
Rizal tak berkutik, dia tidak akan bisa menangkap Rangga karena berlindung di belakang Aunty nya. Jantungnya pun semakin tidak terkondisikan saat tatapan matanya bertemu dengan tatapan gadis cantik yang beberapa hari ini sudah mengusik hati dan pikirannya.
"Apa?" tanya Liora
"Em, gak papa,," Rizal terlihat salah tingkah
"Aku akan mengejar yang lain saja!" Ucap Rizal lagi, lalu berbalik dan mencari anak anak lainnya. Liora terkekeh ketika melihat pemuda itu jadi salah tingkah.
**
Waktu terus bergulir, Sudah sore Angga dan Zara pamit pulang pada keluarga Dinda dan Dika. Begitu juga Rizal yang ikut pamit pulang, niat awal hanya ingin mengantar pesanan buah, malah berujung ikut bergabung di acara mereka.
"Jacmine, kak Langga pulang yah, kapan kapan jacmine main dong ke lumah opa,," ucap Rangga
"Iya nanti kapan kapan Jasmine main ke rumah opa kak Rangga yah" jawab Dinda
"Iya" jawab Rangga
Lalu mereka berpamitan dan segera masuk kedalam mobil, begitu juga Liora. Sedangkan Rizal menaiki motor butut miliknya.
"Dia pria sederhana kan Li" ucap Zara
"Apa sih kak Zara nih!" sahut Liora saat tertangkap basah sedang menatap Rizal yang sedang menyalakan motornya
"Seneng banget jodoh jodohin orang!" Angga mencubit pipi Zara dengan gemas.
"Ck!! sakit pap,,,," Zara sontak memukul ringan lengan Angga karena sudah mencubit pipinya dan Rangga juga Liora terkekeh di bangku belakang. Mobil terus berjalan hingga mereka sampai dirumah.
"Kenapa aku jadi kepikiran Rizal?!" batin liora, gadis cantik itu tersenyum sendiri saat kembali teringat bagaimana lucunya Rizal ketika bertatapan dengannya.
Dihari berikutnya....
Hari ini, hari pertama Liora akan magang di rumah sakit papanya. Sedang Zara dan Angga akan mendaftarkan Rangga masuk sekolah TK yang sama dengan Jasmine, sesuai permintaan Rangga yang hanya ingin sekolah yang sama dengan gadis kecil itu. Kemarin Zara dan Dinda juga sudah berbincang akan menyekolahkan anak anak mereka di sekolah yang sama.
"Wahhh cucu oma mau sekolah yah,,," ucap Ibu Marissa saat melihat Rangga sudah siap untuk pergi ke sekolah, karena baru akan daftar, tentu dia hanya memakai pakaian bebas pantas.
"Iya oma, Langga kan juga mau jadi anak pintal" Jawabnya dan membuat kedua orang tuanya tersenyum
"Good cucu opa!" sahut pak Dermawan
"Pagi semua,,, kak nanti Aku ikut bareng ya ke rumah sakit" ucap Liora yang baru bergabung di meja makan
"Kakak kan mau daftarin Rangga sekolah, nanti kesiangan kalau kamu ikut" jawab Angga
"Ohh,, ya sudah, aku naik mobil sendiri aja lah" ucap Liora
"Tidak boleh! sebagai dokter magang, kamu harus seperti yang lainnya. Kamu bisa naik taksi saja ke rumah sakit" ucap pak Dermawan
"Yah papa, kok naik taksi sih? boros dong kalau naik taksi. Lagian Aku kan punya mobil sendiri" ucap Liora
"Mobil kamu hanya bisa di pakai setelah kamu pulang dari rumah sakit . Kamu harus belajar hidup sederhana, tidak tergantung pada fasilitas dari papa" ucap Pak Dermawan
Liora terlihat cemberut, tapi dia juga tidak bisa berkata apa apa lagi, membantah pun dia tidak akan berani.
"Ya,, nanti aku akan naik ojek saja" jawab gadis cantik itu
__ADS_1
Setelah selesai sarapan, Angga, Zara dan Rangga pamit lebih dulu. Setelah itu Liora juga pamit , gadis itu berjalan keluar dari rumah dan mencari ojek pengkolan yang tak jauh dari rumah, beruntung saat dia sampai disana ada seorang ibu-ibu yang narik ojek. Lalu Liora menaiki motor ibu itu menuju ke rumah sakit.
"Pa, apa gak bahaya liora di biarkan berangkat sendiri, naik ojek lagi" ucap ibu Marissa
"Biarkan dia belajar hidup mandiri ma, mama tenang saja, papa sudah menyuruh Jio untuk mengawasi Liora dari jauh" jawab papa
"Ya sudah kalau gitu" jawab ibu Marissa.
Beberapa menit kemudian, Mobil Angga sudah memasuki area parkir sekolah. Disana juga sudah terparkir mobil Dika, tentu mereka sudah sampai lebih dulu. Lalu Mereka turun dari mobil dan berjalan menuju ruangan penerimaan murid baru. Rangga terlihat sangat antusias sekali melihat sekolah itu banyak sekali permainan di halaman sekolah.
Saat mereka sampai di salah satu ruangan, ternyata disana juga ada beberapa orang tua dan anak -anak yang baru akan mendaftar sekolah, termasuk Jasmine
"Jacmine" sapa Rangga saat melihat Jasmine bersama kedua orang tuanya
"Itu kak Langga" ucap Jasmine
Mereka masuk, lalu duduk mengantri seperti yang lain.
"Sudah sampai dari tadi?" tanya Zara
"Belum juga, ternyata anak anak akan di tes nanti. Tes untuk mengelompokkan anak anak, mana yang sudah mengenal huruf dan mana yang belum" ucap Dinda
"Ohh gitu,, " Sahut Zara
Kemudian nama Jasmine di sebut oleh salah satu guru, lalu Dinda bersama Dika mengajak Jasmine untuk menghadap. Banyak hal yang di tanyakan guru pada Dinda dan Dika terkait anak mereka
"Jasmine anak cantik, miss mau tanya, ini huruf apa?" tanya guru itu pada Jasmine
"E" Jawab Jasmine
"H" jawab gadis kecil itu lagi
"Wah jasmine sudah mengenal huruf ya ma,, kalau ini angka berapa?"
"8 cepelti kacamata ayah" jawab nya lagi
"Anak pintar, kalau ini gambar apa?"
"Itu keleta api miss,," jawab Jasmine
Beberapa pertanyaan terus di ajukan pada jasmine dan anak itu selalu bisa menjawab pertanyaan dari guru disana. Setelah Jasmine, Rangga pun di panggil. Bocah tampan itu terlihat sangat santai, dia duduk dengan berani menghadap calon gurunya. Zara dan Angga pun hanya mengiring dari belakang.
"Apa Rangga bisa melewati tes nanti?" tanya Angga dalam hati.
"Nama nya siapa?" tanya Guru pada Rangga
"Langga Nuglaha, ini mama Zala, dan ini papa Angga" Jawab Rangga dengan panjang dan membuat guru itu tersenyum karena Rangga memperkenalkan orang tuanya juga. Lalu Guru itu bertanya soal Rangga pada Zara dan Angga, tentang keseharian anak itu. Zara menjawab seperti orang tua pada umumnya, yang di senangi Rangga hanya bermain karena seperti itu kenyataannya.
"Baik, Rangga,, miss mau tanya, ini huruf apa?"
"T" jawab Rangga
"Anak pintar, kalau ini dan ini?"
"Itu B dan I" jawab Rangga
__ADS_1
"Rangga sudah bisa membaca?" tanya Guru
"Bica" jawab nya
"Coba baca ini, M-e-j-a"
"Meja" jawab Rangga
"Wah Rangga pandai sekali, kalau ini angka berapa?"
"Itu 9 " jawab Rangga
"Betul, kalau ini dan ini?" tanya guru itu dengan antusias.
"5, dan 8" jawab Rangga
"Wah bagus,, kalau ini gambar apa?"
"Itu kapal pecial" jawab Rangga
"Maasyaa Allah,,, sepertinya Rangga sudah banyak belajar ya bunda" ucap Guru itu
"Alhamdulillah, sedikit banyaknya dirumah, dia banyak bertanya dan rasa ingin tahunya sangat besar" jawab Zara
Setelah melewati beberapa tes pertanyaan, Rangga dan Jasmine menjadi 1 kelompok dengan beberapa anak lainnya. Proses pendaftaran sekolah selesai, mereka pun berpisah di sekolah itu, dan mulai minggu depan mereka baru masuk sekolah dan mulai belajar.
"Anak papa memang pintar!" Angga mengacak acak rambut putranya
" Mama yang ajalkan" jawab Rangga
"Rangga masih harus banyak belajar, katanya mau jadi dokter" ucap Zara
"Ya, Langga ingin jadi doktel cepelti papa dan mama" jawab Rangga
"Papa akan mendukungmu" jawab Angga
Kemudian ketiganya langsung berangkat ke rumah sakit, Angga akan melihat perkembangan kondisi pak Danang setelah operasi berhasil. Untuk sementara waktu, kedua orang tua Bryan tidak akan di beritahu jika Bryan berada di kantor polisi, sampai kondisi pak Danang benar benar pulih.
Sampai di rumah sakit, ketiganya turun dari mobil dan Zara akan mengajak Rangga ke ruang kerjanya
"Dokter Zara"
.
.
.
.
Eh siapa tuh manggil Zara?!
Senin nih, boleh dong Rangga di kasih Vote 😍
__ADS_1