Aku Bukan Penggoda

Aku Bukan Penggoda
Part 85 - Demi si Buah Hati


__ADS_3

Rangga bagun pagi-pagi sekali untuk berangkat ke kantor, ia sangat bersemangat berkerja untuk Rania dan buah hati mereka. List pertamanya adalah, anak pertamanya tidak boleh kekurangan sedikitpun saat lahir nanti.


Setelah siap dengan setelan jas berwana hitam, Rangga menghampiri sang istri yang masih tertidur dengan lelapnya. Wajar saja, matahari saja belum terbit, diluar masih sangat gelap, tapi ia harus berangkat, untuk mengurus segala sesuatunya.


Rangga mengambil jam weker di atas nakas dan mengubahnya ke pukul 8 pagi, agar istrinya bisa tidur lebih lama. Tak lupa ia mengecup kening sang istri penuh kehangatan.


"Mas pergi dulu, janji bakal makan siang di rumah," bisik Rangga.


***


Laki-laki itu berhenti tepat di depan hotel lumayan tinggi dan besar. Hotel yang sebenarnya bisa jaya, apa lagi terdapat di tempat yang sangat strategis, di tengah-tengah kota. Sayangnya hotel itu sudah lama tidak terurus karena nuansanya yang sedikit kuno.


"Selamat pagi pak," sambut satpam yang sudah lama berkeja di sini.


Kedatangan Rangga kali ini, untuk meng PHK beberapa karyawan yang semulavdi gaji oleh perusahaan induk, tidak mungkin bukan ia masih bergantung pada ayahnya?


Sekarang Rangga juga mengurus saham di perusahaan induk, ia berencana menjualnya agar bisa berinvestasi di hotel dan tidak bergantung pada siapapun lagi.


"Pagi," sahut Rangga berlajan memasuki lobi yang sangat sepi, belum ada yang datang, tamupun hanya beberapa saja di sini.


Laki-laki itu berjalan ke lantai paling atas, di mana kantornya berada, menyusun beberapa rancangan dan memeriksa kandidat yang mana akan di PHK untuk sementara waktu.


Berkas itu semua ia dapatkan dari manajer hotel kemarin saat bekunjung.


Berkutat dengan berkas-berkas tak terasa matahari mulai terbit, dan perutnya mulai keroncongan minta sedikit di isi. Sebelum mengadakan rapat dengan beberapa orang peting di hotel ini, misalnya manajer dan jajarannya Rangga sarapan terlebih dahulu.

__ADS_1


Rapat cukup lama berlangsung, selain pemecatan, mereka juga membicarakan tentang perancangan ulang interior agar terlihat lebih modern.


***


Di rumah, Rania baru saja bangun setelah suara alarm terdengar nyaring, awalnya wanita itu masih santai, tapi hanya bertahan sebentar saat melihat jarum jam menunjuk angka 8.


"Ya ampun aku kesiangan." Buru-buru ia ke kamar mandi mencuci wajah dan menyikat gigi, keluar kamar mencari keberadaan sang suami, tapi tak menemukannya.


"Mas Rangga mana?" tanya Rania pada Rayna yang sedang cuci piring.


"Nggak tau mbak, Ina belum liat sejak bangun tadi," jawab gadis belia itu.


"Apa udah berangkat ya?" gumamnya kembali ke kamar dan mengambil ponselnya, di bilah status terdapat beberapa pesan dari nomor suaminya.


Mas Rangga: Udah bangun yang? Jangan lupa sarapan dan minum susu.


Mas Rangga: Mas pulang sebelum makan siang, masak yang enak ya. Love you my wife 😘


Rania senyum salah tingkah, Rangga dari dulu tidak pernah berubah, selalu romantis dan perhatian padanya. Ini lah salah satu alasan Rania susah untuk melupakan Rangga dulu.


Rania: Mas juga jangan lupa sarapan, Love you too my husband🌹. Nggak ada stiker mawar putih😔.


Centang satu, pertanda Rangga sudah tidak aktif. Tapi itu tidak masalah, selama Rania sudah tahu dimana keberadaan sang suami.


Ia kembali menghampiri Rayna di dapur. Adik tengahnya ini memang sangat rajin, lihatlah dapur sudah sangat bersih dan sarapan juga sudah siap.

__ADS_1


"Sarapan dulu mbak," ajaknya.


"Rajin banget, bukan karena kepaksa atau takut mbak, mas Rangga marah kan?" tanya Rania takut adiknya tidak nyaman.


"Nggak kok mbak, emang udah biasa, lagian Ina suka, dapurnya cantik, bahannya juga lengkap jadi hoby masak Ina kewujud deh," jawab Rayna jujur, tak ada unsur paksaan dari siapapun.


"Udah dapat kampus yang pas?"


"Belum mbak, masih nyari yang dekat sini aja biar hemat ongkos, nyari yang murah juga, di sini rata-rata biaya persemesternya mahal banget."


"Mau ambil jurusan apa?"


"Akutansi, aku suka matematika," cengir Rayna.


"Mbak dukung, semangat. Jangan kecewain mbak sama mas Rangga."


...****************...


Jangan lupa tebar bunga dan kopi ya😘


Cantiknya Rangga🤗



Katanya calon jodohnya Agas

__ADS_1



__ADS_2