Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Perhatian kecil


__ADS_3

Rizal dan Liora sudah sampai di salah satu resto yang menjual dimsum terenak versi Rizal di kota itu. Kemudian Rizal mengajak Liora untuk masuk kedalam dan mencari tempat duduk. Tempat itu tidak terlalu ramai, saat siang hari, tapi ramainya saat sore sampai malam hari. Setelah itu mereka duduk dan mulai membuka buku menu


"Mau pesan apa kak?" tanya Liora melihat lihat menu makanan disana. Sedangkan Rizal malah asyik menatap gadis cantik itu


"Kak,,,!" panggil liora dan Rizal terlihat salah tingkah. Pemuda itu ketahuan sedang menatap gadis di hadapannya


"Kenapa malah menatapku terus?!" tanya liora mencibik sebal


"Hehe,, duh kenapa ya,," Rizal mengusap tengkuknya dengan berfikir keras.


"Ada yang salah dengan penampilanku?" tanya Liora


"Gak ada, kamu cantik" jawab Rizal spontan saja sesuai dengan apa yang dia pikirkan sejak tadi. Wajah Liora berubah memerah saat Rizal memujinya cantik


"Ck! gombal terus kerjaannya! cepat pilihlah mau makan apa!" cetus Liora menyembunyikan rona merah di pipinya dengan buku menu yang ada di tangannya. Sedang Rizal terkekeh lalu melihat buku menu yang ada di depannya


Setelah memilih milih menu makanan yang akan mereka makan, Rizal memanggil pelayan dan menyebutkan makanan apa saja yang mereka akan pesan.


"Cie,, yang sebentar lagi sah jadi Dokter" ucap Liora


"Hehe,, kamu juga nanti akan jadi dokter" jawab Rizal, tak bosan bosan pemuda itu menatap gadis cantik didepannya


"Masih lama kak, 1,5th lagi aku baru lulus" jawab Liora.


"Gak papa, aku siap menunggumu jika diizinkan!" batin Rizal


"Sebentar lagi, gak kerasa 1,5tahun akan berlalu begitu cepat. Kamu mau langsung ambil spesialis?" tanya Rizal


"Kepengennya gitu, tapi gak tau nanti" jawab Liora


"Di Luar negeri juga?" tanya Rizal


"Gak tau, heheh" jawab Liora


"Kok gak tau?" tanya Rizal


"Emm apa yah,, Aku rasa di Indonesia juga banyak kampus yang bagus bagus, Aku kuliah di Jerman juga karena beasiswa. Nanti aku pikirkan lagi, mau lanjut disana atau di Indo aja" jawab Liora


"Mau ambil spesialis apa?" tanya Rizal


"Dokter Spesialis penyakit dalam. Kalau kak Rizal?" tanya Liora

__ADS_1


"Aku,, mungkin akan nabung dulu. Sampai terkumpul dananya baru ambil spesialis" jawab Rizal sedikit lirih. Dia sangat tau, biaya mengambil spesialis itu sangat besar.


"Mau ambil spesialis apa?" tanya Liora melihat tatapan Rizal sedikit meredup


"Saraf, cuma itu nanti kalau ada rejeki. Sekarang kumpul kumpul" jawab Rizal


Liora tersenyum, di balas juga oleh Rizal.


Kemudian pelayan datang membawakan pesanan mereka. Tidak ingin membuang waktu mereka langsung menikmati makanan setelah berdoa.


"Beneran enak!" ucap Liora begitu antusias menikmati dimsum udang kesukaannya


" Iya, menurutku disini dimsumnya sangat enak" jawab Rizal


"Kak Rizal suka kulineran ya?" tanya Liora


"Gak juga, cuma sesekali" jawab Rizal dan Liora mengangguk angguk.


Setelah perut mereka terisi berbagai macam menu dimsum dan minumannya, akhirnya mereka kekenyangan. Liora terkaget saat Rizal mengusap ujung bibirnya dengan tissue


"Maaf lancang, Ada sisa saos" ucap Rizal


Ntah dapat keberanian dari mana, pemuda itu melakukan itu. Padahal dia bisa mengatakan pada Liora saja pasti gadis itu membersihkannya sendiri. Sesaat keduanya saling menatap dengan debaran jantung yang mungkin sampai terdengar sampai keluar.


"Tunggu disini ya, aku ke kasir dulu" ucap Rizal segera beranjak dari tempat duduknya.


Liora jadi senyum senyum sendiri karena mendapat perhatian dari Rizal, meski hanya kecil, tapi mampu menggetarkan hatinya. Sedangkan Rizal memegangi dadaanya seolah jantungnya sudah akan meledak.


Setelah membayar makanan dan minuman mereka, Rizal mengajak Liora untuk pulang. Kemudian keduanya berjalan menuju ke parkiran motor Rizal.


"Kita langsung pulang ya" ucap Rizal


"Iya,," jawab Liora


Setelah memasang helm, keduanya naik ke atas motor dan meninggalkan tempat itu.


"Kak Rizal mau hadiah apa?" tanya Liora, gadis itu bingung mau memberikan apa, dan akhirnya dia memutuskan untuk bertanya saja


"Hadiah? hadiah untuk apa? aku gak ulang tahun" jawab Rizal


"Hadiah kelulusan!" jawab Liora sedikit keras karena jalanan sangat bising

__ADS_1


Rizal tersenyum, belum sampai mereka bicara lagi, tiba tiba motor Rizal ngadat di tengah jalan.


"Loh loh loh,, kenapa ini?! jangan bilang mogok lagi!" ucap Rizal meminggirkan motornya


"Kenapa kak motornya" tanya Liora


"Kayaknya mogok deh Ly. Biasalah motor tua,, ini motor papa jaman bujang " Keduanya turun dan Rizal memeriksa kondisi mesin motornya


"Itu bengkel kak, kita bawa kesana aja" ucap Liora menunjuk sebuah bengkel yang ada di pinggir jalan


"oke" jawab Rizal


Lalu Rizal mendorong motor bututnya menuju ke Bengkel itu.


"Ya Ampun,, kasihan banget sih dia. Motor butut gini masih di pake. Tapi kalau aku belikan motor, nanti dia tersinggung" Liora terlihat galau sendiri.


Rizal sedang berbicara dengan pegawai bengkel sedangkan Liora duduk di kursi tunggu sambil melihat sekitaran. Tak jauh dari bengkel itu ada sebuah showroom motor.


"Maaf jadi pulang terlambat. atau kamu naik taksi aja? nanti kelamaan nunggu motornya lagi di perbaiki" ucap Rizal saat menghampiri Liora


"Gak papa sih, dirumah juga gak ada orang, paling cuma yang bantu bantu dirumah. Oh iya kak,, em,, kenapa kak Rizal gak beli motor lagi,, maksud ku,,, bukan apa apa,, itu kan udah motor tua, harusnya sudah pensiun" ucap Liora sedikit takut takut, takut jika Rizal tersinggung dan marah. Namun dia salah, Rizal malah tersenyum padanya


"Motor itu masih bisa di pakai, selama pajaknya masih hidup. Lagian motor itu sudah mengantarkan kakak sampai hari ini. itu motor legend loh" kekeh Rizal


"Iya,, tapi kan, kalau mogok terus bikin kerjaan kak Rizal terhambat. Emm,, mau gak aku belikan motor disana?" Ucap Liora menunjuk Showroom motor yang ada di seberang bengkel itu sedikit maju


Deg!


Rizal begitu kaget dengan ucapan Liora


.


.


.


.


Kalau Rizal gak mau, buat aku aja motornya 🤣


Nih Rizal sama Liora lagi Dorong motor, anggep aja begitu 🤣🤣🤣🤣🤣🤣

__ADS_1



__ADS_2