kursi.
Kalian tidak tahu bagaimana mengemaskannya ekpresi Rania saat kepergok oleh suaminya duduk di depan kulkas, wajah lingling dengan es krim di tangannya membuatnya sangat lucu.
"Makan Es krim, semalam aku ketiduran nungguin mas," jawab Rania menjilati jari-jarinya satu persatu hingga bekas es krim itu hilang.
Tanpa membuang waktu Rangga kembali membuka kulkas memeriksa isinya. Ia melongo tak percaya saat semua es krim yang ia beli semalam ludes pagi-pagi seperti ini.
"Kenapa mas?" tanya Rania tanpa rasa bersalah sedikitpun.
__ADS_1
"Pengen gigit tapi istri sendiri," gemes Rangga menanggup kedua pipi cubi Rania saking gemesnya. "Ini terakhir kali kamu makan es krim!" tegas Rangga di akhir kalimat dan di jawab anggukan oleh Rania.
"Aaaaa ... gemes banget istri aku pagi-pagi." Rangga mengepalkan tangannya tak tahan lagi menghadapi sikap bumilnya yang menguji batas kewarasan. "Nggak bisa gini, ayo masuk kamar." Ajak Rangga.
"Eh ... mas aku mau masak buat sarapan dulu," sahut Rania melepaskan tarikan Rangga.
***
Karena lama menunggu sang istri yang berkutat di dapur, Rangga memutuskan untuk mandi agar segar di pagi hari. Ia senyum-sanyum sendiri saat teringat hari ini adalah hari sangat spesial untuk istrinya.
Ia segera menemui Rania di dapur, memeriksa keadaan rumah yang masih sangat sepi karena kedua adik iparnya belum bangun. Tanpa membuang waktu itu langsung mengecup ceruk leher sang istri dari belakang.
"Selamat ulang tahun Mama," bisik Rangga.
"Ck." Rangga berdecak, memeluk Rania dari belakang, dengan kepala bertumpu pada pundak sang istri. "Kamu nggak ingat ini hari apa hm?"
"Hari sabtu, besok minggu, lusa senin hari pertama Lia sekolah," jawab Rania.
Rangga memang sudah mengurus kepindahan Relia dan gadis belia itu sudah bisa masuk sekolah hari senin, seragam sekolah khusus SMA Angkasa juga sudah di dapatkan.
__ADS_1
"Ck, istri aku hari ini nyebelin banget ya. Selamat ulang tahun sayangnya Rangga," ulang Rangga.
Rania terdiam sejenak kemudian tertawa setelah mengingat kembali tanggal. "Lah iya hari ini ya? Aku lupa."
"Dasar bumil."
Rangga semakin mendekatkan wajahnya, hidung mereka saling bersentuhan beberapa senti lagi bibir keduanya akan manyatu.
"Selama pagi Mbak ... lanjut aja Ina nggak liat." Gadis yang baru saja masuk ke dapur itu langsung berbalik saat melihat posisi Rania dan Rangga sangt intim, mungkin sudah berciuman karena ia berdiri membelakangi.
Keduanya langsung gelagapan terumah Rania, ia langsung mendorong tubuh Rangga, asupan pagi gagal laki-laki itu dapatkan.
"Pa ... pagi Ina, udah bangun ya?" Sial, pertanyaan sangat bodoh, iyalah sudah bangun terbukti Ina sudah berdiri di ambang pintu.
"Mas kedepan bentar," gumam Rangga langsung meninggalkan dapur, melewati Rayna begitu saja di ambang pintu.
...****************...
Tebar kembang jangan lupa ya biar part ini wangi🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹. Vote di tekan kalau belum hangus.
__ADS_1
Papa muda lagi mandi