Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
KHILAF


__ADS_3

"KAU SEPERTI TIDAK PUNYA ORANG TUA! SAMPAI KAU KEBELET KAWIN! MEMALUKAN!" Ucapan itu terlontar dengan rasa kecewa yang begitu besar dirasakan pak Dermawan.


"Maaf pa, Angga khilaf" jawab Angga


"KHILAF KATA MU?!" hardik papa


Bug!


Bogeman besar dan keras langsung melayang dan mendarat begitu saja mengenai pipi Angga. Seketika ujung bibirnya pun langsung robek mengeluarkan darah, dan Angga pun hampir terjatuh. Tak berhenti sampai disitu, Pak Dermawan kembali menarik Angga dan kembali menghajar putranya itu tanpa perlawanan.


Bug!


"Benar benar membuat malu!"


Bug


"Anak tak tau di untung!"


Bug


"Bikin malu keluarga!"


Angga sama sekali tidak melawan saat sang papa meluapkan rasa kecewanya. Sepertinya Pak Dermawan kesetanan hingga terus memukuli Angga hingga babak belur dan tersungkur


"Cukup pak! Cukup!"


"Saya mohon cukup! Kak Angga tidak bersalah!"

__ADS_1


Zara sudah memeluk Angga yang babak belur dengan deraian air mata tak berhenti sejak pertama kali Angga di pukul papanya.


"Kak,,, Kenapa kakak tidak jujur saja? Aku tidak tega melihat kakak begini" ucap Zara yang terus menangisi Angga yang sudah hampir tak berdaya


"Aku Mencintai mu Zara, Aku sangat mencintai mu" ucap Angga dengan sisa sisa tenaganya


Pak Dermawan masih tersulut emosi, sedang Ibu Marissa hanya diam membiarkan semua terjadi. Dia tidak akan melerai dan akan membiarkan pak Dermawan bertindak sebagai papa Angga yang harus memberi pelajaran pada putranya yang salah.


"Tapi kakak harusnya katakan yang sebenarnya" ucap Zara memarahi Angga dengan terus menangis


"KATAKAN YANG SEBENARNYA!" Akhirnya Ibu Marissa angkat bicara.


Zara menyeka air matanya yang terus mengalir, dia memberanikan diri untuk menatap ibu Marissa. Saat itu Ibu Marissa menatapnya dengan tatapan menyeramkan, bahkan sangat berbeda jauh ketika mereka baru kenal


"Sebenarnya,,,"


Zara menoleh pada Angga, dia meyakinkan Angga dari sorot matanya jika Zara akan mengatakan semua bagaimana pun hasilnya nanti.


"Sebenarnya,,, saya yang lebih dulu menggoda Kak Angga, pak, bu,,,"


Pak Dermawan dan Ibu Marissa di buat tercengang mendengar ucapan Zara


"Jangan salahkan kak Angga, tapi salahkan saya saja. Malam itu kak Angga sudah berulang kali menolak saya, tapi,, saya terus saja menggodanya!" ucap Zara dengan terbata bata,,


"Hari itu pikiran saya kalut,, saya yang di paksa menikah oleh bapak saya dengan pria yang tidak saya cintai. Saya tidak mau,, saya tidak mau menyerahkan hidup saya,, pada pria itu,,, Kemudian saya kabur dari rumah,,, saya menghubungi kak Angga,, dan kami bertemu di apartemen ini..." Zara mengambil nafas berat lagi, menyeka air matanya lagi dan kembali akan melanjutkan cerita pada kedua orang tua Angga, dia akan jujur dan mengatakan semuanya pada kedua orang tua itu.


"Sayalah yang menggoda kak Angga, dia menolak tapi saya memaksanya. Saya sangat mencintai kak Angga, hingga saya berfikir untuk memberikan kesucian saya pada nya. Setelah itu saya pasrah jika saya harus menikah dengan orang yang dijodohkan oleh bapak saya" ucap Zara

__ADS_1


"APA KAU TIDAK BERFIKIR AKIBATNYA?!" sarkas Pak Dermawan terdengar sangat keras


"Pikiran saya kalut, hanya itu yang terlintas di pikiran saya saat itu. Setelah hari itu, kami berpisah, saya kembali ke rumah orang tua saya. Tanpa saya sadari, ternyata saya hamil" Ucap Zara terlihat begitu menyedihkan


"Saya tidak mengatakan pada siapapun jika saya hamil, hingga semua orang tau dengan sendirinya. Saya juga tidak mengatakan pada siapapun, siapa orang yang sudah menghamili saya. Hingga akhirnya saya di ceraikan saat itu juga dan setelah itu,,, bapak saya mengusir saya dari rumah,,," ucap Zara dengan bibir bergetar.


"Saya lebih memilih mempertahankan janin ini daripada harus hidup bersama pria yang tidak saya cintai. Dan saya,,, saya juga tidak berani datang,,, menemui Kak Angga,, karena saya sudah katakan, jika saya hamil,, saya tidak akan meminta pertanggung jawabannya,,,"


"Saya,, memilih untuk hidup sendiri, dan menanggung semua nya sendiri. Hingga Rangga lahir, Saya menutup telinga dan mata ketika banyak orang yang menghujat saya hamil tanpa seorang suami. Anak lahir tanpa seorang Ayah. Saya sadari ini sangat menyakitkan, tapi saya harus kuat ,, untuk Rangga. Hingga kami di pertemukan lagi,,," ucap Zara, Angga menggenggam erat tangan Zara dengan sisa sisa tenaganya, dia ikut menangis, dia bisa merasakan bagaimana menderitanya hidup nya dulu bersama putra mereka.


"LALU KENAPA KAMU ADA DISINI, JIKA KAMU TIDAK MAU MEMINTA ANGGA BERTANGGUNG JAWAB?!"


.


.


.


.


.


.


Nah loh! Kayaknya mereka gak di restui deh,,🥴


Gimana dong? 🤐

__ADS_1


__ADS_2